KLH Gandeng ITB Bedah Lanskap Rawan Bencana Hidrometeorologi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membedah lanskap kawasan rawan bencana hidrometeorologi, dengan fokus awal di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Langkah ini ditempuh menyusul meningkatnya risiko banjir dan longsor di sejumlah daerah aliran sungai (DAS) prioritas nasional. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penguatan pengawasan lingkungan serta kajian cepat berbasis sains sebagai upaya pencegahan bencana.

Kajian di Cisarua dilakukan melalui Rapid Environmental Assessment (REA) dengan melibatkan tim ahli ITB guna mengidentifikasi faktor pemicu kerusakan lanskap, termasuk perubahan tata ruang, tekanan aktivitas usaha, dan kerentanan wilayah hulu terhadap curah hujan ekstrem.

Read also:  Danantara dan 13 Pemda Teken MoU Percepatan Proyek PSEL di Enam Wilayah

Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH, Rasio Ridho Sani, mengatakan kajian cepat tersebut menjadi dasar penting bagi perumusan kebijakan korektif, termasuk revisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan penataan ulang tata ruang di kawasan rawan bencana.

“Kami memastikan kajian lingkungan dilakukan secara cepat dan terukur untuk mencegah dampak bencana hidrometeorologi, sekaligus menjadi dasar perbaikan tata kelola wilayah,” kata Rasio di Bandung, Jumat (30/1/2026).

Read also:  Indonesia Belajar Pengembangan Green Jobs Denmark, Dari Waste to Energy hingga Auditor Karbon

Selain pendekatan ilmiah, KLH/BPLH juga menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran lingkungan yang berpotensi memperparah risiko longsor dan banjir. Tim pengawas dan penyidik lingkungan telah diterjunkan untuk mengumpulkan bahan keterangan dari lapangan.

Ahli hidrometeorologi ITB Imam Achmad Sadisun menyatakan kolaborasi dengan KLH/BPLH bertujuan memastikan analisis kerentanan wilayah dilakukan secara objektif dan berbasis data lintas disiplin.

“Kolaborasi ini diharapkan menghasilkan proyeksi yang akurat terkait risiko hidrometeorologi dan menjadi dasar pengambilan keputusan,” ujarnya.

Read also:  Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

KLH/BPLH menyatakan pola kajian dan pengawasan ini tidak hanya diterapkan di Cisarua, tetapi akan diperluas ke sejumlah DAS prioritas lain di Pulau Jawa, seperti DAS Citarum, Ciliwung, Serayu, dan Kali Bekasi, serta DAS Ayung di Bali.

Pengawasan akan difokuskan pada aktivitas dan unit usaha di wilayah hulu DAS untuk memastikan kepatuhan terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan, sebagai bagian dari upaya nasional menekan risiko bencana hidrometeorologi di masa mendatang. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...

Kemenhut dan YKAN Teken MoU Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat transformasi pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis sains dan kolaborasi...

Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Percepatan Penanganan dan Penetapan Status Hutan Adat 2025-2029 sekaligus menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan...

Hari Lingkungan Hidup 2026, KLH Dorong Aksi Iklim Lewat Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya aksi nyata pengendalian perubahan iklim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, termasuk...

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

TOP STORIES

West Java, Sumitomo-Hitachi Zosen Consortium Advance Legok Nangka Waste-to-Energy Project

Ecobiz.asia — The West Java provincial government and a consortium led by Japan’s Sumitomo Corporation and Hitachi Zosen Corporation have reached a renewed agreement...

Indonesia Assures Global Investors New Conservation Financing Will Prioritize Ecology

Ecobiz.asia — Indonesia has assured international donors and investors that its new innovative financing scheme for national parks and iconic species conservation will prioritize...

Ceria Corp Perkuat Komitmen ESG Lewat Program Green Legacy

Ecobiz.asia -- Ceria Corp mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menggelar program penanaman pohon Green Legacy di area revegetasi Emerald Puncak, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka,...

PGN dan Pertagas Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Operasional Penuh CISEM II

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menggandeng anak perusahaan, PT Pertamina Gas (Pertagas), dalam memperkuat fondasi bisnis...

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...