Kunjungi TPA Basirih Banjarmasin, Menteri LH Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Tempat Pembuangan Akhir (TPA) bukan sekadar lokasi pembuangan sampah, melainkan bagian dari sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif. 

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya guna mengurangi beban di TPA.

Dalam kunjungan kerja ke Pasar Bauntung Banjarbaru dan Pasar Pandu Banjarmasin, Menteri Hanif meninjau langsung sistem pengelolaan sampah di pasar tradisional serta membahas strategi perbaikan TPA Basirih, Banjarmasin. 

Baca juga: Hentikan Open Dumping di 343 TPA, Pemerintah Dorong Pengelolaan Sampah dengan Teknologi Modern

Read also:  Sapu Bersih Tambang Ilegal di Halimun Salak, Kemenhut-TNI Bongkar Mesin Pengolah hingga Tempat Karaoke

Hanif mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan, seperti pemilahan sampah di sumber, pengelolaan sampah organik dengan komposting dan budidaya maggot, serta keberadaan Bank Sampah untuk mendukung daur ulang.

Namun, tantangan besar masih dihadapi oleh TPA Basirih. Meski dibangun dengan standar internasional pada 1997 dengan dukungan World Bank, pengelolaannya belum optimal. 

“Kesembronoan pengelolaan sebelumnya membuat beban semakin berat. TPA bukan hanya tempat pembuangan akhir, tetapi harus menjadi bagian dari sistem yang lebih efektif. Pengelolaan sampah harus dimulai dari hulu, bukan hanya bergantung pada pembuangan akhir,” ujar Menteri Hanif, Sabtu (15/3/2025).

Read also:  Bappenas Perkuat Konsep Bioekonomi Berkelanjutan untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Indonesia

Pemerintah berencana menerapkan sejumlah kebijakan strategis untuk mengatasi permasalahan ini, termasuk Pengurangan timbulan sampah di tingkat masyarakat dan kawasan komersial; Penguatan sistem pemilahan sampah di sumber agar volume sampah ke TPA berkurang signifikan; Keterlibatan industri melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) untuk meningkatkan serapan material daur ulang; dan Kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk membangun kesadaran akan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Baca juga: Tutup 343 TPA, Pemerintah Percepat Bangun Instalasi Pengolah Sampah Jadi Energi Listrik

Read also:  ITPC Soroti Peran Kunci Restorasi Gambut untuk Capai FOLU Net Sink 2030 di COP30

Sebagai langkah konkret, pemerintah akan mengeluarkan surat penghentian aktivitas open dumping di TPA yang tidak memenuhi standar serta mendorong penerapan tata kelola sampah yang lebih ketat dan berkelanjutan di Banjarmasin dan Barito Kuala.

“Mengandalkan pemerintah saja tidak cukup. Kita semua harus terlibat, baik masyarakat, industri, maupun pemerintah dalam pengelolaan sampah,” tegas Menteri Hanif.

Dengan langkah ini, diharapkan pengelolaan sampah di Indonesia dapat menjadi lebih modern, berkelanjutan, dan efisien, mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak terkelola dengan baik. ***

TOP STORIES

MORE ARTICLES

Banjir Sumatera, Menteri LH Setop Operasional Tambang Emas Martabe, PTPN III, dan PLTA Batang Toru

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghentikan operasional PT Agincourt Resources (Tambang Emas Martabe), PTPN III, dan PT North Sumatera Hydro...

Kemenhut Kejar 12 Subjek Hukum di Tapanuli Terindikasi Penyebab Banjir Sumatera, Termasuk TPL

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mempercepat penegakan hukum terhadap 12 subjek hukum (korporasi dan perorangan) yang diduga berkontribusi pada kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS)...

JETP Siapkan Rp350 Triliun untuk Akselerasi Energi Terbarukan Indonesia

Ecobiz.asia — Skema pendanaan internasional Just Energy Transition Partnership (JETP) kini menyiapkan komitmen sebesar Rp350 triliun untuk proyek energi terbarukan di Indonesia. Menteri Koordinator Bidang...

Selidiki Asal Usul Kayu Banjir di Sumatera, Kemenhut Manfaatkan Teknologi AIKO

Ecobiz.asia - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menggelar pertemuan untuk memperkuat koordinasi investigasi dan penegakan hukum terkait temuan...

Bappenas Perkuat Konsep Bioekonomi Berkelanjutan untuk Mendukung Transformasi Ekonomi Indonesia

Ecobiz.asia – Kementerian PPN/Bappenas menegaskan bioekonomi sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, dan menargetkan penyusunan...

TOP STORIES

Kurangi Risiko Bencana, PLN Nusantara Power Rehabilitasi Lahan Kritis di Megamendung

Ecobiz.asia – PLN Nusantara Power (PLN NP) memperluas program rehabilitasi lahan kritis melalui penanaman 3.000 pohon di kawasan Hutan Organik Megamendung, Bogor, bekerja sama...

Banjir Sumatera, Menteri LH Setop Operasional Tambang Emas Martabe, PTPN III, dan PLTA Batang Toru

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghentikan operasional PT Agincourt Resources (Tambang Emas Martabe), PTPN III, dan PT North Sumatera Hydro...

Kemenhut Kejar 12 Subjek Hukum di Tapanuli Terindikasi Penyebab Banjir Sumatera, Termasuk TPL

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mempercepat penegakan hukum terhadap 12 subjek hukum (korporasi dan perorangan) yang diduga berkontribusi pada kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS)...

EcoSecurities to Support Indonesia–UK Initiative on High-Integrity Carbon Markets

Ecobiz.asia - EcoSecurities has secured a technical-assistance contract under the UK PACT (Partnering for Accelerated Climate Transitions) programme to help Indonesia strengthen its carbon-market...

Terratai Tanam Investasi di Birufinery, Perluas Model Rumput Laut Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Terratai mengumumkan investasi di Birufinery, perusahaan biotek berbasis rumput laut yang beroperasi di Nusa Tenggara Timur dan mengembangkan produk biostimulan untuk mengurangi...