KPH Berpotensi Masuk ke Pasar Karbon, Distribusikan Manfaat Ekonomi ke Masyarakat Hutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mendorong Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) untuk terlibat dalam pemanfaatan nilai ekonomi karbon dengan bertransformasi secara kelembagaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Ditemui usai membuka Sarasehan KPH Tahun 2025 di Jakarta, Rabu (29/10/2025), Raja Juli mengatakan KPH berpotensi menjadi unit usaha yang mendapat imbalan ketika berhasil menjaga dan mengelola hutan secara baik.

“Justru itu yang akan kita kembangkan, justru itu yang akan kita usahakan karena sekali lagi reward itu menjadi penting. KPH bisa jadi nanti menjadi semacam BLU, unit usaha yang ketika mereka menjaga hutan dengan baik kemudian menghasilkan sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat maka KPH juga akan mendapatkan benefit dari usaha-usaha serius mereka itu termasuk karbon,” ujar Menhut.

Read also:  Kemenhut Bentuk Indonesia Forestry Carbon Hub, Perkuat Ekosistem Perdagangan Karbon

Raja Juli menekankan pentingnya keadilan distribusi manfaat ekonomi karbon, terutama bagi masyarakat di kawasan hutan yang cenderung termarjinalkan.

Dia merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 110 tahun 2025 tentang Nilai Ekonomi Karbon sebagai kerangka kebijakan yang baru dan meminta agar penerapan kebijakan itu tidak hanya menguntungkan segelintir pihak.

“Jangan sampai yang menikmati Perpres ini juga itu-itu saja orangnya. Saya tidak anti pengusaha, tapi bagaimana dibuat ekosistem yang juga menguntungkan orang yang ada di tapak, termasuk masyarakat di pinggir hutan tadi,” katanya.

Read also:  Persetujuan Menhut Terbit, Verra Proses Penerbitan Kredit Karbon Tiga Proyek Kehutanan Indonesia

Pada kesempatan itu, dia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat peran KPH sebagai ujung tombak pengelolaan hutan berkelanjutan di tingkat tapak.

Ia menyebut pertemuan sarasehan ini sebagai momentum untuk mengonsolidasikan kembali peran KPH setelah mengalami dinamika regulasi dan organisasi beberapa tahun terakhir.

“KPH memiliki fungsi strategis dalam sejarah kehutanan Indonesia. Namun beberapa tahun terakhir perannya sangat berkurang. Pertemuan ini penting untuk merevitalisasi peran KPH. Yang menjaga hutan harus yang dekat dengan hutan, dan itu adalah KPH,” tegas Menhut.

Read also:  Kemenhut dan Emergent Sepakati Penjajakan Kerja Sama Pendanaan Iklim Sektor Kehutanan

Raja Juli meminta jajaran eselon I Kementerian untuk memperkuat kolaborasi dengan KPH meski ada keterbatasan regulasi. Penguatan kapasitas KPH menurutnya penting untuk mencegah kebakaran hutan, menekan illegal logging dan aktivitas tambang ilegal, sekaligus mendukung perlindungan satwa dan perhutanan sosial.

Sarasehan bertema “Penguatan Kesatuan Pengelolaan Hutan melalui Konsolidasi Spasial untuk Mendukung Penyehatan Iklim Investasi, Hilirisasi Industri Hasil Hutan, dan Indonesia’s FOLU Net Sink 2030” itu juga menampilkan penyerahan Sertifikat KPH Efektif Tahun 2024, pemberian Penghargaan Adhinata Wana, pameran usaha kehutanan, serta diskusi yang diikuti perwakilan KPH dari seluruh Indonesia. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komisi Eropa Longgarkan Aturan Pasar Karbon (EU ETS), Tuai Reaksi Keras

Ecobiz.asia – Komisi Eropa mengusulkan reformasi besar terhadap European Union Emissions Trading System (EU ETS) untuk memperkuat daya saing industri dan mempercepat transisi energi....

IBCSD dan IDCTA Dorong Penguatan Pasar Karbon Nasional untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

Ecobiz.asia – Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA), didukung IDX Carbon, menggelar Forum Strategis Kesiapan Pasar Karbon...

Pemerintah Tawarkan Papua sebagai Destinasi Investasi Karbon Berbasis Masyarakat

Ecobiz.asia – Pemerintah mengundang investor dalam dan luar negeri untuk mengembangkan proyek karbon di Papua. Kawasan dengan tutupan hutan tropis yang luas itu dinilai memiliki...

OJK Ajak Industri Bergabung di Bursa Karbon, Buka Peluang Tingkatkan Daya Saing Global

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak pelaku industri untuk segera mendaftar sebagai pengguna jasa Bursa Karbon Indonesia dan mulai aktif bertransaksi, baik sebagai...

ESGIN-Agraus Resources Bangun Kemitraan Strategis, Bidik Pengembangan Proyek Iklim dan Ekonomi Karbon

Ecobiz.asia -- PT ESGIN Global Partners (ESGIN) dan PT Agraus Resources menandatangani Heads of Agreement (HoA) sebagai langkah awal membangun kemitraan strategis untuk mempercepat...

TOP STORIES

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...

Indonesia Links Transport Decarbonization to Energy Security, Rolls Out Zero ODOL Roadmap

Ecobiz.asia - Indonesia is positioning transport decarbonization as a key pillar of its energy security strategy while rolling out a nine-point roadmap to eliminate...

PLN Expands EV Charging Network as Home Chargers Surpass 92,000

Ecobiz.asia – Indonesia's state-owned electricity company PT PLN (Persero) has significantly expanded the country's electric vehicle (EV) charging infrastructure, with the number of home...

Danantara Issues Conditional Letters of Award to Eight Partners for Indonesia’s Second-Phase WTE Projects

Ecobiz.asia - PT Danantara Investment Management (DIM) has officially issued Conditional Letters of Award (CLoA) to eight selected consortiums for the second phase of...