Pertamina dan Pupuk Indonesia Jajaki Sinergi Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis guna memperkuat ketahanan energi dan pangan nasional sekaligus mendorong pengembangan industri hilir berbasis sumber daya domestik.

Penandatanganan MoU dilakukan di Jakarta, Rabu (1/7/2026). Kesepakatan tersebut menjadi landasan bagi kedua BUMN untuk mengeksplorasi kolaborasi dalam pemanfaatan aset, kompetensi, dan kapabilitas masing-masing perusahaan guna menciptakan nilai tambah bagi industri nasional.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, mengatakan sinergi tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan.

Read also:  Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

“Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia, yakni energi dan pangan,” ujar Simon.

Menurut dia, kolaborasi menjadi kebutuhan strategis di tengah upaya Pertamina menjalankan transformasi melalui Dual Growth Strategy, yakni memperkuat bisnis inti untuk menjaga ketahanan energi sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon menuju target Net Zero Emission.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas pertanian nasional sekaligus memperkuat industri petrokimia.

Read also:  Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

“Ketika dua kekuatan ini dipadukan, saya percaya kita tidak hanya menciptakan efisiensi, tetapi membangun ekosistem strategis yang memperkuat fondasi industri dan ekonomi bangsa Indonesia,” katanya.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, mengatakan sektor energi dan industri pupuk memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Pertamina dan Pupuk Indonesia mengemban mandat yang saling melengkapi. Ketika kedua mandat tersebut dipadukan, yang kita bangun bukan sekadar hubungan antarperusahaan, melainkan kemitraan yang memperkuat ekosistem industri nasional, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Rahmad.

Read also:  PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Ia menambahkan, kolaborasi kedua perusahaan diharapkan mampu mengintegrasikan keunggulan Pertamina di sektor energi dengan pengalaman Pupuk Indonesia di bidang pupuk dan petrokimia sehingga menghasilkan nilai tambah yang lebih besar.

Melalui nota kesepahaman tersebut, Pertamina dan Pupuk Indonesia juga akan menjajaki peluang kerja sama untuk memperkuat hilirisasi, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, serta memperkuat daya saing industri nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan uji coba co-firing amonia hingga 3% di PLTU Labuan pada 2027 sebagai tahap awal...

Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University menargetkan pengembangan 1 juta hektare lahan singkong, sorgum, dan jagung pada 2029 untuk mendukung...

Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tiga penghargaan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026, dengan salah satu...

PLN Nusantara Power Dorong Ekonomi Warga melalui Pengelolaan Sungai Maron Berkelanjutan

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) mendorong pengembangan Sungai Maron, Pacitan, Jawa Timur, tidak hanya sebagai kawasan wisata berbasis alam, tetapi juga...

Bali World of Care Dorong Mangrove Jadi Aset Blue Carbon Bernilai Ekonomi

Ecobiz.asia – Konservasi mangrove mulai didorong tidak hanya sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan blue carbon yang dapat membuka...

TOP STORIES

PLN EPI Uji Co-firing Amonia di PLTU Labuan Mulai 2027

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan uji coba co-firing amonia hingga 3% di PLTU Labuan pada 2027 sebagai tahap awal...

Potensi Kredit Karbon Riau Capai 11,7 Juta Ton CO₂e per Tahun, Nilainya Bisa US$235 Juta

Ecobiz.asia — Provinsi Riau memiliki potensi menghasilkan hingga 11,7 juta ton kredit karbon setara karbon dioksida (CO₂e) per tahun dari perlindungan hutan, pemulihan gambut,...

Kemenhut Ungkap Dua Badak Sumatera di SRS Way Kambas Bunting, Harapan Populasi Bertambah

Ecobiz.asia — Kabar baik datang dari Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Dua induk badak sumatera betina, Ratu dan Delilah, kini...

Agrinas Palma dan IPB Bidik 1 Juta Hektare untuk Bioetanol E20, Targetkan 5 Juta Kiloliter/Tahun

Ecobiz.asia — PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama IPB University menargetkan pengembangan 1 juta hektare lahan singkong, sorgum, dan jagung pada 2029 untuk mendukung...

Grup PHI Raih Tiga Penghargaan CSR & PDB 2026, BUMDes Bukit Raya Cetak Kontribusi PADes

Ecobiz.asia – Grup PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tiga penghargaan dalam ajang CSR & PDB (Pengembangan Desa Berkelanjutan) Award 2026, dengan salah satu...