PLN Indonesia Power Manfaatkan 1,94 Juta Ton FABA Sepanjang 2025

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PLN Indonesia Power mencatat pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) mencapai 1,94 juta ton sepanjang 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat praktik bisnis berkelanjutan dan ekonomi sirkular.

FABA merupakan sisa hasil pembakaran batubara dari proses pembangkitan listrik yang kini dikelola menjadi material bernilai guna, khususnya untuk sektor konstruksi dan infrastruktur.

Pemanfaatan terbesar FABA digunakan sebagai bahan timbunan atau subgrade sebesar 662.891 ton, diikuti substitusi bahan baku semen sebesar 593.592 ton, serta untuk pencegahan air asam tambang sekitar 251.406 ton. Selain itu, material ini juga dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan konstruksi seperti paving, beton non-struktur, roadbase, batako, hingga mortar perekat.

Read also:  Manfaatkan Metana di TPA Sampah Sarimukti, Pertamina-Kembangkan Hidrogen dan Biomethane

Tak hanya itu, FABA juga digunakan untuk produk turunan seperti beton ready mix, jalan beton, beton pracetak, hingga material bangunan seperti genteng dan kansteen. Dalam skala tertentu, FABA turut dimanfaatkan sebagai bahan pupuk.

Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan bahwa pengelolaan FABA menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Read also:  PGE Siapkan Fondasi Bisnis Green Hydrogen, Pilot Project Ulubelu Mulai Beroperasi November

“Pengelolaan FABA merupakan bentuk tanggung jawab kami agar proses pembangkitan listrik tidak hanya menghasilkan energi yang andal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, optimalisasi pemanfaatan FABA juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi sumber daya serta memperluas kolaborasi dengan sektor industri.

PLN Indonesia Power memastikan pengelolaan FABA dilakukan secara terintegrasi dan sesuai regulasi, sehingga setiap tahapan pemanfaatannya berjalan aman dan bertanggung jawab.

Read also:  Penyempurnaan PGN Mobile, Catat Meter Mandiri Kini Lebih Akurat

Dengan capaian pemanfaatan mendekati 2 juta ton pada 2025, perusahaan menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai pelaku industri pembangkitan yang berorientasi pada keberlanjutan dan penciptaan nilai tambah.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

NHM Kembangkan Pertanian Modern 10 Hektare di Kao Barat untuk Dukung Ketahanan Pangan

Ecobiz.asia -- PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) mendorong modernisasi sektor pertanian di Kecamatan Kao Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui penerapan teknologi dan...

PHE Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Perkuat Ketahanan Energi Indonesia

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong percepatan pengembangan natural hydrogen di Indonesia sebagai salah satu sumber energi masa depan...

WRI Indonesia Dorong Penguatan Data dan MRV Emisi Metana Sektor Persampahan

Ecobiz.asia -- World Resources Institute (WRI) Indonesia mendorong penguatan kualitas data persampahan dan sistem measurement, reporting, and verification (MRV) untuk mempercepat upaya pengurangan emisi...

PGN Gagas Ajukan Tambahan Alokasi Gas CNG hingga 30 BBTUD untuk Periode 2026-2030

Ecobiz.asia -- PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), anak usaha PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), mengajukan tambahan alokasi gas bumi untuk kebutuhan compressed...

Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Ecobiz.asia – PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menanam 512 fragmen terumbu karang di perairan Sulawesi Utara sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut dan...

TOP STORIES

Indonesia Terus Kembangkan CCS, Teknologi Dinilai Jadi Jembatan Transisi Energi

Ecobiz.asia — Indonesia mulai memasuki tahap implementasi dalam pengembangan carbon capture and storage (CCS), setelah sebelumnya berfokus pada penguatan regulasi. Pengembangan proyek kini diarahkan...

Grup PHI Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Operasi Kalimantan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melalui anak perusahaan dan afiliasinya di Regional 3 Kalimantan memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan...

PLTS Terapung Gajah Mungkur Ditarget Beroperasi 2027, Kapasitas 218 GWh

Ecobiz.asia — Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, mulai dibangun dan ditargetkan beroperasi pada akhir 2027. Pembangkit...

Perusahaan Global Kejar Net Zero, Pasar Kredit Karbon Indonesia Terbuka Luas

Ecobiz.asia — Perubahan perilaku perusahaan global dalam mengejar target net zero berpotensi menjadi sumber baru permintaan kredit karbon, termasuk dari Indonesia. Wakil Ketua Indonesia Carbon...

Veritask: New Framework for Carbon Trading in the Waste Sector

On 12 August 2026, the Minister of Environment/Head of the Environmental Control Agency of the Republic of Indonesia enacted Regulation of the Minister of...