Perkuat Pengelolaan Risiko Air dan Iklim, Chandra Asri Catat Peningkatan Skor Carbon Disclosure Project

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) mencatat peningkatan kinerja pengungkapan lingkungan dengan meraih peringkat A- untuk ketahanan air (water security) dalam penilaian Carbon Disclosure Project (CDP) 2025, seiring penguatan pengelolaan risiko air dan efisiensi penggunaan air di seluruh operasional perusahaan.

Pada penilaian yang sama, Chandra Asri juga mempertahankan peringkat B untuk aspek perubahan iklim (climate change), yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko iklim sekaligus menangkap peluang dari transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Read also:  MNK Rokan Jadi Pijakan Awal Pertamina Kembangkan Ekosistem Migas Non-Konvensional

Head of ESG & Sustainability Chandra Asri Group, Andang Pungkase, mengatakan peningkatan skor CDP untuk ketahanan air dan konsistensi kinerja pada aspek perubahan iklim menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat sistem pengelolaan risiko lingkungan secara terintegrasi.

“Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami dalam mengintegrasikan pengelolaan, pengukuran, dan komunikasi risiko serta peluang lingkungan ke dalam proses bisnis,” ujar Andang dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026).

Read also:  PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ia menambahkan, ke depan Chandra Asri akan terus memperkuat implementasi prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui efisiensi sumber daya, peningkatan ketahanan terhadap risiko iklim, serta penguatan transparansi dan akuntabilitas agar sejalan dengan praktik terbaik global dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

CDP merupakan lembaga global yang menjadi rujukan dalam menilai transparansi dan tata kelola perusahaan terkait isu lingkungan material, khususnya perubahan iklim dan ketahanan air.

Read also:  Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

Skor CDP kerap digunakan oleh investor dan pemangku kepentingan sebagai indikator daya tarik investasi dan ketahanan kinerja jangka panjang perusahaan.

Chandra Asri menilai peningkatan skor CDP ini mencerminkan kemajuan integrasi aspek ESG ke dalam strategi dan operasional bisnis, sekaligus memperkuat ketahanan operasional dan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak 16 awak media nasional melihat langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan operasional layanan Food & Lodging Services...

Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

Ecobiz.asia — Adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (PV) di sektor industri Indonesia diperkirakan terus tumbuh dalam tiga hingga lima tahun...

PHKT Kenalkan Praktik Keselamatan Hulu Migas kepada Mahasiswa ITK, Bahas Pengendalian Bahaya hingga Kesiapan Operasi

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memperkuat pengenalan praktik keselamatan industri hulu migas kepada mahasiswa melalui kunjungan industri mahasiswa Program Studi Rekayasa...

Sampah Mulai Dibidik Jadi Sumber Energi dan Bahan Baku Industri

Ecobiz.asia — Pengelolaan sampah mulai bergeser dari sekadar persoalan lingkungan menjadi bagian dari peluang transisi energi dan pengembangan sumber daya baru. Pertamina New &...

Potensi Bioenergi 80 Juta Ton, Baru 20 Juta Ton Dimanfaatkan

Ecobiz.asia — Indonesia baru memanfaatkan sekitar 20 juta ton dari lebih dari 80 juta ton potensi biomassa per tahun, sehingga masih terdapat sekitar 60...

TOP STORIES

PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak 16 awak media nasional melihat langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan operasional layanan Food & Lodging Services...

Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mengarahkan sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan untuk pemanfaatan yang lebih beragam, mulai dari pangan dan energi hingga hasil hutan...

KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan standar baku pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dari hulu hingga hilir, menyusul meningkatnya penggunaan perangkat...

Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

Ecobiz.asia — Adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (PV) di sektor industri Indonesia diperkirakan terus tumbuh dalam tiga hingga lima tahun...

Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

Ecobiz.asia – Pemodelan berbasis remote sensing mulai memberikan gambaran baru mengenai cadangan karbon ekosistem lamun Indonesia. Peneliti University of Queensland Muhammad Hafizt memperkirakan above-ground...