Soroti Bencana Banjir Sumatra, Refleksi Natal Kemenhut Tekankan Solidaritas Rimbawan dan Kepedulian Pemulihan Bumi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menggelar peringatan Natal 2025 bertajuk Refleksi Natal & Solidaritas Rimbawan di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Kegiatan ini menekankan penguatan nilai keluarga, solidaritas sosial, serta komitmen pemulihan lingkungan di tengah berbagai krisis ekologis dan bencana alam.

Acara yang dihadiri sekitar 500 peserta dari unsur pegawai Kemenhut, keluarga, mitra kerja, serta undangan lintas kementerian dan lembaga ini mengusung subtema “Damai Natal Meneguhkan Keluarga, Memulihkan Bumi, dan Menumbuhkan Harapan”, sejalan dengan Tema Natal Nasional 2025 dari PGI dan KWI, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam sambutannya menekankan pentingnya perubahan budaya sebagai kunci menghadapi krisis lingkungan dan mempercepat pemulihan pascabencana, khususnya di wilayah Sumatera yang terdampak banjir dan bencana hidrometeorologi.

Read also:  Gakkum Kehutanan Amankan Tujuh Burung Dilindungi di Deli Serdang, Satu Orang Jadi Tersangka

“Ada banyak aturan dan regulasi sebagai bagian dari perubahan struktural. Namun jika perilaku individu dan budaya tidak berubah, maka perubahan itu tidak akan terjadi. Unit terkecil dan terpenting untuk memulai perubahan itu adalah keluarga,” ujar Raja Juli Antoni.

Ia mengajak seluruh insan rimbawan untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana di lingkungan keluarga, yang kemudian dapat mendorong perubahan kolektif di masyarakat.

Menurutnya, pesan tersebut sejalan dengan tema Natal yang menempatkan keluarga sebagai fondasi kehidupan sosial dan ekologis.

Read also:  PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kemenhut juga menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dana yang dihimpun, termasuk hasil penjualan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari kelompok tani hutan yang dipamerkan di Gedung Manggala Wanabakti, akan disalurkan sepenuhnya untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak.

Selain ibadah dan refleksi Natal, panitia melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan ekologis, antara lain bakti sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera, penanaman pohon oleh unit kerja pusat dan daerah, bantuan sosial bagi anak-anak panti asuhan di Depok, serta program “Rimbawan Kristiani Kemenhut Mengajar Anak Marginal”.

Read also:  Respons Toba Pulp Lestari (INRU) Usai Masuk Daftar 28 Perusahaan yang Dicabut Izinnya

Dalam kesempatan tersebut, Menhut juga berdialog dengan anggota Manggala Agni yang terlibat langsung dalam penanganan pascabencana, termasuk pembersihan lumpur dan kayu di wilayah terdampak banjir. Ia turut menyerahkan secara simbolis dana bantuan kepada perwakilan Kemenhut untuk disalurkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Melalui Refleksi Natal dan Solidaritas Rimbawan 2025, Kemenhut menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan nilai iman, kemanusiaan, dan kepedulian ekologis, serta memperkuat peran insan kehutanan dalam menjaga hutan, memulihkan bumi, dan menumbuhkan harapan bagi masyarakat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...

KLH Turunkan Tim Ahli Kaji Penyebab Longsor di Cisarua, Evaluasi Tata Ruang

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua,...

Indonesia, UK Push Post-COP30 Climate Action, Focus on Finance and Resilience

Ecobiz.asia — Indonesia and Britain agreed to step up climate cooperation to accelerate post-COP30 action, with a focus on climate finance, national resilience and...

TOP STORIES

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...