PAG Kembangkan Bisnis Gassing Up-Cooling Down di Terminal LNG Arun

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Perta Arun Gas (PAG) mengembangkan bisnis gassing up and cooling down (GUCD) bagi kapal LNG di Terminal LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh, seiring meningkatnya permintaan layanan tersebut dari pelaku industri LNG domestik dan internasional.

PAG, yang merupakan bagian dari Subholding Gas Pertamina dan anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas), mencatat lebih dari 38 kapal dari lebih dari 15 perusahaan LNG telah menggunakan layanan GUCD sejak bisnis tersebut mulai dikembangkan pada 2023.

Pada 2026 hingga September, PAG telah melayani 18 kapal kargo dengan total volume LNG yang diterima sekitar 70.000 meter kubik (m³) atau setara sekitar 1,6 juta MMBTU.

GUCD merupakan layanan untuk mempersiapkan tangki kapal LNG sebelum proses pemuatan LNG. Proses tersebut diperlukan untuk menyesuaikan kondisi tangki kapal sebelum menerima LNG bersuhu sangat rendah, sekaligus menjaga aspek keselamatan, integritas tangki, dan kualitas muatan.

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

PAG mulai mengembangkan bisnis GUCD pada 2023 dengan melayani pelanggan pertamanya, BP Singapore. Saat itu, volume LNG yang digunakan mencapai sekitar 4.900 m³ dengan aktual molekul sebesar 115.060 MMBTU.

Seiring bertambahnya pelanggan, PAG kemudian memperluas pemasaran layanan GUCD kepada perusahaan LNG global. Perusahaan melihat layanan tersebut memiliki prospek untuk terus berkembang sejalan dengan meningkatnya aktivitas perdagangan dan transportasi LNG di kawasan Asia.

Optimalkan aset Terminal Arun

President Director PAG Yan Syukharial mengatakan pengembangan GUCD merupakan bagian dari strategi perusahaan mengoptimalkan infrastruktur LNG yang dimiliki di Terminal Arun.

“Layanan GUCD menjadi salah satu bentuk optimalisasi infrastruktur LNG Terminal Arun sekaligus wujud komitmen PAG dalam memberikan layanan yang aman, andal, dan berkualitas kepada para pengguna jasa,” ujar Yan dalam keteranganya Senin (28/9).

Read also:  Siapkan Investasi Rp2,8 T, Danantara Mulai Pembangunan PSEL Bogor Raya 1 di Galuga

Menurut dia, pertumbuhan jumlah kapal dan pelanggan memberikan peluang bagi PAG untuk meningkatkan utilisasi aset Terminal Arun sekaligus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia dan keandalan fasilitas. “Ke depan, kami melihat peluang bisnis GUCD mempunyai potensi yang sangat besar,” katanya.

Yan mengatakan perkembangan layanan tersebut juga membuka peluang bagi Terminal Arun untuk memperkuat perannya dalam rantai pasok LNG regional. Sebelumnya, layanan GUCD di Asia banyak dilakukan melalui fasilitas di Singapura. Dengan pengembangan layanan di Terminal Arun, PAG melihat peluang untuk menawarkan alternatif fasilitas bagi kapal LNG yang beroperasi di kawasan tersebut.

“Peningkatan volume dan bertambahnya pelanggan menjadi momentum bagi PAG untuk terus meningkatkan utilisasi aset, memperkuat kompetensi sumber daya manusia, dan meningkatkan keandalan fasilitas,” ujarnya.

Menuju LNG hub regional

Pengembangan GUCD menjadi bagian dari upaya PAG memperluas fungsi Terminal Arun sebagai bagian dari ekosistem LNG hub di Asia. Terminal tersebut didukung fasilitas storage, jetty, dan infrastruktur LNG terintegrasi yang memungkinkan PAG menyediakan berbagai layanan, mulai dari penerimaan dan penyimpanan LNG hingga regasifikasi, unloading and reloading, serta layanan pendukung lainnya.

Read also:  Ascenso Bidik Industri Tambang Indonesia dengan Ban Radial OTR hingga 49 Inci

Dengan tambahan layanan GUCD, PAG berupaya memperluas portofolio bisnis berbasis infrastruktur LNG sekaligus meningkatkan pemanfaatan aset Terminal Arun. Perusahaan menilai pengembangan layanan tersebut dapat mendukung kebutuhan rantai pasok LNG, baik untuk pasar domestik maupun internasional.

Dalam operasional GUCD, PAG mengedepankan aspek health, safety, security and environment (HSSE), keandalan fasilitas, operational excellence, serta kualitas layanan sebagai bagian dari upaya menarik lebih banyak pengguna jasa LNG. PAG menargetkan jumlah pelanggan dan kapal yang menggunakan layanan GUCD terus bertambah seiring dengan pengembangan bisnis LNG di kawasan Asia.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

APP Group Gabung Inisiatif RE100, Bidik 100% Listrik Terbarukan

Ecobiz.asia — APP Group menjadi perusahaan Indonesia pertama yang bergabung dengan RE100, inisiatif global yang mendorong perusahaan menggunakan 100% listrik terbarukan dalam kegiatan operasionalnya...

PHR Raih Upstream Energy Transformation Award, Perkuat Operasi Migas dengan Digital Twin dan AI

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih Upstream Energy Transformation Award dalam Dataiku Summit 2026 atas penerapan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI)...

Salurkan Dana Bergulir Skala Mikro Berkelanjutan, BPDLH Gandeng JB Cocoa dan Rainforest Alliance

Ecobiz.asia — Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) memperluas pembiayaan skala mikro bagi usaha masyarakat sekitar hutan dengan menggandeng PT Jebe Trading Indonesia (JB...

Jadi Offtaker dan Transporter, PGN Siapkan Infrastruktur Gas Biomethane dari Limbah Sawit

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menyiapkan infrastruktur gas untuk menyalurkan biomethane yang diproduksi dari limbah pabrik kelapa sawit di Sumatera Selatan...

Manfaatkan Energi Air Dunia, Low Carbon Aluminium INALUM Bidik Pasar Global

Ecobiz.asia — PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperkuat pemasaran aluminium rendah karbon dengan meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) kepada pelanggan...

TOP STORIES

PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Ecobiz.asia — Fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Palembang telah menghasilkan listrik 21,55 megawatt (MW), melampaui capaian awal yang diperkirakan sekitar 20 MW....

Parlemen Godok RUU Perubahan Iklim Berkeadilan, Jaga Kepastian Aturan Proyek Karbon

Ecobiz.asia – Parlemen mulai menyiapkan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Iklim Berkeadilan untuk memberikan kepastian dan menjaga konsistensi regulasi bagi proyek-proyek karbon yang...

Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel Senilai US$10,2 Miliar di IWIP

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto meresmikan komersialisasi dan groundbreaking 11 proyek dalam ekosistem hilirisasi nikel di Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Halmahera Tengah,...

Populasi Satwa Liar Global Turun 73%, Peluang Pemulihan Tumbuh di Indonesia

Ecobiz.asia — Populasi satwa liar yang dipantau di dunia turun rata-rata 73% dalam 52 tahun, tetapi sejumlah pemulihan spesies menunjukkan bahwa tren kehilangan keanekaragaman...

Tiga Start Up Iklim Dapat Suntikan Rp15 Miliar, Siap Uji Coba dan Komersialisasi di Indonesia

Ecobiz.asia – Tiga perusahaan start up teknologi iklim mendapat suntikan dana Rp15 miliar untuk menguji solusi mereka di Indonesia, menandai meningkatnya aliran modal ke...