Indonesia Uji Coba Model Data Karbon G20, Perkuat Transparansi Pasar

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia akan menguji coba model data karbon yang didukung G20 guna memperkuat transparansi dan standardisasi pasar karbon nasional, sekaligus menjadi negara pertama yang secara terbuka mengimplementasikan kerangka tersebut dalam sistem domestik.

Uji coba ini dilakukan melalui kerja sama dengan Climate Data Steering Committee (CDSC) dan akan diintegrasikan ke dalam pengembangan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Nani Hendiarti, mengatakan langkah tersebut mencerminkan ambisi Indonesia membangun pasar karbon berintegritas tinggi yang selaras dengan standar global.

Read also:  ASEAN Common Carbon Framework Perkuat Koordinasi Pasar Karbon Regional

“Dengan menguji coba model data ini, Indonesia memastikan keselarasan dengan praktik terbaik internasional sekaligus memperkuat transparansi dan membuka peluang pembangunan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Rabu (18/3/2026).

Model yang diuji, Common Carbon Credit Data Model, dikembangkan di bawah G20 Sustainable Finance Working Group untuk meningkatkan keterbandingan, transparansi, dan interoperabilitas data kredit karbon lintas pasar.

Ketua CDSC Mary Schapiro menilai partisipasi Indonesia menjadi langkah penting dalam mendorong implementasi standar global pada tingkat nasional.

Read also:  Riau Tawari Proyek Karbon Hutan Masuk Skema Nesting, Ada Tiga Skenario

“Ini menunjukkan bagaimana praktik terbaik global dapat diterapkan secara konkret serta mendukung ketersediaan data iklim berkualitas tinggi,” katanya.

Selama ini, pasar karbon global menghadapi tantangan utama berupa fragmentasi dan kurangnya standardisasi data, yang menghambat transparansi serta kepercayaan pasar. Model ini menghadirkan kerangka pencatatan data yang seragam sepanjang siklus kredit karbon, mulai dari penerbitan hingga pensiun.

Selain itu, sistem ini memperkenalkan mekanisme pelacakan yang konsisten, termasuk penggunaan identitas unik untuk setiap unit karbon, guna mencegah penghitungan ganda (double counting) serta mempermudah proses uji tuntas.

Read also:  Hidupkan Perdagangan Karbon, Kemenhut Kerja Bak 'Roro Jongrang' Sosialisasikan Permenhut 6/2026

Uji coba di Indonesia akan menguji penerapan model tersebut dalam sistem registri nasional sekaligus membuka peluang interoperabilitas dengan pasar karbon internasional.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Indonesia memposisikan diri sebagai pusat perdagangan karbon berintegritas tinggi di tingkat global, sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi dan transformasi ekonomi rendah karbon.

Inisiatif pilot ini pertama kali diumumkan dalam COP30 Business and Finance Forum di São Paulo pada 2025, dan telah menarik minat lebih dari 35 yurisdiksi serta pelaku sektor swasta. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...

PLN EPI Pilih Blue Carbon Mangrove untuk Dekarbonisasi dan Ketahanan Energi Pesisir

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan dengan mendorong pengembangan ekosistem blue carbon berbasis...

OJK Beberkan Revisi Aturan Bursa Karbon, Gunakan Teknologi Blockchain dan Terhubung SRUK

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan memaparkan rencana revisi aturan penyelenggaraan bursa karbon kepada Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan,...

Indonesia Mulai Implementasikan Proyek Mitigasi Metana ASEAN-Korea, Dorong Pemanfaatan Jadi Energi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Republik Korea dan Global Green Growth Institute (GGGI) resmi meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...