Hidupkan Perdagangan Karbon, Kemenhut Kerja Bak ‘Roro Jongrang’ Sosialisasikan Permenhut 6/2026

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Peraturan Menteri Kehutanan No 6 yang mengatur perdagangan karbon kehutanan yang baru saja terbit mendapat sambutan antusias. Pembahasan beleid tersebut pun digelar berbagai pihak di berbagai platform.

Bahkan, kata Direktur Bina Usaha Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan, Ilham, saat sosialisasi Permenhut 6/2026 digelar Kemenhut pada 29 April 2026, jumlah peserta yang hadir secara daring maupun luring membludak hingga ribuan orang.

Acara sosialisasi juga sukses karena menghadirkan tokoh-tokoh penting, termasuk Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Perubahan Iklim Hashim Djojohadikusumo, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, dan Duta Besar Norwegia untuk Indonesia.

Read also:  BKI dan PLN Indonesia Power Jajaki Kerja Sama Energi Berkelanjutan

“Padahal acara sosialisasi itu baru dirancang dua hari sebelumnya,” kata Ilham saat acara Carbon Talk yang digelar Carbon Ethics, Nature Verse, dan Georgetown University di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Jika diibaratkan, jajaran Kemenhut melakukan kerja bak Roro Jonggrang karena sukses menyelesaikan persiapan acara sosialisasi Permenhut 6/2026 dalam waktu sangat singkat, mengacu pada legenda Jawa ketika Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso membangun 1.000 candi dalam satu malam.

Read also:  Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

“Kami kirim undangan jam 11 malam. Tapi ambassador datang semua esok pagi harinya. Ini karena carbon project di sektor FOLU sangat dinanti-nanti oleh dunia,” ujar Ilham.

Ilham menyatakan terbitnya Permenhut 6/2026 yang merupakan peraturan pelaksana dari Perpres 110/2025 menjawab anggapan beberapa pihak di dunia internasional bahwa perdagangan karbon Indonesia dalam kondisi sekarat. Hal itu dikarenakan selama lima tahun sebelumnya ada larangan perdagangan karbon Indonesia ke pasar internasional.

Read also:  Indonesia Promotes Forestry Carbon Market Reforms to Global Investors in New York

“Beberapa orang di dunia menyebut nilai ekonomi karbon Indonesia dying. Regulasi ini menjawab anggapan tersebut tidak tepat,” kata Ilham.

Ilham menegaskan Perpres 110/2025 dan Permenhut 6/2026 menjadi langkah nyata pemerintah untuk memperkuat perdagangan karbon nasional yang memiliki kualitas dan integritas tinggi agar diterima di pasar internasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

UNFF21: Indonesia Reaffirms Prabowo’s Commitment to Sustainable Forest Management

Ecobiz.asia — Indonesia’s Minister of Forestry Raja Juli Antoni reaffirmed President Prabowo Subianto’s commitment to sustainable forest management during the 21st session of the...

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang di Lombok Barat

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara...

KLH Uji Coba Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca SIGN SMART ROBUST, Banyak Keunggulannya

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan (KLH/BPLH) Hidup melalui Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi (IGRK MPV) menguji coba pengembangan...

Indonesia Promotes Forestry Carbon Market Reforms to Global Investors in New York

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry reaffirmed its commitment to building a credible, transparent, and internationally aligned forestry carbon market during a business forum...

Indonesia, Japan Strengthen Environmental Diplomacy Amid Global Challenges

Ecobiz.asia — Indonesia and Japan have strengthened bilateral cooperation in the environmental sector through the 2nd Indonesia–Japan Environment Week in Jakarta, as both countries...

TOP STORIES

UNFF21: Indonesia Reaffirms Prabowo’s Commitment to Sustainable Forest Management

Ecobiz.asia — Indonesia’s Minister of Forestry Raja Juli Antoni reaffirmed President Prabowo Subianto’s commitment to sustainable forest management during the 21st session of the...

Peringati Hari Keanekaragaman Hayati, PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang di Lombok Barat

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menanam 2.500 pohon cemara udang di kawasan Pantai Induk Lombok, Jeranjang, Lombok Barat, Nusa Tenggara...

KLH Uji Coba Sistem Inventarisasi Gas Rumah Kaca SIGN SMART ROBUST, Banyak Keunggulannya

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan (KLH/BPLH) Hidup melalui Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring, Pelaporan, Verifikasi (IGRK MPV) menguji coba pengembangan...

Indonesia Promotes Forestry Carbon Market Reforms to Global Investors in New York

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry reaffirmed its commitment to building a credible, transparent, and internationally aligned forestry carbon market during a business forum...

Indonesia, Japan Strengthen Environmental Diplomacy Amid Global Challenges

Ecobiz.asia — Indonesia and Japan have strengthened bilateral cooperation in the environmental sector through the 2nd Indonesia–Japan Environment Week in Jakarta, as both countries...