KLH Hidupkan Kembali Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon, Perkuat Sinergi Aksi Iklim Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghidupkan kembali Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RKKIK) sebagai pusat sinergi multipihak untuk mempercepat implementasi aksi iklim nasional dan pengembangan ekonomi karbon Indonesia.

Reaktivasi RKKIK dilakukan di tengah upaya pemerintah mempercepat pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC) dan implementasi Nilai Ekonomi Karbon (NEK) menuju pembangunan rendah karbon.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengatakan keberhasilan agenda iklim nasional tidak dapat dicapai hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.

“Keberhasilan agenda iklim tidak hanya ditentukan oleh kualitas kebijakan, tetapi juga kemampuan membangun ekosistem kolaborasi yang menghubungkan pengetahuan, data, sumber daya, dan aksi nyata di lapangan,” ujar Jumhur saat peresmian operasional kembali RKKIK di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Read also:  Hidupkan Perdagangan Karbon, Kemenhut Kerja Bak 'Roro Jongrang' Sosialisasikan Permenhut 6/2026

Menurutnya, RKKIK akan difungsikan sebagai ruang bersama bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, hingga generasi muda untuk berdiskusi, berkonsultasi, dan membangun sinergi dalam mendukung agenda pengendalian perubahan iklim nasional.

“RKKIK harus menjadi tempat bertemunya ide, pengetahuan, pengalaman, dan solusi untuk menjawab berbagai tantangan perubahan iklim yang kita hadapi bersama,” katanya.

Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH Ary Sudijanto menjelaskan operasional kembali RKKIK dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri LH/Kepala BPLH Nomor 2211 Tahun 2026 yang ditetapkan pada 1 Juni 2026.

Read also:  OJK Beberkan Revisi Aturan Bursa Karbon, Gunakan Teknologi Blockchain dan Terhubung SRUK

Ary mengatakan RKKIK dirancang sebagai pusat konsultasi, komunikasi, edukasi, dan layanan teknis yang menjembatani kebutuhan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, serta mitra pembangunan dalam implementasi kebijakan iklim dan karbon.

“RKKIK merupakan instrumen penting untuk memperkuat efektivitas pencapaian target NDC dan implementasi Nilai Ekonomi Karbon di Indonesia,” ujar Ary.

Ke depan, RKKIK akan menjadi pusat layanan berbagai agenda strategis perubahan iklim, mulai dari mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, implementasi Nilai Ekonomi Karbon, Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), hingga Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Read also:  Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

KLH/BPLH juga menyiapkan sejumlah program unggulan melalui RKKIK seperti Pojok Iklim, Climate Clinic, Cengkrama Iklim, National Carbon Forum, dan Carbon Youth Lab untuk memperkuat kapasitas, konsultasi teknis, serta keterlibatan generasi muda dalam pengembangan ekonomi karbon nasional.

Pemerintah berharap operasional kembali RKKIK dapat memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus mempercepat lahirnya berbagai solusi iklim berbasis kolaborasi, inovasi, dan pendanaan berkelanjutan dalam mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Diminati Investor Korea, KLH Buka Peluang Pemanfaatan Metana di TPA Sampah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) membuka peluang pengembangan proyek penurunan emisi metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sebagai bagian...

KLH Siapkan UU Keadilan Iklim, Pastikan Manfaat Perdagangan Karbon untuk Masyarakat Adat dan Desa

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan Undang-Undang Keadilan Iklim untuk memastikan manfaat perdagangan karbon tidak hanya dinikmati pelaku usaha, tetapi...

Kemenhut Rancang JREDD+ Jadi Jembatan Pasar Karbon Sukarela dan Wajib

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan mendorong percepatan implementasi Jurisdictional REDD+ (JREDD+) sebagai instrumen perdagangan karbon kehutanan untuk mendukung target restorasi lahan kritis dan perlindungan hutan...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Climate Justice Law to Ensure Carbon Market Benefits Reach Local Communities

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Environment and Environmental Control Agency (KLH/BPLH) is preparing a Climate Justice Law aimed at ensuring that the benefits of...

Indonesia Opens Opportunities for Landfill Methane Projects Amid Korean Investor Interest

Ecobiz.asia — Indonesia is opening opportunities for methane reduction projects at landfill sites as part of efforts to strengthen the country’s carbon economy and...

Indonesia Uncovers Illegal Elephant Ivory Trade in Bali Through Cyber Patrol

Ecobiz.asia — Indonesian forestry law enforcement authorities have completed the investigation into an alleged illegal elephant ivory trade case in Bali after prosecutors declared...

Maluku Utara Dorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan di Tengah Sorotan Pasar Global

Ecobiz.asia — Maluku Utara mulai memosisikan diri sebagai referensi baru hilirisasi nikel berkelanjutan di tengah meningkatnya tuntutan pasar global terhadap rantai pasok mineral kritis...

Diminati Investor Korea, KLH Buka Peluang Pemanfaatan Metana di TPA Sampah

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) membuka peluang pengembangan proyek penurunan emisi metana dari tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah sebagai bagian...