Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjajaki pengembangan bioenergi berbasis sorgum melalui kerja sama dengan PT Sorbu Agro Energi sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan target net zero emission (NZE) nasional.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berlangsung di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan biomassa memiliki keunggulan dalam menurunkan emisi karbon secara langsung melalui substitusi sebagian penggunaan batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
“Berbeda dengan energi terbarukan lain yang bersifat menggantikan, biomassa mampu mereduksi emisi secara langsung. Substitusi sebagian penggunaan batu bara dengan biomassa menjadi langkah nyata dalam menurunkan emisi,” ujar Hokkop.
Menurut dia, pengembangan bioenergi berbasis sorgum juga sejalan dengan agenda ketahanan energi dan ketahanan pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintah. Di sisi lain, permintaan biomassa global terus meningkat, terutama dari negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan yang tengah memperluas pemanfaatan energi biomassa.
Saat ini, PLN EPI telah mengembangkan hampir 14 jenis biomassa untuk kebutuhan cofiring PLTU dan mengamankan kontrak pasokan biomassa sekitar 1 juta ton melalui hampir 100 kerja sama dengan berbagai mitra.
Dalam kerja sama tersebut, PLN EPI akan berperan sebagai offtaker biomassa sekaligus pengembang ekosistem energi primer, sementara kegiatan budidaya dilakukan oleh mitra.
“Kami berfokus pada penyediaan dan penyerapan biomassa untuk pembangkit. Untuk sektor budidaya, kami bekerja sama dengan mitra agar tercipta ekosistem yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Direktur PT Sorbu Agro Energi, Verdi Budiman, mengatakan pihaknya saat ini mengelola konsesi sekitar 10.000 hektare di Gorontalo dengan potensi pengembangan hingga 40.000 hektare melalui program perhutanan sosial.
Pengembangan tahap awal akan dilakukan di Desa Totopo, Gorontalo, seluas 218 hektare yang berlokasi sekitar 56 kilometer dari PLTU Anggrek, Gorontalo Utara.
Verdi menjelaskan proyek tersebut akan dikembangkan dengan pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah dan BUMN, masyarakat, swasta, akademisi, serta media.
“Kami diharapkan menjadi lokomotif program perhutanan sosial berbasis ekosistem terintegrasi yang mencakup energi biomassa, peternakan, biogas, dan produk turunan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan proyek akan melibatkan berbagai pihak, termasuk PLN EPI dan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo.
Ruang lingkup kerja sama kedua pihak mencakup studi pengembangan bioenergi, pengembangan biomass hub di Sulawesi, kajian teknologi, hingga penjajakan pemanfaatan biomassa kayu dan sumber daya hayati lain untuk mendukung transisi energi nasional.
Melalui kolaborasi tersebut, PLN EPI dan Sorbu Agro Energi menargetkan terbentuknya ekosistem energi bersih berbasis masyarakat yang mampu mendukung penurunan emisi, memperkuat ketahanan energi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. ***



