Hot Spot Meningkat, Manggala Agni Intensifkan Pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan melalui Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan mengintensifkan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat menyusul meningkatnya titik panas sejak pertengahan Januari 2026.

Pemadaman dilakukan Manggala Agni Seksi Wilayah II Pontianak bersama BPBD, TNI, Polri, dan para pemangku kepentingan di sejumlah wilayah rawan karhutla, antara lain Kabupaten Kubu Raya, Sambas, Mempawah, dan Ketapang.

Berdasarkan pemantauan Kementerian Kehutanan, kebakaran mulai terdeteksi sejak 17 Januari 2026. Sejumlah lokasi berhasil dipadamkan dan dinyatakan aman pada 25 Januari 2026, termasuk di Desa Kuala Dua dan Rasau Jaya Tiga (Kubu Raya), Kelurahan Bansir Darat (Kota Pontianak), Desa Pasir (Mempawah), Desa Kuala Satong (Ketapang), Desa Kemboja (Kayong Utara), serta beberapa desa di Kabupaten Sambas.

Read also:  ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Namun hingga akhir Januari, tim Manggala Agni masih melakukan pemadaman di sejumlah titik baru, antara lain di Kelurahan Bansir Darat, Desa Rasau Jaya Umum, Desa Punggur Kecil dan Kuala Dua di Kabupaten Kubu Raya, serta Desa Pasir di Kabupaten Mempawah. Upaya pemadaman juga dilakukan di Desa Kebong, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, mengatakan pemerintah telah memulai operasi patroli pencegahan untuk mengantisipasi peningkatan risiko karhutla di Kalimantan Barat.

Read also:  Kemenhut Perkuat Diplomasi Publik, Siapkan SDM Hadapi Negosiasi Kehutanan Global

“Patroli ini bertujuan mendeteksi kondisi lapangan lebih awal, memperkuat koordinasi, serta mempercepat arus informasi dari masyarakat agar respons terhadap karhutla bisa dilakukan lebih cepat,” kata Dwi Januanto dalam keterangannya, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, patroli juga difokuskan untuk memeriksa ketersediaan sumber air, kondisi bahan bakar kebakaran, serta potensi kerawanan di tingkat masyarakat. Berdasarkan data Posko Pengendalian Kebakaran Hutan per 27 Januari 2026, tercatat 25 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi di Kalimantan Barat berdasarkan pantauan satelit TERRA/AQUA (MODIS NASA).

Read also:  Menteri LH Ungkap Minat Investasi Hijau di Indonesia Meningkat: Harus Dorong Kesejahteraan Masyarakat

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, mengatakan peningkatan titik panas terpantau di Kota Pontianak serta Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, dan Sambas. Data Fire Danger Rating System (FDRS) BMKG juga menunjukkan meningkatnya tingkat kerawanan kebakaran.

“Manggala Agni berkomitmen terus bergerak cepat dan bersinergi dengan seluruh pihak untuk menuntaskan pemadaman serta mencegah kebakaran lanjutan,” ujar Yudho.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan potensi kebakaran guna mencegah karhutla meluas di tengah kondisi cuaca kering. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...

Revisi Aturan Pengelolaan Hutan, Organisasi Masyarakat Sipil Soroti Penguatan KPH hingga Evaluasi Perizinan

Ecobiz.asia – Sebanyak 14 organisasi masyarakat sipil menyoroti sejumlah aspek tata kelola dalam revisi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 8 Tahun 2021...

Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Kebekaran Hutan, Satu Izin Dibekukan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi administratif kepada enam perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) setelah ditemukan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Prabowo Dorong ‘Ubi Bombing’ untuk Perkuat Pemadaman Karhutla

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan inovasi bahan pemadam kebakaran berbahan baku ubi atau singkong untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)....

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

TOP STORIES

Perusahaan Global Kejar Net Zero, Pasar Kredit Karbon Indonesia Terbuka Luas

Ecobiz.asia — Perubahan perilaku perusahaan global dalam mengejar target net zero berpotensi menjadi sumber baru permintaan kredit karbon, termasuk dari Indonesia. Wakil Ketua Indonesia Carbon...

Veritask: New Framework for Carbon Trading in the Waste Sector

On 12 August 2026, the Minister of Environment/Head of the Environmental Control Agency of the Republic of Indonesia enacted Regulation of the Minister of...

Gold Standard, Verra Launch Tool for Article 6.2 Reporting

Ecobiz.asia – Gold Standard and Verra have launched a new tool to help countries report corresponding adjustments (CAs) for carbon credits authorized under Article...

Prabowo Launches 100 GW Solar Program, Sets Three-Year Deadline

Ecobiz.asia — Indonesia has launched a national program to develop 100 gigawatts peak (GWp) of solar power capacity, with an estimated investment of about...

Prabowo Mulai Program PLTS 100 GWp, Sesumbar Rampung dalam Tiga Tahun

Ecobiz.asia — Pemerintah resmi memulai program pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt peak (GWp) dengan nilai investasi sekitar US$73 miliar...