PHE Sebut Kolaborasi dengan Industri Asuransi Penting bagi Keberlanjutan Hulu Migas

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Peningkatan aktivitas dan produksi hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional dalam beberapa tahun ke depan dinilai membuka peluang besar bagi industri asuransi. Seiring meningkatnya investasi dan nilai aset energi yang mencapai miliaran dolar AS, perlindungan asuransi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasi dan ketahanan industri.

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mencatat kontribusi signifikan terhadap produksi migas nasional. Saat ini PHE mengelola sekitar 27% wilayah kerja operator di Indonesia dan berkontribusi terhadap sekitar 65% lifting minyak domestik serta 35% lifting gas nasional.

Perusahaan terus menjalankan berbagai program strategis guna mendukung ketahanan energi sekaligus meningkatkan produksi migas nasional. Upaya tersebut antara lain melalui pengembangan lapangan, eksplorasi wilayah baru, penerapan enhanced oil recovery (EOR), serta optimalisasi aset eksisting melalui kegiatan pengeboran, workover, dan well intervention.

Read also:  Laba Melonjak 4,5 Kali Lipat, Samator Indo Gas Awali 2026 dengan Momentum Kuat

PHE juga aktif melakukan eksplorasi di sejumlah wilayah kerja yang dinilai memiliki potensi tambahan sumber daya migas signifikan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengimbangi penurunan alami produksi sekaligus memperkuat pasokan energi domestik.

Seiring meningkatnya aktivitas tersebut, nilai aset yang dikelola PHE juga terus bertambah. Setiap tahunnya, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) bernilai miliaran dolar AS untuk kegiatan pengembangan, eksplorasi, serta layanan penunjang migas. Aset yang diasuransikan mencakup fasilitas properti onshore, instalasi offshore, hingga ribuan sumur migas.

Read also:  Proyek PLTS Terapung Patungan PLN-ACWA Power Tersendat Izin Penggunaan Kawasan Hutan

VP Financing & Treasury PT Pertamina Hulu Energi, Villia Sim, mengatakan bahwa kolaborasi dengan industri asuransi menjadi bagian penting dalam mendukung keberlanjutan industri hulu migas.

“Produksi migas bukan hanya soal lifting. Ini tentang membangun industri yang resilient, bankable, dan terpercaya. Kolaborasi dengan industri asuransi merupakan bagian fundamental dari strategi keberlanjutan PHE,” ujarnya dalam acara Bincang Santai EITS bertajuk Potensi Besar Bisnis Asuransi Dibalik Peningkatan Produksi Migas di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Menurut Villia, dalam skema kontrak kerja sama hulu migas di Indonesia, setiap kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) juga diwajibkan menjaga perlindungan asuransi selama masa operasi. Ketentuan tersebut bertujuan memastikan stabilitas industri sekaligus melindungi investasi energi nasional.

Read also:  Bahlil Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ke depan, PHE akan menjalankan strategi pertumbuhan ganda melalui optimalisasi bisnis inti migas serta pengembangan energi rendah karbon, termasuk carbon capture storage/carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS) dan program dekarbonisasi.

Dengan dukungan kemitraan strategis, termasuk dari sektor asuransi, industri hulu migas diharapkan semakin tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

PHE juga menegaskan komitmennya dalam menjalankan operasional sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan menerapkan kebijakan zero tolerance on bribery melalui berbagai langkah pencegahan fraud, termasuk implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah tersertifikasi ISO 37001:2016. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul "Merawat Esok" yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui...

Kemenhut dan UNEP Tandatangani Implementing Arrangement untuk Perkuat Kerja Sama REDD+

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan United Nations Environment Programme (UNEP) menandatangani Implementing Arrangement (IA) terkait proyek Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation...

Gamer Kampanyekan Aksi Iklim dan Gaya Hidup Berkelanjutan, Dorong Penggunaan Perangkat Hemat Energi

Ecobiz.asia – Komunitas gamer, streamer, dan e-sports bersama WWF-Indonesia mengampanyekan aksi iklim dan gaya hidup berkelanjutan dengan mendorong penggunaan perangkat listrik hemat energi serta...

Operasi Gabungan Kemenhut Tertibkan 5 Industri Kayu di Sumut, Ribuan Kayu Diduga Ilegal Diamankan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan melalui tim operasi gabungan menertibkan lima industri pengolahan kayu atau sawmill di Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Dalam...

Lindungi Ekosistem dan Karbon, KKP dan PLN Sinergikan Penataan Ruang Laut untuk Infrastruktur Ketenagalistrikan

Ecobiz.asia - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan PT PLN (Persero) resmi menandatangani kerja sama penyelenggaraan penataan ruang laut untuk mendukung pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan...

TOP STORIES

Direct Carbon Pricing Now Covers Nearly One-Third of Global Emissions: World Bank

Ecobiz.asia — Direct carbon pricing mechanisms now cover nearly one-third of global greenhouse gas emissions, while revenues generated from carbon pricing have surpassed US$107...

Indonesia, UNEP Sign Implementing Arrangement to Strengthen REDD+ Cooperation

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Forestry and the United Nations Environment Programme have signed an Implementing Arrangement (IA) to strengthen cooperation on Reducing Emissions...

Indonesia, Norway Advance Fifth REDD+ Payment Under Agreed MRV Protocol

Ecobiz.asia — Norway has reaffirmed its commitment to strengthening its climate and forestry partnership with Indonesia and is preparing to disburse the fifth phase...

Dari Pernah Merugi hingga Raup Puluhan Juta, Petani Semangka di Musi Banyuasin Bangkit Bersama Program MedcoEnergi

Ecobiz.asia — Hamparan semangka yang kini dipanen Kelompok Sumpal Palawija Makmur di Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menjadi...

Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) meluncurkan film dokumenter berjudul "Merawat Esok" yang merekam berbagai aksi pengurangan emisi karbon sektor kehutanan dan penggunaan lahan melalui...