Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di kawasan operasional proyek PLTU Jawa 9 dan 10 yang dioperasikan oleh PT Indo Raya Tenaga.

Material plastik daur ulang tersebut dipasarkan dengan merek CIRCLO dan digunakan sebagai campuran aspal untuk pembangunan jalan sepanjang beberapa ratus meter di dalam kompleks pembangkit listrik.

Direktur Legal, External Relations and Circular Economy Chandra Asri, Edi Rivai, mengatakan perusahaan terus mendorong praktik ekonomi sirkular melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pelaku industri daur ulang dan mitra industri lainnya.

Read also:  Ceria Raih PROPER Hijau Perdana 2024–2025, Bukti Kinerja Lingkungan Beyond Compliance

“Pemanfaatan CIRCLO untuk campuran aspal di Indo Raya Tenaga menunjukkan bagaimana solusi sirkular dapat diterapkan secara praktis untuk memenuhi kebutuhan industri sekaligus memberikan nilai lingkungan dan ekonomi,” kata dia dalam pernyataannya, Kamis (12/3/2026).

Penggunaan material tersebut diperkirakan dapat mengalihkan hingga 3.200 kilogram sampah plastik dari tempat pembuangan akhir. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya mendorong praktik ekonomi sirkular dengan memanfaatkan kembali plastik pascakonsumsi sebagai bahan yang dapat meningkatkan kekuatan dan daya tahan aspal.

Produk CIRCLO mulai diproduksi dan dipasok secara komersial sejak 2025 dalam bentuk cacahan plastik daur ulang yang dirancang khusus untuk aplikasi aspal plastik.

Read also:  PLN Indonesia Power Manfaatkan 1,94 Juta Ton FABA Sepanjang 2025

Produk ini dikembangkan bersama mitra industri daur ulang dan dipasarkan melalui PT Chandra Trading Nusantara, anak usaha yang bertanggung jawab atas lisensi dan komersialisasi produk ekonomi sirkular tersebut.

Penelitian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada 2017 menunjukkan bahwa aspal plastik dapat meningkatkan stabilitas dan ketahanan jalan serta memperpanjang umur layanan struktur jalan dibandingkan aspal konvensional.

Produksi dan pengolahan CIRCLO juga melibatkan pemulung serta komunitas lokal yang bekerja sama dengan mitra daur ulang dalam rantai pengumpulan sampah plastik, sehingga membuka peluang ekonomi tambahan sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi sirkular.

Read also:  KKP dan Fairatmos Kaji Potensi Proyek Percontohan Karbon Biru di Jawa Tengah

Chandra Asri menyatakan material plastik daur ulang tersebut berpotensi diadopsi lebih luas dalam pembangunan infrastruktur seiring meningkatnya upaya industri mengintegrasikan prinsip keberlanjutan melalui penggunaan aspal plastik.

Managing Director proyek Indo Raya Tenaga, Steve Adrianto, mengatakan penggunaan aspal plastik merupakan langkah praktis untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur operasional perusahaan.

“Sebagai penyedia energi, kami menyadari pentingnya memastikan setiap aspek operasional mempertimbangkan dampak lingkungan, termasuk dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di area operasional,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLN Nusantara Power Gandeng VOGO-ARSTROMA, Jakaki Pengembangan Teknologi CCUS Berbasis Membran

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power menjajaki pengembangan teknologi penangkapan karbon melalui kerja sama dengan VOGO-ARSTROMA guna mendukung transisi energi dan target net zero...

PGN Group Borong 4 PROPER Emas dan 5 Hijau 2025

Ecoboz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali mempertegas komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih empat PROPER Emas dan lima PROPER...

PHR Dorong Pengembangan Migas Non-Konvensional untuk Jaga Produksi dan Dukung Transisi Energi

Ecobiz.asia - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong pengembangan migas non-konvensional (MNK) sebagai upaya menjaga keberlanjutan produksi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional di tengah...

NHM Pulihkan 232,69 Hektare Lahan Bekas Tambang, Tingkat Keberhasilan 100%

Ecobiz.asia — PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) telah memulihkan 232,69 hektare lahan bekas tambang hingga 2026 melalui program reklamasi dan revegetasi, dengan tingkat keberhasilan...

Tanam 4.300 Pohon di Enam Wilayah, Pertagas Perkuat Komitmen Lingkungan

Ecobiz.asia — PT Pertamina Gas (Pertagas) menanam sebanyak 4.300 pohon di enam wilayah operasi sebagai bagian dari penguatan komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan ini...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...