PLN Mulai Terapkan Smart & Green Building, Pasang Sistem Energi Pintar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) mulai menerapkan sistem pengelolaan energi pintar di gedung perkantorannya melalui program Smart & Green Building yang diluncurkan di Kantor Pusat PLN, Jakarta. Program ini menjadi bagian dari transformasi PLN dalam membangun sistem energi yang lebih efisien, digital, dan rendah emisi.

Sebagai tahap awal, PLN telah memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, sistem pengatur penggunaan listrik, hingga pendingin ruangan berbasis Internet of Things (IoT) di sejumlah gedung perkantoran perusahaan.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan perkembangan teknologi mendorong perubahan besar dalam pengelolaan energi gedung yang kini semakin terintegrasi dan otomatis.

“Dulu, paradigma PLN adalah menjual listrik dan mengoptimalkan biaya. Sekarang PLN bertransformasi menjadi Energy Digital Platform yang mengorkestrasi ekosistem energi melalui kolaborasi dan value creation,” ujar Darmawan dikuti Senin (11/5/2026).

Read also:  Bupati Trenggalek Ubah Sampah Jadi Bernilai Lewat Konsep Waste to Coin, Seperti Apa?

Menurutnya, kehadiran PLTS atap, kendaraan listrik, dan sistem otomasi bangunan membuat gedung dan rumah tidak lagi hanya menjadi konsumen energi, tetapi juga dapat memproduksi dan mengelola energi secara mandiri.

“Ke depan gedung dan rumah tidak lagi hanya memakai energi, tetapi juga mampu memproduksi dan mengelolanya sendiri. Karena itu PLN harus siap menghadapi ekosistem energi yang semakin digital dan dua arah,” katanya.

Sebagai proyek percontohan, Gedung Trapesium di Kantor Pusat PLN telah dilengkapi PLTS Atap berkapasitas 89,28 kilowatt peak (kWp) yang terintegrasi dengan Energy Management System sebagai pusat kendali digital gedung. Sistem tersebut memungkinkan pemantauan dan pengaturan penggunaan energi secara real time untuk meningkatkan efisiensi operasional.

Read also:  Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Sementara itu, Executive Vice President Umum dan Aset Properti PLN, Khairullah, menjelaskan program Smart & Green Building dijalankan melalui sinergi PLN Group bersama PLN Icon Plus dan Dana Pensiun PLN sebagai building management provider dengan skema managed service.

“Pada tahap awal 2026, PLN memulai implementasi di 10 gedung, termasuk Gedung Trapesium Kantor Pusat PLN yang telah beroperasi dengan PLTS Atap dan Energy Management System terintegrasi,” ujar Khairullah.

Pada tahap awal tersebut, PLN menargetkan pemasangan PLTS Atap berkapasitas total 1.100 kWp dan 471 unit IoT Smart AC yang terhubung dengan sistem pemantauan energi digital.

Read also:  Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ke depan, PLN telah memetakan sekitar 400 gedung yang layak dipasangi PLTS Atap dari total 1.300 gedung yang dikelola perusahaan di seluruh Indonesia.

Dalam roadmap 2026–2035, PLN menargetkan kapasitas PLTS Atap mencapai 12 megawatt peak (MWp), penggunaan 7.251 unit IoT Smart AC, serta kontribusi pengurangan emisi karbon hingga 0,3 juta ton CO2 equivalent.

Program Smart & Green Building ditargetkan diterapkan secara bertahap di ratusan gedung PLN Group hingga 2035 sebagai bagian dari modernisasi pengelolaan energi dan operasional perusahaan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power (PLN NP) memperkenalkan berbagai inovasi teknologi energi bersih dan praktik pengelolaan pembangkitan kepada 40 peserta Program Presiden untuk...

Ceria Corp Alirkan Air ke Sawah Terdampak Kemarau di Kolaka, Perkuat Sarana Pengairan

Ecobiz.asia – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria Corp) mengalirkan air ke sekitar 55 hektare persawahan di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, untuk membantu...

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

TOP STORIES

Geger! Tengkorak Diduga Orangutan Ditemukan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi Kebun Sawit PT KAL

Ecobiz.asia – Tim gabungan lintas instansi mengevakuasi tengkorak yang diduga milik orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dari areal bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV) perkebunan...

PLTA Batang Toru Mulai Penggenangan, Siapkan Tambahan Kapasitas 510 MW

Ecobiz.asia -- Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, mulai memasuki tahap penggenangan waduk...

Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

Ecobiz.asia -- PT Pertamina (Persero) mendorong diversifikasi sumber energi melalui pemanfaatan bahan bakar nabati, termasuk biodiesel B50, untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan...

Gold Standard Luncurkan Metodologi G-RESET, Perluas Akses Pembiayaan Karbon untuk Proyek Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Lembaga standar karbon Gold Standard meluncurkan metodologi Grid-Connected Renewables, Storage and Energy Transition (G-RESET) untuk memperluas akses sertifikasi kredit karbon bagi proyek...

Soroti Perdagangan Karbon, Wamenhut Bicara Soal Transformasi Ekonomi Kehutanan Saat Dies Natalis Fahutan UGM

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mendorong transformasi ekonomi kehutanan dengan mengoptimalkan potensi biodiversitas dan jasa ekosistem, termasuk perdagangan karbon, untuk meningkatkan nilai ekonomi hutan sekaligus...