Terdaftar di IDX Carbon, NBE Tawarkan Kredit Karbon dari Proyek Biogas Limbah Sawit

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Nagata Bio Energi (NBE), anak usaha PT ABM Investama Tbk, resmi bergabung dengan IDX Carbon, menawarkan kredit karbon yang dihasilkan dari proyek biogas berbasis limbah cair sawit di Kalimantan Selatan.

Dalam keterangan tertulis, Jumat (28/2/2026), Direktur NBE Doni Syamsurianto menjelaskan, kredit karbon tersebut bersumber dari Sukadamai Biogas Project di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, yang mengolah Palm Oil Mill Effluent (POME) menjadi gas metana dan kemudian dikonversi menjadi listrik.

“Pemanfaatan limbah sawit menjadi energi terbarukan tidak hanya menekan emisi, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi baru bagi perusahaan dan masyarakat sekitar,” ujar Doni.

Read also:  Aqua dan Veolia Resmikan Pabrik Daur Ulang Botol Plastik PET Berkapasitas 25.000 Ton per Tahun, Terbesar di Indonesia

Fasilitas biogas tersebut telah beroperasi secara komersial sejak Agustus 2020 melalui skema build–operate–transfer (BOT) selama 15 tahun dengan mitra pemasok POME. Rata-rata, proyek ini mengolah sekitar 129.331 meter kubik limbah cair sawit per tahun.

Dalam periode tiga tahun, proyek tersebut menghasilkan listrik sebesar 30.244 megawatt hour (MWh) yang dipasok secara berkelanjutan ke jaringan PLN sebagai offtaker.

Dari sisi lingkungan, Sukadamai Biogas Project mencatatkan pengurangan emisi terverifikasi sebesar 121.919 ton CO₂ sepanjang 2021–2023, atau sekitar 40.638 ton CO₂ per tahun. Angka tersebut setara dengan emisi tahunan lebih dari 8.000 kendaraan penumpang berbahan bakar bensin.

Read also:  Pengembangan SRUK Capai 90%, Registri Karbon Bakal Terintegrasi dengan Pasar Global

Capaian tersebut merepresentasikan sekitar 82 persen dari target penurunan emisi proyek sebesar 147.456 ton CO₂, yang diperoleh melalui pengelolaan limbah dan substitusi energi fosil dengan biogas. Seluruh pengurangan emisi tersebut telah memperoleh Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE-GRK) dan terdaftar dalam Sistem Registri Nasional (SRN).

Keterlibatan di IDX Carbon sejak Februari 2026 menempatkan NBE sebagai salah satu pelaku swasta yang lebih awal memanfaatkan mekanisme perdagangan karbon berbasis pengelolaan limbah sawit.

Read also:  PHE Tegaskan Komitmen ESG dan Ketahanan Energi di OTC Asia

Langkah ini juga sejalan dengan target dekarbonisasi nasional menuju net zero emissions pada 2060 serta strategi ABM Group dalam memperluas portofolio energi terbarukan berbasis limbah organik.

Ke depan, NBE membuka peluang replikasi model proyek serupa di wilayah potensial lain guna memperluas dampak ekonomi karbon dan kontribusi pengurangan emisi nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Beyond Compliance, 282 Perusahaan Raih Peringkat Emas dan Hijau PROPER 2025

Ecobiz.asia — Sebanyak 282 perusahaan berhasil meraih peringkat beyond compliance dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) periode 2024–2025 Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan...

ADB Luncurkan Dana Regional Pengembangan ASEAN Power Grid, Modal Awal US$25 Juta

Ecobiz.asia — Asian Development Bank meluncurkan dana perwalian multipihak untuk mendukung persiapan proyek infrastruktur energi dan transmisi lintas negara di Asia Tenggara, menjadi inisiatif...

SESMO Garap PLTS 262 MWp Rp3,5 T di IMIP, Masuk Tahap Konstruksi

Ecobiz.asia — PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESMO) mulai menggarap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 262 MWp di kawasan Indonesia Morowali Industrial...

Mikroalga Berpotensi Jadi Basis Bioenergi, Bahan Baku Industri hingga Solusi Perubahan Iklim

Ecobiz.asia — Mikroalga dinilai memiliki potensi strategis sebagai sumber bioenergi, bahan baku industri, hingga solusi mitigasi perubahan iklim melalui kemampuan menyerap karbon dan menghasilkan...

PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo Kembangkan Rantai Pasok Biomassa Terintegrasi

Ecobiz.asia — PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kerja sama dengan PT Kalimantan Powerindo untuk mengembangkan rantai pasok bioenergi terintegrasi guna memperkuat...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...