Agrinas Palma-Pertamina Power Jalin Kerjasama, Reaktivasi Pabrik Biodiesel dan Kembangkan Bioetanol Singkong

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menggandeng PT Pertamina Power Indonesia (PPI) untuk mengembangkan proyek bioenergi melalui reaktivasi pabrik biodiesel serta pembangunan dua pabrik bioetanol berbahan baku singkong.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan energi sekaligus pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan.

Kesepakatan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) oleh Direktur Bisnis Agrinas Palma Nusantara Nurhidayat dan Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PPI Harsono Budi Santoso.

Read also:  ANTAM dan Bank Muamalat Perkuat Ekosistem Emas Nasional Lewat Kemitraan Distribusi dan Pembiayaan Syariah

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Muhammad Abdul Ghani mengatakan kolaborasi antar-BUMN tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi bioenergi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis Agrinas Palma Nusantara dalam mengoptimalkan potensi bioenergi nasional. Reaktivasi pabrik biodiesel serta pengembangan bioetanol berbahan baku singkong diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung program swasembada pangan,” ujar Ghani dalam keterangannya dikutip, Kamis (2/7/2026).

Melalui kerja sama tersebut, kedua perusahaan akan menjajaki pengembangan sejumlah proyek energi terbarukan, dengan fokus utama pada reaktivasi pabrik biodiesel Fatty Acid Methyl Ester (FAME) serta pembangunan dua pabrik bioetanol berbahan baku singkong.

Read also:  ASEAN Strengthens Regional Readiness for El Niño and Transboundary Haze

Agrinas menargetkan reaktivasi pabrik biodiesel mampu mengembalikan kapasitas produksi hingga 600 ribu ton per tahun untuk mendukung kebutuhan biodiesel nasional. Sementara itu, dua pabrik bioetanol yang direncanakan masing-masing berkapasitas 300 kiloliter per hari (KLPD) atau total 600 KLPD diharapkan dapat memperkuat pasokan bioetanol domestik sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas singkong.

Sebagai tindak lanjut, Agrinas Palma Nusantara dan Pertamina Power Indonesia akan menyusun studi kelayakan yang mencakup aspek teknis, ekonomi, pasar, lingkungan, hukum, hingga manajemen risiko sebelum proyek memasuki tahap implementasi.

Read also:  Blackout Bukti Ketergantungan Indonesia Pada Batubara, IEEFA Desak Percepatan PLTS Atap

Selain pengembangan proyek, kedua BUMN juga akan memperkuat kolaborasi melalui pertukaran teknologi, pengalaman, serta pemanfaatan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki masing-masing perusahaan untuk mempercepat pengembangan bioenergi nasional.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan energi terbarukan berbasis sumber daya domestik, memperkuat bauran energi nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi dan pengembangan sektor agroindustri di Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri atas 900 mangrove dan 100 durian di Desa Bunyu Selatan,...

PLN Nusantara Power Hasilkan 490,5 GWh Energi Hijau dari Cofiring Biomassa pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PLN Nusantara Power (PLN NP) terus memperkuat peran biomassa sebagai bagian dari strategi transisi energi nasional. Sepanjang semester I 2026, implementasi program...

HDI Jajaki Kolaborasi dengan BRIN Kembangkan Teknologi Hidrogen untuk Energi

Ecobiz.asia – PT Hidro Dinamika Internasional (HDI) menjajaki kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pengembangan teknologi hidrogen di...

Bio Farma Mulai Gunakan CNG, Pangkas Emisi dan Biaya Energi

Ecobiz.asia – PT Bio Farma (Persero) resmi bekerja sama dengan PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) untuk memanfaatkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai sumber...

Terapkan Biodiesel B50 pada Lokomotif dan Kereta Pembangkit, KAI Perankan Dua Sisi Transisi Energi

Ecobiz.asia – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menerapkan penggunaan biodiesel B50 secara bertahap pada sarana diesel sejak 1 Juli 2026. Penerapan tersebut mencakup...

TOP STORIES

Pertamina EP Bunyu Tanam 1.000 Mangrove dan Durian, Perkuat Ekosistem Pesisir dan Ekonomi Warga

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field menanam 1.000 bibit pohon yang terdiri atas 900 mangrove dan 100 durian di Desa Bunyu Selatan,...

Indonesia Prepares Hydrogen-Diesel Bus Pilot to Advance Clean Transport

Ecobiz.asia – Indonesia is preparing to pilot a Hydrogen-Diesel Dual Fuel (H2 DDF) bus as part of its efforts to introduce hydrogen into the...

Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ecobiz.asia – Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Ahmad Maryudi, menilai kebijakan kehutanan di Indonesia masih bertumpu pada interpretasi tunggal mengenai penguasaan...

Pemerintah Siapkan Uji Coba Bus Hidrogen-Diesel, Target Diluncurkan di GHES 2026

Ecobiz.asia – Pemerintah mulai menyiapkan uji coba bus berbahan bakar campuran hidrogen dan solar (Hydrogen-Diesel Dual Fuel/H2 DDF) sebagai langkah awal penerapan hidrogen di...

Champion Tidak Dilahirkan tapi Dibentuk, Mengapa Keteladanan Menjadi Investasi Terbesar dalam Membangun Masa Depan Bangsa

Oleh: Diah Y. Suradiredja (Founder of Natural Resources Development Center) Tulisan ini disusun sebagai sebuah Thought Leadership Paper, bukan sebagai artikel populer maupun kajian akademik yang...