KLH Turunkan Tim Ahli Kaji Penyebab Longsor di Cisarua, Evaluasi Tata Ruang

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pengelolaan lanskap di kawasan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Hanif saat meninjau langsung lokasi longsor pada Minggu (25/1), menyusul bencana yang mengancam keselamatan warga dan menimbulkan kerusakan lingkungan. Pemerintah, kata dia, tidak akan menangani bencana hanya secara darurat, tetapi akan menelusuri akar persoalan lingkungan yang memicu kerentanan kawasan.

Read also:  Pemerintah Pangkas Produksi Batubara 2026 ke Kisaran 600 Juta Ton, RKAB Nikel Disesuaikan Kebutuhan Industri

KLH/BPLH akan menurunkan tim ahli lintas disiplin untuk mengkaji penyebab longsor, terutama yang berkaitan dengan perubahan fungsi lahan dan ketidaksesuaian pemanfaatan ruang dengan daya dukung lingkungan. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pengetatan kebijakan penataan ruang agar kejadian serupa tidak terulang.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita perlu evaluasi menyeluruh terhadap tata ruang dan pemanfaatan lahan di kawasan ini,” ujar Hanif kepada wartawan di lokasi.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan wilayah Cisarua diguyur hujan selama empat hari berturut-turut dengan intensitas rata-rata sekitar 68 milimeter per hari. Meski hujan menjadi pemicu, Hanif menilai intensitas tersebut belum tergolong ekstrem secara klimatologis.

Read also:  Indonesia–Inggris Dorong Pembiayaan Alam Berkelanjutan, Aceh Jadi Model Percontohan

Menurutnya, hal itu mengindikasikan adanya kerapuhan struktur lanskap akibat faktor lain, seperti kemiringan lereng, karakteristik geologi, serta pembukaan lahan pertanian tanpa pengelolaan yang berkelanjutan. Tutupan vegetasi yang menipis di lereng-lereng kritis dinilai meningkatkan risiko pergerakan tanah saat hujan.

“Ini menunjukkan ada persoalan serius pada daya dukung dan daya tampung lingkungan, bukan semata-mata faktor hujan,” katanya.

Read also:  Bantah Ada Penggeledahan oleh Penyidik Kejaksaan Agung, Kemenhut: Pencocokan Data

KLH/BPLH berkomitmen mengawal pemulihan lingkungan pascabencana dengan mendampingi pemerintah daerah untuk mengaudit rencana tata ruang dan memperkuat mitigasi bencana berbasis ekosistem. Pemerintah juga mendorong pemulihan vegetasi dan penataan kembali pemanfaatan lahan agar kebutuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan.

“Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat diperlukan untuk menekan risiko bencana di kawasan rawan longsor dan menjaga keselamatan ruang hidup dalam jangka panjang, kata Hanif. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...

Indonesia, UK Push Post-COP30 Climate Action, Focus on Finance and Resilience

Ecobiz.asia — Indonesia and Britain agreed to step up climate cooperation to accelerate post-COP30 action, with a focus on climate finance, national resilience and...

Gakkum Kehutanan Limpahkan Kasus Kayu Ilegal Donggala ke Kejaksaan

Ecobiz.asia — Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan (Gakkum Kehutanan) melimpahkan perkara pengangkutan kayu ilegal di jalur Trans Palu–Tolitoli, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, ke Kejaksaan...

TOP STORIES

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...