Pulihkan Kerusakan DAS, Pakar UGM Desak Rehabilitasi Vegetatif dan Agroforestri

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kerusakan kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) dinilai menjadi pemicu utama banjir bandang yang melanda Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

Pakar Konservasi Tanah dan Air Universitas Gadjah Mada (UGM) Ambar Kusumandari mendesak pemerintah melakukan rehabilitasi vegetatif dan penerapan agroforestri untuk memulihkan fungsi ekologis DAS.

Temuan pembukaan lahan di kawasan hulu menguatkan dugaan tersebut. Bareskrim Polri mengidentifikasi aktivitas pembukaan lahan oleh perusahaan kelapa sawit yang diduga memicu banjir bandang di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.

Read also:  Pemerintah Kebut Operasional PLTA Batang Toru, Perkuat Sistem Kelistrikan Sumatera

Berdasarkan citra satelit, terdapat 110 titik pembukaan lahan di DAS Garoga yang menyebabkan luapan air dan menimbulkan korban 47 orang meninggal dunia serta 22 orang hilang.

Ambar mengatakan pembukaan lahan di hulu berdampak langsung hingga wilayah tengah dan hilir. “Arus sungai yang mampu membawa balok-balok kayu besar menunjukkan rusaknya kawasan hulu sebagai area konservasi dan lindung yang seharusnya menjaga ekosistem di bawahnya,” ujarnya, Selasa (6/1).

Ia menjelaskan, hilangnya tutupan hutan menghapus fungsi hutan sebagai “bendungan alami” yang mengintersepsi air hujan melalui tajuk pohon.

Read also:  KPH Berperan Penting Mitigasi Karhutla, Pengembangan Bioekonomi Jadi Strategi

Tanpa resapan di hulu, air hujan langsung mengalir ke permukaan dalam volume besar sehingga sungai di hilir tidak mampu menampung beban air dan memicu banjir bandang.

Menurut Ambar, lahan negara di kawasan hulu yang terdeforestasi perlu segera direhabilitasi melalui penghutanan kembali, didukung upaya mekanik yang tepat sebagai fondasi pemulihan ekosistem.

Sementara itu, pada lahan milik masyarakat, pendekatan agroforestri—menggabungkan tanaman hutan dengan tanaman pangan atau obat—dinilai paling relevan.

Read also:  Optimalkan Potensi Bioekonomi untuk Kelestarian Hutan, Kemenhut Dorong Penguatan KPH

“Lahan pemerintah difokuskan sebagai hutan lindung. Untuk lahan masyarakat, dibangun menyerupai hutan tetapi tetap memberi manfaat ekonomi,” katanya.

Ia juga mendorong moratorium kegiatan yang merusak lingkungan, seperti tambang dan perkebunan skala besar, serta penataan ulang tata ruang berbasis pengelolaan DAS. Selain itu, Ambar menekankan penguatan sistem peringatan dini berbasis prediksi BMKG dan peta potensi bencana.

“Kita perlu memahami kondisi alam dan menyesuaikan aktivitas manusia secara adaptif,” pungkasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

Karhutla di Sejumlah Wilayah, KLH Catat Penurunan Kualitas Udara

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mencatat penurunan kualitas udara di sejumlah provinsi yang terdampak potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Kemenhut Laporkan Penurunan Hotspot Nasional 56 Persen, Pastikan Pengendalian Karhutla Diperkuat

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mencatat jumlah titik panas (hotspot) nasional turun 56,2 persen dalam sehari, dari 2.170 titik pada 19 Agustus menjadi 950 titik...

Karhutla Meningkat, Pemerintah Perkuat Operasi Terpadu di Tiga Provinsi Kalimantan

Ecobiz.asia — Pemerintah memperkuat operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan menyusul peningkatan hotspot berkepercayaan...

Gerakan Jemaat Jaga Bumi, KLH Dorong HKBP Perkuat Pilah Sampah Menuju Gereja Hijau

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong organisasi keagamaan mengambil peran lebih besar dalam pengelolaan sampah melalui perubahan perilaku jemaat. Menteri LH/Kepala...

TOP STORIES

Presiden Prabowo Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan, Perkuat Operasi Pemadaman

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan di tengah kondisi cuaca yang sangat kering akibat fenomena...

West Java Explores 900 Nm3/Hour Waste-to-Hydrogen Project at Sarimukti

Ecobiz.asia – The West Java Provincial Government is exploring a waste-to-hydrogen project at the Sarimukti regional waste facility with planned hydrogen production capacity of...

Indonesia Accelerates Industrial Decarbonisation Across Nine Sectors Toward 2050 Net Zero

Ecobiz.asia – Indonesia has identified nine industrial subsectors as priorities for decarbonisation as the government targets net-zero emissions in the industrial sector by 2050,...

Indonesia Faces a New Waste Challenge as Renewable Energy Expansion Accelerates

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to scale up renewable energy, but the country is also beginning to confront a less visible consequence of the...

SETI Shows Energy Efficiency Can Cut Industrial Costs by Billions of Rupiah

Ecobiz.asia – Energy-efficiency and clean-energy projects implemented under the Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) program have delivered significant cost-saving and emissions-reduction opportunities for...