Harga Bahan Baku Plastik Naik, Pengembangan Etanol Biomassa Pengganti Nafta Potensial

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kenaikan harga minyak bumi mulai memicu tekanan pada industri petrokimia dan plastik nasional. Dosen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Rochmadi, mendorong pengembangan etanol berbasis biomassa sebagai alternatif pengganti nafta untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku fosil.

Menurut Rochmadi, kenaikan harga minyak bumi berpotensi memicu kenaikan harga plastik yang pada akhirnya berdampak pada harga produk kemasan, termasuk makanan dan minuman di pasaran.

“Kebutuhannya memang besar karena polyethylene dan polypropylene sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Selain untuk kemasan, juga digunakan di dashboard kendaraan, peralatan rumah tangga, dan berbagai produk lainnya,” ujar Rochmadi dikutip dari laman UGM, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, industri plastik nasional saat ini sangat bergantung pada bahan baku petrokimia berbasis minyak bumi, khususnya nafta. Padahal kebutuhan bahan baku petrokimia untuk produksi plastik di Indonesia mencapai jutaan ton per tahun.

Read also:  Pasar Serap 5.202 Ton Kredit Karbon PalmCo, Pembeli Individu Meningkat

Menurut Rochmadi, jenis plastik yang paling banyak digunakan masyarakat adalah polyethylene dan polypropylene yang berasal dari etilena (ethylene) dan propilena (propylene). Selama ini, industri petrokimia global memanfaatkan nafta sebagai bahan baku utama melalui proses cracking untuk menghasilkan kedua senyawa tersebut.

“Sekitar 30 persen nafta dapat diubah menjadi etilena dan sekitar 20 persen menjadi propilena, sementara sisanya menjadi produk lain seperti residu karbon dan senyawa rantai pendek,” katanya.

Sebagai negara net importer minyak bumi, Indonesia dinilai rentan terhadap fluktuasi harga dan gangguan pasokan global. Kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap biaya produksi industri petrokimia hingga sektor hilir.

Read also:  Dari SPKLU Hingga SAF, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Hijau di Darat, Laut, dan Udara

“Nafta juga dipakai untuk bahan bakar seperti bensin, sehingga ada persaingan penggunaan antara kebutuhan energi dan kebutuhan industri petrokimia,” ujar Rochmadi.

Ia menilai substitusi bahan baku dari nafta ke Liquefied Petroleum Gas (LPG) secara teknis memungkinkan dilakukan. Namun, perubahan tersebut membutuhkan penyesuaian proses produksi dan desain pabrik yang selama ini dirancang khusus menggunakan nafta.

“Karena desain awal pabrik dibuat untuk nafta, ketika disubstitusi dengan LPG tentu perlu evaluasi ulang terhadap kondisi prosesnya. Jadi secara teknis bisa dilakukan, tetapi ada konsekuensi biaya tambahan,” jelasnya.

Meski demikian, Rochmadi memastikan perubahan bahan baku tidak akan memengaruhi kualitas plastik yang dihasilkan.

“Kalau sudah menjadi etilena dan propilena, kualitas plastiknya sebenarnya sama saja. Yang berbeda hanya bahan baku dan rute prosesnya,” katanya.

Read also:  Tiga Perguruan Tinggi Gelar Workshop Literasi Artificial Intelligence (AI) untuk Guru TPA

Di tengah tingginya ketergantungan terhadap minyak bumi, Rochmadi mendorong pemerintah mulai mengembangkan bahan baku alternatif berbasis biomassa. Ia mencontohkan Brasil yang telah mengembangkan etilena berbasis etanol biomassa sebagai bagian dari industri petrokimia berkelanjutan.

“Brasil sudah berhasil membuat etilena dari etanol berbasis biomassa. Karena mereka produsen etanol terbesar, pengembangannya lebih maju dibanding negara lain,” ujarnya.

Menurut Rochmadi, teknologi berbasis biomassa berpotensi menjadi alternatif penting bagi industri petrokimia di masa depan, terutama jika harga minyak bumi terus meningkat.

“Kalau nanti harga minyak bumi semakin mahal, kemungkinan teknologi berbasis biomassa seperti di Brasil akan semakin berkembang,” pungkasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Tiga Perguruan Tinggi Gelar Workshop Literasi Artificial Intelligence (AI) untuk Guru TPA

Ecobiz.asia – Tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi PLN (IT PLN), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), dan Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA), menggelar Workshop Literasi...

OJK Beberkan Revisi Aturan Bursa Karbon, Gunakan Teknologi Blockchain dan Terhubung SRUK

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan memaparkan rencana revisi aturan penyelenggaraan bursa karbon kepada Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan,...

Dari SPKLU Hingga SAF, Pertamina Perkuat Ekosistem Mobilitas Hijau di Darat, Laut, dan Udara

Ecobiz.asia - PT Pertamina (Persero) memperkuat pengembangan ekosistem energi dan mobilitas berkelanjutan di sektor transportasi darat, laut, dan udara sebagai bagian dari dukungan terhadap...

Indonesia Mulai Implementasikan Proyek Mitigasi Metana ASEAN-Korea, Dorong Pemanfaatan Jadi Energi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Republik Korea dan Global Green Growth Institute (GGGI) resmi meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for...

Indonesia, UNEP Sign Implementing Arrangement to Strengthen REDD+ Cooperation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry and the United Nations Environment Programme have signed an Implementing Arrangement (IA) to strengthen cooperation on Reducing Emissions...

TOP STORIES

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

Environmental Ethics, Tantangan dan Harapan

Oleh : Saiful Latief, M.Si (Pranata Humas Ahli Muda, Direktorat IGRK MPV, Deputi Bidang PPI TKNEK, Kementerian Lingkungan Hidup) Ecobiz.asia - Dalam pernyataan perdananya pada...

Link Download PP 24 Tahun 2026, Ekspor Komoditas SDA Satu Pintu

Ecobiz.asia - Berikut ini link download Peraturan Pemerintah No 24 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam Strategis. PP ini mengatur ekspor...

Danantara Jamin Kontrak Ekspor SDA Tetap Berjalan, Asal Tak Ada Under Invoicing

Ecobiz.asia – Danantara Indonesia menegaskan pelaksanaan kebijakan tata kelola ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis akan tetap menjaga kepastian berusaha...

PLN EPI Gandeng ITERA dan PLN Puslitbang Kembangkan Kaliandra dan Sorgum untuk Biomassa dan Hidrogen Hijau

Ecobiz.asia - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT PLN Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan (Puslitbang) dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) untuk...