TruCarbon dan AEI Gelar Webinar PSPK 1 & 2, Siapkan Emiten Hadapi Sustainability Disclosure 2027

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Penerapan standar pengungkapan keberlanjutan PSPK 1 dan PSPK 2 mulai periode pelaporan tahunan 1 Januari 2027 mendorong emiten memperkuat kesiapan data, sistem pelaporan, dan tata kelola keberlanjutan sejak dini.

Merespons kebutuhan tersebut, TruCarbon (PT Solusi Transisi Iklim) bersama Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) akan menggelar webinar “Navigating PSPK 1 & 2: Road to 2027 Sustainability Disclosure” pada 30 September 2026.

Webinar akan membahas kesiapan emiten menghadapi standar pengungkapan keberlanjutan, mulai dari aspek regulasi hingga penerapan teknis di tingkat perusahaan menggunakan standar baru tersebut.

PSPK 1 dan PSPK 2 merupakan dua standar pengungkapan keberlanjutan pertama di Indonesia yang disahkan Dewan Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) pada 1 Juli 2025.

Kedua standar tersebut secara substansial selaras dengan IFRS S1 dan IFRS S2 yang diterbitkan International Sustainability Standards Board (ISSB).

Read also:  Dari Hidrogen Hijau hingga PLTGU, PLN NP Bekali Calon Pemimpin dengan Perspektif Transisi Energi

Dalam kerangka tersebut, PSPK 1 mengatur persyaratan umum pengungkapan informasi keuangan terkait keberlanjutan, sedangkan PSPK 2 mengatur pengungkapan terkait iklim.

Bagi emiten, penerapan standar tersebut tidak hanya menyangkut perubahan format laporan. Perusahaan perlu menyiapkan fondasi data yang lebih kuat, termasuk inventarisasi emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, analisis risiko serta skenario iklim, hingga proses yang siap menghadapi third-party assurance.

Karena itu, pengumpulan dan penguatan data perlu dilakukan sebelum periode pelaporan 2027 dimulai.

Webinar ini dirancang dengan pendekatan penyusun standar – emiten – konsultan iklim, sehingga peserta tidak hanya memahami ketentuan PSPK 1 dan PSPK 2, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapannya di tingkat perusahaan.

Read also:  LiuGong Sebut Alat Berat Listrik Hemat Energi hingga 70%, Infrastruktur Tambang Jadi Tantangan

Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha dijadwalkan memberikan sambutan. Sementara itu, Cita Ayu Pratiwi dari Sustainability Working Team Ikatan Akuntan Indonesia akan membahas landasan dan ketentuan PSPK 1 dan PSPK 2, termasuk keterkaitannya dengan IFRS S1 dan IFRS S2 serta arah penerapannya menuju 2027.

Dari sisi praktik, Evi Jo, Kepala Sustainability & CSR Subdivision PT Bank Central Asia Tbk., akan berbagi pengalaman mengenai proses teknis penyusunan pengungkapan keberlanjutan menggunakan PSPK 1 dan PSPK 2.

Sementara itu, Direktur TruCarbon Debby Reynata akan memaparkan peta jalan teknis untuk membangun fondasi data pengungkapan, khususnya PSPK 2, mulai dari inventarisasi emisi hingga kesiapan audit.

Read also:  PAMA Soroti Kesiapan Jaringan Listrik untuk Elektrifikasi Tambang

Pada webinar ini, TruCarbon akan membagikan akses premium TruCount, software akuntansi karbon yang dikembangkan oleh TruCarbon, kepada peserta sebagai fasilitas yang akan mempermudah pembuatan pelaporan dan pengungkapan keberlanjutan.

Webinar yang berlangsung secara daring tersebut ditujukan bagi anggota AEI, emiten, tim sustainability perusahaan tercatat, CFO, serta para pengambil keputusan. Acara berlangsung pukul 14.00–15.30 WIB dengan sesi tanya jawab pada bagian akhir.

Pendaftaran peserta dapat dilakukan Gratis melalui link bit.ly/PSPK-TCAEI.

Melalui forum ini, TruCarbon dan AEI mendorong terbentuknya pemahaman bersama antara penyusun standar, emiten, dan konsultan agar perusahaan memiliki waktu yang cukup untuk membangun sistem data dan proses pengungkapan keberlanjutan yang kredibel menjelang 2027. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Ditjen Minerba Berikan 42 Apresiasi kepada Perusahaan Tambang atas Kinerja Sosial dan Lingkungan

Ecobiz.asia -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha...

PLN EPI Libatkan BUMDesa Pasok Biomassa, Target Kebutuhan Tembus 10 Juta Ton

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai melibatkan badan usaha milik desa (BUMDesa) dalam rantai pasok biomassa untuk pembangkit listrik. Program...

PAMA Soroti Kesiapan Jaringan Listrik untuk Elektrifikasi Tambang

Ecobiz.asia – Elektrifikasi dan digitalisasi pertambangan membutuhkan dukungan jaringan listrik, infrastruktur, serta investasi yang memadai. Ketersediaan alat berat listrik dan teknologi digital tidak akan...

LiuGong Sebut Alat Berat Listrik Hemat Energi hingga 70%, Infrastruktur Tambang Jadi Tantangan

Ecobiz.asia – Penggunaan alat berat listrik di sektor pertambangan berpotensi menekan biaya energi hingga 50–70 persen dibandingkan alat berbahan bakar diesel. Namun, penerapannya masih...

SESNA Targetkan PLTS 262 MWp di Morowali Beroperasi Awal 2027, Pasok Listrik Hijau Industri Nikel

Ecobiz.asia – PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA) menargetkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 262 megawatt-peak (MWp) di kawasan industri Morowali, Sulawesi Tengah,...

TOP STORIES

Kawal Target COP17 CBD, Indonesia Dorong Reformasi Insentif dan Pendanaan Keanekaragaman Hayati

Ecobiz.asia – Indonesia mendorong reformasi insentif fiskal, penguatan pendanaan hijau, dan kemitraan berbasis sains untuk mendukung pencapaian target perlindungan keanekaragaman hayati global. Langkah tersebut menjadi...

Pemerintah Minta Perusahaan Tambang Bantu Pemadaman Karhutla di Kalimantan Tengah

Ecobiz.asia – Pemerintah meminta perusahaan pertambangan ikut membantu penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pemerintah mengundang sekitar 400...

Cadangan Minyak Bersama Penting Meski ASEAN Beralih ke Energi Terbarukan

Ecobiz.asia – Kerja sama penyimpanan cadangan minyak darurat dinilai tetap penting bagi ASEAN meskipun kawasan ini beralih ke energi terbarukan. Selain menjaga ketahanan pasokan...

As Shipping Seeks Cleaner Fuels, Pupuk Indonesia Eyes $500 Million Ammonia Hub in Batam to Challenge Singapore

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned fertilizer and petrochemical company Pupuk Indonesia is exploring an investment of up to US$500 million to develop an ammonia hub...

Ditjen Minerba Berikan 42 Apresiasi kepada Perusahaan Tambang atas Kinerja Sosial dan Lingkungan

Ecobiz.asia -- Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan 42 Apresiasi Minerba 2026 kepada badan usaha...