KLH Gandeng ITB Bedah Lanskap Rawan Bencana Hidrometeorologi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membedah lanskap kawasan rawan bencana hidrometeorologi, dengan fokus awal di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Langkah ini ditempuh menyusul meningkatnya risiko banjir dan longsor di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) prioritas nasional. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penguatan pengawasan lingkungan serta kajian cepat berbasis sains sebagai upaya pencegahan bencana.

Kajian di Cisarua dilakukan melalui Rapid Environmental Assessment (REA) dengan melibatkan tim ahli ITB guna mengidentifikasi faktor pemicu kerusakan lanskap, termasuk perubahan tata ruang, tekanan aktivitas usaha, dan kerentanan wilayah hulu terhadap curah hujan ekstrem.

Read also:  Pencabutan Izin Perusahaan Penyebab Banjir Sumatra, WALHI Soroti Pertambangan Emas Tanpa Izin

Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, mengatakan kajian cepat tersebut menjadi dasar penting bagi perumusan kebijakan korektif, termasuk revisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan penataan ulang tata ruang di kawasan rawan bencana.

“Kami memastikan kajian lingkungan dilakukan secara cepat dan terukur untuk mencegah dampak bencana hidrometeorologi, sekaligus menjadi dasar perbaikan tata kelola wilayah,” kata Rasio di Bandung, Jumat (30/1/2026).

Read also:  Indonesia–Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat Periode Keempat, Perkuat Partisipasi Publik dalam Aksi Iklim

Selain pendekatan ilmiah, KLH/BPLH juga menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran lingkungan yang berpotensi memperparah risiko longsor dan banjir. Tim pengawas dan penyidik lingkungan telah diterjunkan untuk mengumpulkan bahan keterangan dari lapangan.

Ahli hidrometeorologi ITB Imam Achmad Sadisun menyatakan kolaborasi dengan KLH/BPLH bertujuan memastikan analisis kerentanan wilayah dilakukan secara objektif dan berbasis data lintas disiplin.

“Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan proyeksi yang akurat terkait risiko hidrometeorologi dan menjadi dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.

Read also:  Gakkum Kehutanan–Satgas PKH Tertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kawasan Hutan Solok Selatan

KLH/BPLH menyatakan pola kajian dan pengawasan ini tidak hanya diterapkan di Cisarua, tetapi akan diperluas ke sejumlah DAS prioritas lain di Pulau Jawa, seperti DAS Citarum, Ciliwung, Serayu, dan Kali Bekasi, serta DAS Ayung di Bali.

Pengawasan akan difokuskan pada aktivitas dan unit usaha di wilayah hulu DAS untuk memastikan kepatuhan terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan, sebagai bagian dari upaya nasional menekan risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Indonesia–Norwegia Luncurkan Layanan Dana Masyarakat Periode Keempat, Perkuat Partisipasi Publik dalam Aksi Iklim

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Norwegia meluncurkan Layanan Dana Masyarakat untuk Lingkungan (Small Grant) Periode Keempat guna memperkuat partisipasi publik dalam mendukung pencapaian...

Kelola Sampah Plastik Laut, Pemkab Berau dan WWF Indonesia Operasikan TPS3R RUPIAH di Pulau Derawan

Ecobiz.asia — Pemerintah Kabupaten Berau bersama WWF Indonesia mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) RUPIAH (Rumah Pilah Sampah) di Pulau Derawan sebagai...

TOP STORIES

Indonesia Belajar dari India, Tekan Biaya Pembangkitan PLTS hingga 3 Sen Dolar per kWH

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mempelajari pengalaman India dalam menekan biaya pembangkitan listrik tenaga surya sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi dan meningkatkan pemanfaatan...

Dorong Hilirisasi, Menteri Bahlil Mau Setop Ekspor Timah

Ecobiz.asia — Pemerintah membuka peluang penghentian ekspor timah mentah sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi nasional guna mendorong transformasi ekonomi dan memperkuat basis industri...

Bekasi Darurat Sampah, Menteri LH Minta Warga Kelola Sampah Mulai dari Rumah

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup menyatakan Kota Bekasi berada dalam kondisi darurat sampah seiring timbulan limbah harian yang mencapai 1.801 ton. Perubahan perilaku masyarakat menjadi...

Internalisasi Dampak Iklim dan Nilai Ekonomi Karbon Jadi Kunci Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan

Ecobiz.asia — Internalisasi dampak perubahan iklim dan pemanfaatan nilai ekonomi karbon dinilai semakin mendesak bagi perusahaan, seiring perubahan struktural ekonomi dan meningkatnya tuntutan regulasi...

Dorong Pengembangan Ekonomi Karbon, Atkarbonist Gandeng Sucofindo dan DMB Global

Ecobiz.asia — Asosiasi Penggiat Karbon dan Bisnis Berkelanjutan atau Atkarbonist menjalin kerja sama dengan PT Sucofindo dan PT Daya Mitra Bersama (DMB) Global untuk...