Gamer Kampanyekan Aksi Iklim dan Gaya Hidup Berkelanjutan, Dorong Penggunaan Perangkat Hemat Energi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Komunitas gamer, streamer, dan e-sports bersama WWF-Indonesia mengampanyekan aksi iklim dan gaya hidup berkelanjutan dengan mendorong penggunaan perangkat listrik hemat energi serta kebiasaan sederhana untuk mengurangi emisi karbon.

Kampanye tersebut mengemuka dalam talkshow Mindful Gaming yang digelar di Point Arena Gaming House, Tendean, Jakarta, sebagai bagian dari gerakan Beyond the Hour. Kegiatan itu didukung Tencent dan menghadirkan sejumlah influencer gaming seperti Chibeg, Curly, Hitman, dan Ravon.

Dalam diskusi tersebut, peserta diajak memahami keterkaitan antara krisis iklim dengan aktivitas digital, termasuk dunia gaming yang terus berkembang di Indonesia.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada Agustus 2025, rata-rata masyarakat Indonesia bermain game online selama 1–2 jam per hari. Aktivitas tersebut diperkirakan menghasilkan emisi karbon sekitar 70–150 gram CO2e per jam.

Read also:  Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir, Bahlil Singgung Manajemen Logistik Batu bara

Influencer gaming Ronny atau Chibeg mengaku mulai menyadari dampak kebiasaan kecil terhadap lingkungan setelah terlibat dalam kampanye WWF-Indonesia.

“Jujur, awalnya saya tidak peduli dan sering membiarkan charger tetap terpasang atau lupa mematikan lampu. Namun, setelah mengenal WWF-Indonesia saya baru sadar bahwa kebiasaan kecil tersebut pengaruh ke bumi,” ujar Chibeg.

Streamer Muhammad Hendriansyah atau Hitman mengatakan dirinya mulai menerapkan kebiasaan hemat energi, seperti mengatur suhu AC secara ideal dan mencabut charger dari stop kontak setelah digunakan.

Read also:  Indonesia Susun Instrumen Biodiversity Credit Sesuai Karakteristik Keanekaragaman Hayati Nasional

Sementara itu, Riddo atau Curly mengaku mulai mempertimbangkan penggunaan perangkat listrik hemat energi sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.

“1 jam untuk bumi perlu ditanamkan mulai dari individu masing-masing, mulai dari hal kecil dulu yang bisa kita lakukan,” kata Curly.

Randy Avon atau Ravon juga mengajak masyarakat untuk memulai aksi sederhana dalam menjaga lingkungan, seperti mematikan lampu dan mencabut charger saat tidak digunakan.

Dalam pernyataannya, Selasa (19/5/2026), WWF-Indonesia menilai komunitas gamer memiliki pengaruh besar dalam membentuk percakapan dan tren di kalangan generasi muda, sehingga dinilai efektif untuk menyampaikan pesan pelestarian lingkungan dan gaya hidup ramah lingkungan.

Read also:  Menhut Tegaskan Tidak Ada Pelepasan Kawasan Hutan Sejengkal Pun di Kuantan Singingi (Kuansing)

WWF-Indonesia menyebut kampanye Beyond the Hour merupakan kelanjutan dari gerakan Earth Hour yang bertujuan mendorong aksi lingkungan secara lebih konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, WWF-Indonesia akan menggelar sesi live streaming bersama Chibeg, Curly, Hitman, dan Ravon pada 22 Mei 2026 yang bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperluas kampanye gaya hidup berkelanjutan dan aksi iklim melalui dunia gaming. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Ecobiz.asia – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah enam hari operasi pemadaman, luas area yang...

IESR Minta Pemerintah Evaluasi Mandatori B50, Nilai Elektrifikasi Lebih Efektif untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia – Institute for Essential Services Reform (IESR) meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang resmi berlaku mulai...

El Nino Diprediksi Lebih Parah, Wamen LH Minta Kepala Daerah Siaga Kebakaran TPA Sampah

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mengingatkan seluruh kepala daerah meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran tempat...

Kemenhut Lepasliarkan Lima Orangutan ke Taman Nasional Betung Kerihun, Sudah Lulus Sekolah Hutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali melepasliarkan lima individu orangutan hasil rehabilitasi ke habitat alaminya di kawasan Sub-DAS Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten...

Menhut Tegaskan Tidak Ada Pelepasan Kawasan Hutan Sejengkal Pun di Kuantan Singingi (Kuansing)

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Kementerian Kehutanan tidak pernah menerbitkan keputusan pelepasan kawasan hutan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi...

TOP STORIES

Indonesia Establishes Forestry Carbon Hub to Strengthen National Carbon Market

Ecobiz.asia — Indonesia's Ministry of Forestry will launch the Indonesia Forestry Carbon Hub (IFCH) as a national collaboration platform to strengthen the country's forestry...

FSC Develops Global Carbon Credit Certification Standard, Targets 2029 Rollout

Ecobiz.asia — The Forest Stewardship Council (FSC) is developing a global certification standard for carbon credits that will incorporate benefit-sharing requirements to ensure carbon...

Kemenhut Bentuk Indonesia Forestry Carbon Hub, Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membentuk Indonesia Forestry Carbon Hub (IFCH) atau Sentra Karbon Kehutanan Indonesia sebagai wadah kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam...

FSC Siapkan Standar Sertifikasi Kredit Karbon, Ditargetkan Berlaku Mulai 2029

Ecobiz.asia – Forest Stewardship Council (FSC) tengah mengembangkan standar sertifikasi khusus untuk kredit karbon yang ditargetkan rampung pada 2028 dan mulai diterapkan di berbagai...

Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Ecobiz.asia – Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah enam hari operasi pemadaman, luas area yang...