Indonesia Mulai Implementasikan Proyek Mitigasi Metana ASEAN-Korea, Dorong Pemanfaatan Jadi Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Republik Korea dan Global Green Growth Institute (GGGI) resmi meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for Methane Mitigation (AKCMM) di Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Indonesia menjadi negara ASEAN ketiga yang mengimplementasikan program tersebut setelah Malaysia dan Filipina.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, mengatakan penanganan sampah organik kini menjadi prioritas dalam agenda aksi iklim nasional.

Dengan komposisi sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) yang mencapai 63 persen material organik, potensi emisi metana Indonesia diperkirakan mencapai 21 juta ton CO2 ekuivalen.

“Pengelolaan sampah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan pilar krusial dalam aksi iklim kita. Melalui proyek AKCMM ini, Indonesia berkomitmen menghubungkan solusi praktis di lapangan dengan target penurunan emisi metana yang ambisius,” ujar Jumhur.

Read also:  Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

Ia menegaskan bahwa mitigasi gas metana harus dilakukan secara serius karena memiliki dampak kerusakan iklim yang jauh lebih masif dibandingkan gas rumah kaca lainnya.

Jumhur memaparkan, sumber utama emisi metana di Indonesia didominasi oleh tempat pembuangan sampah terbuka (open dumping) serta limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME). Sebagai solusinya, pemerintah mempercepat adopsi teknologi pengolahan sampah menjadi energi dan listrik di puluhan wilayah.

AKCMM merupakan program kerja sama tiga tahun senilai US$20 juta di bawah Partnership for ASEAN-ROK Methane Action (PARMA) yang didukung Pemerintah Republik Korea melalui ASEAN-Korea Cooperation Fund (AKCF).

Read also:  CIP dan Blueyou Kolaborasi Restorasi Mangrove dan Pengembangan Karbon Biru di Indonesia

Duta Besar Misi Republik Korea untuk ASEAN, LEE Chul, mengatakan mitigasi metana menjadi salah satu intervensi paling efektif untuk memperlambat pemanasan global dalam jangka pendek.

“Republik Korea bangga dapat bermitra dengan Indonesia dan ASEAN melalui AKCF. Proyek AKCMM mencerminkan solidaritas Korea-ASEAN dalam menghadapi krisis iklim global melalui dukungan teknis dan finansial yang konkret,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN, San Lwin, menilai proyek tersebut akan memperkuat kerja sama regional dalam pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim di kawasan ASEAN.

Read also:  Kemenhut Hitung Emisi Karbon Dampak Karhutla, Menhut: Kami Tekan di Bawah Benchmark 2015

Country Representative GGGI Indonesia, Rowan Fraser, mengatakan proyek AKCMM dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara kebijakan nasional dan implementasi di tingkat daerah.

“Dengan memperbaiki sistem pengukuran emisi dan merancang skema pembiayaan yang tepat, kita tidak hanya mengurangi dampak gas rumah kaca, tetapi juga menciptakan efisiensi ekonomi dalam pengelolaan sampah di kota-kota besar Indonesia,” kata Rowan.

Implementasi AKCMM akan dikoordinasikan melalui Forum Kerja Nasional dengan fokus pada penguatan kebijakan, sistem pemantauan emisi, pengembangan proyek yang layak secara finansial, serta penguatan dialog regional. Program ini juga mendukung target RPJMN 2025–2029 dan memperkuat peran Indonesia dalam diplomasi hijau di Asia Tenggara. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri LH: Pasar Karbon Harus Berbasis Aksi Nyata, Bukan Sekadar Transaksi

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menegaskan pasar karbon Indonesia harus dibangun berdasarkan aksi iklim yang terukur,...

TÜV SÜD Bangun Pusat Dekarbonisasi di Singapura, Siap Investasi US$24 Juta

Ecobiz.asia — Perusahaan pengujian, inspeksi, dan sertifikasi global TÜV SÜD menginvestasikan lebih dari US$24 juta untuk membangun Global Decarbonisation Centre of Excellence (CoE) di...

Wamen LH: Perdagangan Karbon Bisa Jadi Insentif Dekarbonisasi Industri Nikel

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengatakan mekanisme perdagangan karbon dapat menjadi insentif bagi industri nikel...

Dapat Dukungan Kemenhut, Riau Mantap Masuk Pasar Karbon Yurisdiksi ART-TREES

Ecobiz.asia - Provinsi Riau mulai memasuki tahap baru pengembangan kredit karbon hutan berbasis yurisdiksi setelah menyelesaikan konsep Green for Riau dan memperoleh dukungan pemerintah...

Pasar Karbon Indonesia Mulai Cari Talenta Baru, IDCTA Youth Gelar Carbon Youth Week 2026

Ecobiz.asia — Perkembangan pasar karbon Indonesia mulai menciptakan kebutuhan baru terhadap sumber daya manusia yang memahami tidak hanya isu perubahan iklim, tetapi juga mekanisme...

TOP STORIES

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

Hotspot Karhutla Turun 121 Titik, Chinook Jepang Siap Bantu Pemadaman

Ecobiz.asia – Jumlah hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence secara nasional turun 121 titik dalam sehari menjadi...

Bentuk Tim Khusus dan Libatkan Dua Profesor, Kemenhut Dalami Dugaan Pidana Kebakaran Bromo

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendalami penyebab kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, termasuk kemungkinan adanya unsur pidana. Penelusuran diperkuat...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...

INALUM Raih Rating BBB- dari S&P, Perkuat Akses Pendanaan Hilirisasi

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings. Peringkat investment grade tersebut...