Kementerian ESDM dan ABB Dorong Penerapan GPAS untuk Tingkatkan Keamanan Listrik Nasional

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama perusahaan teknologi global ABB mendorong penerapan Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) di seluruh bangunan sebagai langkah preventif terhadap risiko kebakaran dan kecelakaan listrik.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya nasional memperkuat sistem keselamatan kelistrikan di tengah tingginya angka kebakaran akibat gangguan instalasi listrik.

Data BPBD DKI Jakarta mencatat, 69 persen dari 800 kasus kebakaran pada 2024 disebabkan oleh arus pendek dan arus bocor.

Read also:  Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

“Keselamatan adalah prioritas utama ABB. Melalui kolaborasi ini, kami ingin meningkatkan kesadaran publik agar GPAS menjadi fitur wajib di setiap sistem kelistrikan,” ujar Gerard Chan, Presiden Direktur dan Country Holding Officer ABB Indonesia, dalam keterangannya, Rabu (15/10/2025).

Sementara itu Plt. Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik, Bayu Nugroho, menekankan pentingnya edukasi publik untuk mencegah kecelakaan listrik di bangunan residensial dan komersial.

“GPAS mampu melindungi masyarakat dari risiko arus sisa yang dapat menyebabkan kejutan listrik maupun kebakaran,” katanya.

Read also:  PT Pertamina Trans Kontinental Raih Penghargaan TJSL di IDEAS 2026

Kolaborasi ABB dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian ESDM mencakup kampanye edukasi publik, pelatihan teknis, serta kegiatan Expert Day bagi para kontraktor, pengembang, dan operator gedung.

Program ini bertujuan memperluas pemahaman masyarakat tentang fungsi GPAS dalam mendeteksi gangguan arus sejak dini dan secara otomatis memutus aliran listrik sebelum menimbulkan bahaya.

Kementerian ESDM saat ini tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri yang akan mewajibkan penggunaan GPAS pada instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah, dimulai dari gedung pemerintahan dan kemudian diperluas ke sektor lainnya.

Read also:  Pertamina Siap Jalankan Mandatori B50, Masa Transisi Berlangsung hingga September

Sebagai tindak lanjut, Ditjen Gatrik bersama ABB telah melakukan sosialisasi melalui media digital dan kegiatan lapangan, termasuk Expert Day di Jakarta serta kunjungan industri ke pabrik ABB di Bekasi, Jawa Barat.

Acara tersebut mempertemukan para profesional di bidang teknik, keselamatan, dan pemadam kebakaran untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam peningkatan standar keamanan listrik nasional. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...

Didukung APP Group, Persemaian Sriwijaya Kemampo Siap Dukung Gerakan ASRI Presiden Prabowo

Ecobiz.asia – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meresmikan Pusat Persemaian Sriwijaya Kemampo di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kemampo, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan,...

Pertama di Dunia, Terminal LPG Tanjung Sekong Pertamina Kantongi Sertifikat Green Terminal

Ecobiz.asia – Terminal LPG Tanjung Sekong milik PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak usaha PT Pertamina International Shipping (PIS), menjadi terminal LPG pertama di...

Danantara Buka Lagi Pendaftaran Mitra Proyek PSEL, Bidik Investor Global

Ecobiz.asia – PT Danantara Investment Management (DIM) melalui anak usahanya PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) kembali membuka pendaftaran Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk...

Perta Daya Gas Perkuat Infrastruktur Gas untuk Dukung Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia – PT Perta Daya Gas (PDG) menegaskan komitmennya memperkuat pengembangan infrastruktur dan layanan gas bumi guna mendukung ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya...

TOP STORIES

Masuk Pasar Karbon Skema Jurisdictional REDD, Riau Tunggu Persetujuan Menteri Keuangan

Ecobiz.asia – Pemerintah Provinsi Riau tinggal selangkah lagi memasuki pasar karbon internasional melalui skema Jurisdictional REDD+. Saat ini, pemerintah daerah menunggu penerbitan Letter of...

Türkiye, Ghana and Luxembourg Join The Coalition to Grow Carbon Markets

Ecobiz.asia – Türkiye, Ghana and Luxembourg have joined the Coalition to Grow Carbon Markets, bringing the number of participating governments to 14 and signaling...

Pertamina Exceeds First-Half 2026 Decarbonization Target by 118%

Ecobiz.asia - Indonesia's state-owned energy company PT Pertamina (Persero) exceeded its first-half 2026 decarbonization target by 118%, driven by emissions reduction initiatives across its...

OJK Develops Carbon Insurance to Unlock Financing for Indonesia’s Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia's Financial Services Authority (OJK) is developing carbon insurance and other sustainable finance instruments to strengthen the country's carbon market ecosystem and...

Pertamina Lampaui Target Dekarbonisasi, Emisi Karbon Turun 118% di Atas RKAP

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) melampaui target program dekarbonisasi yang ditetapkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2026. Sepanjang semester I 2026, Pertamina...