PLN Hadirkan Listrik Bersih SuperSUN di Pulau Satangnga, Warga Nikmati Terang Sepanjang Hari

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menghadirkan akses listrik 24 jam melalui pembangkit energi bersih berbasis tenaga surya di Pulau Satangnga, Kecamatan Tanakeke, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. 

Inisiatif ini diwujudkan lewat pemasangan sembilan unit mikro Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi bernama SuperSUN.

Wilayah yang sebelumnya hanya mengandalkan genset dengan pasokan terbatas pada malam hari kini menikmati listrik bersih dan andal sepanjang hari. 

Baca juga: Xurya-Suryagen Kolaborasi Bangun PLTS di Resort Mewah Labuan Bajo, Dukung Wisata Berkelanjutan

Solusi elektrifikasi ini menjadi bagian dari komitmen PLN untuk mendorong pemerataan energi, khususnya di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).

Read also:  Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

“Dulu kami harus bergantung pada genset dan BBM untuk salat atau belajar malam. Sekarang listrik menyala 24 jam. Ini membawa perubahan besar bagi kehidupan warga,” ujar Muhammad Arif, Camat Kepulauan Tanakeke dikutip Sabtu (10/5/2023).

PLN menyebutkan bahwa SuperSUN tak hanya membawa kenyamanan, tetapi juga efisiensi biaya. 

Baca juga: PLTS Atap 2,4 MWp CCEP Indonesia di Pasuruan Diresmikan, Kurangi Emisi Hingga 2 Juta Kg CO2e per Tahun

Arif menuturkan, pengeluaran untuk bahan bakar harian turun drastis dari Rp75 ribu menjadi sekitar Rp5 ribu per hari.

Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran listrik di pulau tersebut. 

Read also:  PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Energi Kembangkan Bioenergi Sorgum di Gorontalo

“Ini bukan hanya tentang lampu menyala, tapi tentang semangat hidup yang kembali tumbuh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Komjen Pol Mohammad Fadil Imran, Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, yang menilai bahwa keberadaan listrik memperkuat aktivitas pendidikan, ekonomi, dan sosial di masyarakat. 

“Tanakeke tidak sendiri. Negara hadir dan bersama rakyatnya,” katanya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa SuperSUN merupakan bagian dari misi besar PLN untuk menghadirkan keadilan energi hingga pelosok. 

“Listrik bukan sekadar cahaya, ia adalah jembatan menuju masa depan,” ujarnya.

Read also:  PLN Teken PJBTL Terbesar untuk Data Center, Pasok Listrik 511 MVA ke DayOne

Baca juga: Dorong Pengelolaan Sampah, Pemerintah Naikkan Tarif PLTSa Jadi 19-20 Sen Dolar per kWh

SuperSUN sendiri merupakan inovasi karya anak bangsa yang menggabungkan PLTS rooftop, sistem penyimpanan berbasis baterai (BESS), dan smart meter. 

Masyarakat kini dapat memantau pemakaian listrik melalui aplikasi daring. Hingga Mei 2025, tercatat 1.181 unit SuperSUN telah terpasang di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan.

General Manager PLN UID Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, Edyansyah, mengatakan kehadiran listrik mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, seperti usaha es dan penyimpanan hasil laut. 

“Cahaya di malam hari kini menjadi simbol harapan dan masa depan,” tutupnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Blackout Sumatra, PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan Pascagangguan Akibat Cuaca Buruk

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyampaikan progres pemulihan sistem kelistrikan di Sumatra pascagangguan pada jaringan transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt...

Blackout Sumatra, PLN: Pemulihan PLTU Butuh Waktu Lebih Lama Dibanding Hidro dan Gas

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) menyebut proses pemulihan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara membutuhkan waktu lebih lama dibanding pembangkit hidro...

PHE, ExxonMobil dan SK Group Kaji Proyek CCS Lintas Batas Indonesia-Korea Selatan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA)...

Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon, PGN Garap Studi CCS dan Transportasi CO2

Ecobiz.asia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memperkuat langkah transisi energi melalui pengembangan ekosistem Carbon Capture and Storage (CCS) dan transportasi CO2 untuk...

KAI Group Luncurkan Pengelolaan Sampah Terintegrasi, Stasiun Gambir Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – KAI Group meluncurkan program Waste Management Terintegrasi dengan Stasiun Gambir sebagai proyek percontohan pengelolaan sampah modern di kawasan transportasi publik. Kementerian Lingkungan...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...