Manggala Agni Kendalikan Karhutla di Bengkalis dan Pelalawan, Luas Terbakar 118 Hektare

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan, Provinsi Riau, dengan total luas area terdampak mencapai sekitar 118 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan saat ini tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa api dan mencegah kebakaran berulang, terutama di lahan gambut.

“Saat ini tim masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah potensi kebakaran kembali. Potensi asap masih tinggi sehingga mopping up terus dilakukan,” ujar Ferdian, Selasa (4/3/2026).

Read also:  Kemenhut Kerahkan 387 Personel dan Armada Udara Tangani Karhutla di Riau

Di Bengkalis, kebakaran terjadi di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, dengan luas terbakar sekitar 50 hektare pada kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT). Proses pemadaman dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, perusahaan pemegang konsesi, serta Masyarakat Peduli Api (MPA).

“Kebakaran ini terjadi di lahan gambut sehingga penanganannya harus benar-benar tuntas agar tidak muncul api kembali,” kata Ferdian.

Read also:  Pertemuan Bilateral Prabowo dan PM Jepang, Bahas Mineral Kritis Hingga Pengembangan Energi Nuklir

Sementara itu, di Pelalawan, kebakaran melanda Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti, dengan luas area terdampak sekitar 68,3 hektare di kawasan areal penggunaan lain (APL). Tim gabungan memastikan proses pemadaman dilakukan hingga tidak ada potensi bara tersisa.

Selain penanganan darurat, Manggala Agni juga memperkuat upaya pencegahan melalui patroli terpadu dan pendekatan sosial kepada masyarakat. Sejak Januari hingga awal Maret 2026, patroli pencegahan telah dilakukan di 80 desa rawan karhutla di Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Read also:  PLTA Batang Toru Siap Bayar Denda Lingkungan Rp200,6 M, Dapat Lampu Hijau Beroperasi Kembali

Untuk mendukung pengendalian karhutla, pemerintah juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana sebagai respons atas permintaan Pemerintah Provinsi Riau, dengan rekomendasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Kementerian Kehutanan.

OMC difokuskan di wilayah Pelalawan, Bengkalis, Siak, dan Dumai untuk meningkatkan curah hujan, menjaga kelembapan gambut, serta menekan risiko kebakaran lanjutan, mengingat kondisi kekeringan di Riau masih tergolong tinggi dalam beberapa hari ke depan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Pemilahan Sampah Jadi Penentu Keberhasilan Teknologi PSEL (Waste to Energy)

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menegaskan bahwa pemilahan sampah dari sumber menjadi faktor kunci keberhasilan teknologi...

Menhut Serahkan 1.742 Hektare Izin Perhutanan Sosial ke Masyarakat Sulut

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyerahkan akses kelola hutan kepada 328 kepala keluarga (KK) di Sulawesi Utara melalui skema perhutanan sosial guna...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...