Wärtsilä: Fleksibilitas Sistem Listrik Penting untuk Percepatan EBT dan Ekonomi Digital

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Percepatan energi terbarukan dan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia membutuhkan sistem kelistrikan yang lebih fleksibel agar peningkatan pasokan listrik bersih tetap berjalan seiring dengan keandalan jaringan.

Managing Director PT Wärtsilä Indonesia Ossi Ylinen mengatakan fleksibilitas sistem menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan listrik dari industri, elektrifikasi, serta pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Ketahanan energi pada akhirnya berarti memiliki sistem tenaga listrik yang mampu beradaptasi,” ujar Ossi dalam media briefing di sela-sela ajang Enlit Asia 2026 MKI Electricity Connect yang berlangsung pada 22–24 September 2026 di ICE BSD City, Tangerang..

Berdasarkan RUPTL 2025–2034, Indonesia menargetkan tambahan kapasitas pembangkit 69,5 GW hingga 2034, termasuk 42,6 GW energi terbarukan dan 10,3 GW pembangkit gas.

Read also:  Pertamina, Transjakarta Targetkan Uji Coba Bus Hidrogen pada 2028

Menurut Wärtsilä, peningkatan pembangkit surya dan angin akan membuat sistem kelistrikan menghadapi pasokan yang lebih variatif. Karena itu, dibutuhkan kapasitas penyeimbang yang dapat merespons perubahan produksi listrik secara cepat.

Pengalaman di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi salah satu contoh. Pembangkit berkapasitas 135 MW yang dilengkapi 13 mesin dual-fuel Wärtsilä 34DF memasok hampir 40% kebutuhan listrik pulau tersebut. Sebagian kapasitasnya digunakan untuk membantu penyeimbangan jaringan dan mendukung integrasi 20 MW PLTS.

Vice President, Middle East and Asia, Wärtsilä Energy Frederic Carron mengatakan mesin pembangkit tersebut dapat mencapai beban penuh dalam waktu kurang dari dua menit dan menyesuaikan output dengan cepat sesuai kebutuhan jaringan.

Read also:  NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

“Hal ini memungkinkan pembangkit memberikan kapasitas penyeimbang saat produksi energi terbarukan berfluktuasi, sehingga keandalan dan stabilitas sistem tetap terjaga,” katanya.

Energy Solutions Director PT Wärtsilä Indonesia Febron Siregar mengatakan tantangan transisi energi tidak hanya terletak pada seberapa besar kapasitas EBT yang dibangun, tetapi juga kemampuan sistem untuk mengintegrasikan dan memanfaatkan energi tersebut.

“Perencanaan sistem tenaga yang lebih fleksibel sejak saat ini dapat membantu Indonesia menghindari tantangan keandalan dan stabilitas ketika penetrasi energi terbarukan semakin tinggi,” ujarnya.

Di sisi lain, pertumbuhan AI, komputasi awan, dan layanan digital turut menciptakan kebutuhan listrik baru. Pusat data membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar dan terkonsentrasi, sementara keterbatasan jaringan dapat memengaruhi kecepatan pengembangan fasilitas tersebut.

Read also:  Jababeka-Pertamina Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau, Siapkan Biometana hingga Hidrogen

Wärtsilä melihat pembangkitan listrik di lokasi (onsite generation) sebagai salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan pusat data di wilayah yang kapasitas jaringannya masih terbatas. Pembangkit modular dapat ditambah secara bertahap mengikuti pertumbuhan kebutuhan listrik.

Ketika koneksi jaringan telah tersedia, aset tersebut dapat dialihkan menjadi pembangkit penyeimbang atau pembangkit beban puncak untuk membantu mengelola perubahan pasokan dan permintaan listrik.

“Transisi energi dan pertumbuhan digital Indonesia sedang berlangsung secara bersamaan. Peluangnya terletak pada pengembangan infrastruktur yang mampu mendukung keduanya,” kata Febron.

Ia menambahkan, akses terhadap pasokan listrik yang andal dapat membuka investasi digital, sementara aset energi yang adaptif tetap dapat dimanfaatkan ketika jaringan berkembang dan bauran pembangkitan berubah.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

PGN Pangkas Emisi 29.575 Ton CO₂eq, Andalkan Dekarbonisasi untuk Efisiensi Biaya

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mencatat penurunan emisi sebesar 29.574,87 ton karbon dioksida ekuivalen (tCO₂eq) hingga Agustus...

Xurya Soroti Kesiapan Teknologi dan SDM untuk Kejar Target PLTS 100 GWp

Ecobiz.asia — Target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) dalam tiga tahun ke depan tidak hanya membutuhkan percepatan konstruksi,...

Agrinas Palma, Fauji Foundation Jajaki Investasi Sawit Terintegrasi 200.000 Hektare

Ecobiz.asia -- PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki kerja sama dengan Fauji Foundation dari Pakistan untuk mengembangkan perkebunan kelapa sawit terintegrasi seluas 200.000 hektare...

TOP STORIES

Lulus Diklat, 586 Polisi Kehutanan Langsung Terjun ke Tapak Dukung Pengendalian Karhutla

Ecobiz.asia — Sebanyak 586 personel Polisi Kehutanan (Polhut) menyelesaikan pendidikan dan pelatihan selama 60 hari dan disiapkan untuk memperkuat perlindungan hutan, penegakan hukum, serta...

Sukses Ubah Emisi Karbon Jadi Soda Ash Bernilai Ekonomi, Kemenperin Dorong Teknologi CCU

Ecobiz.asia – Kementerian Perindustrian mendorong perluasan penerapan teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) untuk menekan emisi sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi dari pemanfaatan kembali...

Sang Hyang Seri dan Legasi Alam Kembangkan Biochar, Bidik Peluang Perdagangan Karbon

Ecobiz.asia – PT Sang Hyang Seri (Persero) menjajaki pengembangan teknologi biochar untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus membuka peluang perdagangan karbon melalui penyimpanan karbon jangka...

NHM-Perhapi Maluku Utara Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri Tambang

Ecobiz.asia – PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menggandeng Student Chapter Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Provinsi Maluku Utara untuk memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi...

Kronologi Gugurnya Empat Petugas Pemadam Karhutla di Bromo, Terjebak Api hingga Luka Bakar Berat

Ecobiz.asia — Empat petugas dan mitra pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger...