Kemenhut Monitor Populasi Gajah Sumatra Pakai Drone Thermal, Regenerasi Terpantau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai menggunakan teknologi drone thermal untuk memantau populasi gajah Sumatra di Bentang Alam Seblat (BAS), Bengkulu. Dari hasil monitoring perdana tersebut, tim menemukan satu kelompok gajah liar berjumlah 17 ekor yang terdiri dari empat anakan dan 13 remaja hingga dewasa.

Keberadaan anakan gajah dalam kelompok itu menunjukkan proses regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami Bentang Alam Seblat, yang merupakan salah satu kawasan penting bagi konservasi gajah Sumatra.

Read also:  IEEFA Nilai Target PLTS 100 GWp Menjanjikan, Tapi Ada Syaratnya

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho dalam keterangannya menjelaskan, monitoring dilakukan sebagai bagian dari penguatan perlindungan satwa liar, terutama setelah kematian dua ekor gajah liar beberapa waktu lalu serta sejumlah kasus kematian gajah yang pernah terjadi di kawasan Seblat dan sekitarnya.

Penggunaan drone thermal menjadi inovasi penting dalam pemantauan satwa liar karena memungkinkan pengawasan dilakukan lebih efektif di wilayah yang sulit dijangkau tanpa mengganggu perilaku alami gajah.

Agung mengatakan teknologi tersebut membantu tim lapangan memantau keberadaan dan struktur populasi gajah secara lebih akurat.

Read also:  Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

“Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan. Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa,” ujar Agung, dikutip Senin (11/5/2026).

Ia mengatakan data hasil monitoring akan menjadi dasar penyusunan langkah perlindungan habitat dan pengelolaan konservasi yang lebih tepat sasaran.

Read also:  Menhut Ungkap Pengaruh BP-GMN terhadap Konsesi PBPH dan Perkebunan di Lahan Gambut

Menurut Agung, kelompok gajah yang berhasil dipantau tersebut baru satu dari beberapa kelompok gajah liar yang hidup di Bentang Alam Seblat. Karena itu, monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” katanya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

TOP STORIES

ESDM Bongkar Dugaan Tambang di Kebun Sawit, Sejumlah Perusahaan Asing Didalami

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memeriksa sejumlah kebun kelapa sawit yang diduga menjalankan kegiatan pertambangan di luar izin usaha....

PDC Bersama Pertamina dan PHE Kembangkan Teknologi Geokimia untuk Eksplorasi Hidrogen Alami, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — PT Patra Drilling Contractor (PDC), PT Pertamina (Persero), dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mengembangkan teknologi geokimia untuk mendukung eksplorasi hidrogen alami...

Tarif, Infrastruktur, Insentif Jadi Kendala Investasi Panas Bumi

Ecobiz.asia -- Keekonomian proyek, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan minimnya insentif fiskal masih menjadi tiga tantangan utama investasi panas bumi di Indonesia, meskipun sumber energi...

PT Timah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi, Penggunaan PLTS dan EV Jadi Prioritas

Ecobiz.asia — PT Timah Tbk tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi untuk mendukung target emisi nol bersih (net zero emission). Perusahaan menghadapi tantangan dalam mengganti...

Hotspot Turun 1.019 Titik, Operasi Karhutla dan Perlindungan Satwa Terus Diperkuat

Ecobiz.asia — Jumlah titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun 1.019 titik dalam sehari menjadi 317 titik pada Sabtu (24/10/2026). Meski penurunan...