WRI: Transisi Bus dan Truk Listrik Kunci Kurangi Emisi dan Polusi Udara

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – World Resources Institute (WRI) Indonesia menilai transisi kendaraan berat seperti bus dan truk menuju listrik sebagai kunci utama pengurangan emisi karbon dan polusi udara di Indonesia. 

Meski jumlahnya hanya 3,7% dari total kendaraan, kendaraan berat menyumbang hampir 34% dari total emisi sektor transportasi.

“Kalau ingin menuju net zero emission, kendaraan berat adalah kuncinya. Kita menghadapi darurat nasional terkait polusi udara, dan PM2,5 menjadi penyebab utama penyakit pernapasan,” kata Direktur WRI Indonesia, Arief Wijaya, dalam Indonesia Zero Emission Heavy Duty Vehicle Summit 2025 di Jakarta, Selasa (27/5/2025).

Baca juga: Kolaborasi INVI, Hyundai, dan Laksana Hadirkan Bus Listrik (EV) Medium Pertama Buatan Indonesia, Cocok untuk Perkotaan dan Pariwisata

Read also:  Presiden Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah, Intervensi Penyusutan Kantong Habitat

Selain dampak lingkungan, subsidi energi untuk sektor ini juga menjadi beban besar bagi negara. Arief menyebut subsidi solar mencapai hampir Rp85 triliun per tahun, sementara 60% kebutuhan BBM nasional masih bergantung pada impor dengan nilai mencapai Rp1.200 triliun.

“Jika transisi dilakukan, kita tidak hanya mengurangi emisi, tapi juga menghemat anggaran negara dan memperkuat ketahanan energi,” ujarnya.

WRI bersama Kementerian Perhubungan telah menghitung emisi transportasi nasional yang saat ini mencapai 156 juta ton. Targetnya, angka ini turun menjadi 54 juta ton melalui dekarbonisasi, terutama di sektor angkutan barang dan bus.

Read also:  Manggala Agni Kendalikan Karhutla di Bengkalis dan Pelalawan, Luas Terbakar 118 Hektare

Namun, upaya elektrifikasi transportasi publik masih terkendala kapasitas fiskal daerah. Dari 34 provinsi, hanya empat yang mampu menyubsidi pengadaan 200 unit bus listrik. Padahal, potensi nasional diperkirakan mencapai 14.000 unit.

“Potensinya besar, tapi daya dukung fiskal daerah sangat terbatas,” kata Arief.

Baca juga: Kolaborasi Transportasi Hijau di Jakarta, PLN Tingkatkan Pasokan Listrik untuk Charging Station Bus Listrik  Transjakarta

Untuk mengatasi hambatan ini, WRI mendorong pendekatan demand aggregation, yaitu konsolidasi permintaan bus listrik secara nasional agar harga lebih kompetitif. Arief mencontohkan India yang berhasil menurunkan harga bus listrik hingga 30% melalui skema ini.

“India menjadi contoh sukses. Mereka bisa mendatangkan 5.000 bus listrik dalam waktu kurang dari setahun karena pendekatan ini,” ujarnya.

Read also:  Survei Setahun Danantara: Publik Optimistis, Strategi Investasi Dinilai Tertinggal

WRI juga menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung. Untuk mendukung transisi logistik berbasis listrik, perlu dibangun ultra-fast charging station di sepanjang jalur logistik utama, seperti Trans Jawa.

“Kami sudah memodelkan koridor logistik di Jawa. Untuk kendaraan listrik berat, charging station yang dibangun harus ultra-fast,” kata Arief.

WRI menegaskan bahwa keberhasilan dekarbonisasi transportasi tak bisa bergantung pada satu pihak. Diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku industri, dan lembaga riset agar target emisi dapat dicapai tanpa mengorbankan efisiensi ekonomi dan layanan publik. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Presiden Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah, Intervensi Penyusutan Kantong Habitat

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dua kebijakan strategis untuk memperkuat konservasi satwa liar dan pengelolaan kawasan konservasi, yakni Instruksi Presiden (Inpres) penyelamatan gajah...

Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai, Perjalanan Pulang Capai 14 Hari

Ecobiz.asia — PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil mengevakuasi 19 Perwira yang bertugas di kawasan Timur Tengah, terdiri dari 11 pekerja di...

LPEM UI: Kontribusi Ekonomi AMMAN Capai Rp173,4 Triliun Selama 2018–2024

Ecobiz.asia -- Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) merilis kajian bertajuk Analisis Dampak Makroekonomi dan Sosial...

PHE Sebut Kolaborasi dengan Industri Asuransi Penting bagi Keberlanjutan Hulu Migas

Ecobiz.asia -- Peningkatan aktivitas dan produksi hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional dalam beberapa tahun ke depan dinilai membuka peluang besar bagi industri...

Gakkum Kehutanan Tangkap Aktor Kunci Jaringan Pembalakan Liar di Taman Nasional Baluran

Ecobiz.asia — Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan menangkap seorang tersangka berinisial AH (40) yang diduga menjadi aktor kunci jaringan pembalakan liar di...

TOP STORIES

Chandra Asri’s Recycled Plastic Used for Plastic Asphalt at Java 9 & 10 Power Plant

Ecobiz.asia — Indonesian petrochemical producer PT Chandra Asri Pacific Tbk has supplied recycled plastic material for plastic asphalt used in road construction within the...

President Prabowo Prepares Decree on Elephant Protection, Task Force for National Park Financing

Ecobiz.asia — Indonesia's President Prabowo Subianto is preparing two strategic policies to strengthen wildlife conservation and the management of protected areas, including a presidential...

Presiden Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah, Intervensi Penyusutan Kantong Habitat

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto menyiapkan dua kebijakan strategis untuk memperkuat konservasi satwa liar dan pengelolaan kawasan konservasi, yakni Instruksi Presiden (Inpres) penyelamatan gajah...

Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di...

Pertamina Evakuasi 19 Pekerja dari Irak dan Dubai, Perjalanan Pulang Capai 14 Hari

Ecobiz.asia — PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) berhasil mengevakuasi 19 Perwira yang bertugas di kawasan Timur Tengah, terdiri dari 11 pekerja di...