KPH Berpotensi Masuk ke Pasar Karbon, Distribusikan Manfaat Ekonomi ke Masyarakat Hutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendorong Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk terlibat dalam pemanfaatan nilai ekonomi karbon dengan bertransformasi secara kelembagaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Ditemui usai membuka Sarasehan KPH Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (29/10/2025), Raja Juli mengatakan KPH berpotensi menjadi unit usaha yang mendapat imbalan ketika berhasil menjaga dan mengelola hutan secara baik.

“Justru itu yang akan kita kembangkan, justru itu yang akan kita usahakan karena sekali lagi reward itu menjadi penting. KPH bisa jadi nanti menjadi semacam BLU, unit usaha yang ketika mereka menjaga hutan dengan baik kemudian menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maka KPH juga akan mendapatkan benefit dari usaha-usaha serius mereka itu termasuk karbon,” ujar Menhut.

Read also:  Pasca Permenhut 6/2026, Kemenhut Bidik Penjualan Karbon Stok Kaltim dan Pipeline Proyek

Raja Juli menekankan pentingnya keadilan distribusi manfaat ekonomi karbon, terutama bagi masyarakat di kawasan hutan yang cenderung termarjinalkan.

Dia merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 110 tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon sebagai kerangka kebijakan yang baru dan meminta agar penerapan kebijakan itu tidak hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Jangan sampai yang menikmati Perpres ini juga itu-itu saja orangnya. Saya tidak anti pengusaha, tapi bagaimana dibuat ekosistem yang juga menguntungkan orang yang ada di tapak, termasuk masyarakat di pinggir hutan tadi,” katanya.

Read also:  OJK Revisi Aturan Perdagangan Karbon, Target Rampung Juni 2026

Pada kesempatan itu, dia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran KPH sebagai ujung tombak pengelolaan hutan berkelanjutan di tingkat tapak.

Ia menyebut pertemuan sarasehan ini sebagai momentum untuk mengonsolidasikan kembali peran KPH setelah mengalami dinamika regulasi dan organisasi beberapa tahun terakhir.

“KPH memiliki fungsi strategis dalam sejarah kehutanan Indonesia. Namun beberapa tahun terakhir perannya sangat berkurang. Pertemuan ini penting untuk merevitalisasi peran KPH. Yang menjaga hutan harus yang dekat dengan hutan, dan itu adalah KPH,” tegas Menhut.

Read also:  Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Raja Juli meminta jajaran eselon I Kementerian untuk memperkuat kolaborasi dengan KPH meski ada keterbatasan regulasi. Penguatan kapasitas KPH menurutnya penting untuk mencegah kebakaran hutan, menekan illegal logging dan aktivitas tambang ilegal, sekaligus mendukung perlindungan satwa dan perhutanan sosial.

Sarasehan bertema “Penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan melalui Konsolidasi Spasial untuk Mendukung Penyehatan Iklim Investasi, Hilirisasi Industri Hasil Hutan, dan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030” itu juga menampilkan penyerahan Sertifikat KPH Efektif Tahun 2024, pemberian Penghargaan Adhinata Wana, pameran usaha kehutanan, serta diskusi yang diikuti perwakilan KPH dari seluruh Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...

PLN EPI Pilih Blue Carbon Mangrove untuk Dekarbonisasi dan Ketahanan Energi Pesisir

Ecobiz.asia – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya terhadap dekarbonisasi dan transisi energi berkelanjutan dengan mendorong pengembangan ekosistem blue carbon berbasis...

OJK Beberkan Revisi Aturan Bursa Karbon, Gunakan Teknologi Blockchain dan Terhubung SRUK

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan memaparkan rencana revisi aturan penyelenggaraan bursa karbon kepada Komisi XI DPR RI dalam rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan,...

Indonesia Mulai Implementasikan Proyek Mitigasi Metana ASEAN-Korea, Dorong Pemanfaatan Jadi Energi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup bersama Pemerintah Republik Korea dan Global Green Growth Institute (GGGI) resmi meluncurkan proyek ASEAN-Korea Cooperation for...

TOP STORIES

Indonesia Prepares Energy Sector Carbon Trading Rules, Targets Up to US$7.7 Billion in Green Financing

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) is preparing new regulations for carbon trading in the energy sector as part of...

TuK Indonesia Soroti Minimnya Partisipasi Publik dalam Revisi POJK Keuangan Berkelanjutan, Desak Pencegahan Greenwashing

Ecobiz.asia — Transformasi untuk Keadilan Indonesia (TuK Indonesia) mendesak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkuat perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan pengawasan praktik greenwashing dalam...

Penguasaan Kehutanan yang Kedodoran

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Pernah Bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Penulis Buku Seputar Hutan dan Kehutanan, dan Membangun Hutan Menjaga Lingkungan) Ecobiz.asia...

Siapkan Generasi Energi Bersih, Pertamina NRE Kenalkan Perdagangan Karbon di PGTC 2026

Ecobiz.asia – Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkenalkan konsep perdagangan karbon kepada mahasiswa dalam ajang Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 di...

Kementerian ESDM Siapkan Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Energi, Incar Pendanaan Potensial US$7,7 Miliar

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan regulasi perdagangan karbon sektor energi melalui penyusunan Rancangan Peraturan Menteri (RPermen) ESDM tentang...