Kemenhut Kerahkan 387 Personel dan Armada Udara Tangani Karhutla di Riau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengerahkan 387 personel gabungan dan armada udara untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau seiring meningkatnya luas area terbakar dan kondisi cuaca kering ekstrem.

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan mencatat, seluruh wilayah Riau saat ini berada pada kategori sangat mudah terbakar, sehingga operasi darat dan udara diintensifkan untuk mencegah perluasan kebakaran.

Direktur Jenderal Gakkum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengatakan pengendalian karhutla dilakukan secara kolaboratif bersama berbagai pihak, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BMKG, TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan sektor swasta.

Read also:  Imbas Kematian Dua Gajah, Menhut Cabut Dua Konsesi Kehutanan (PBPH) di Kawasan Seblat

“Operasi darat maupun udara terus diintensifkan guna menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat,” ujar Dwi dalam keterangannya dikutip Jumat (27/3/2026).

Berdasarkan pemantauan satelit Terra/Aqua NASA periode 1 Januari–26 Maret 2026, tercatat 625 titik panas di Indonesia, dengan 266 titik atau 42,56 persen berada di Riau. Sementara luas karhutla di provinsi tersebut pada Januari–Februari 2026 mencapai 4.440,21 hektare dan terus meningkat.

Untuk penanganan di lapangan, tim gabungan telah melakukan 265 operasi pemadaman darat di sejumlah wilayah terdampak, antara lain di Dumai, Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Bengkalis.

Read also:  Bahlil Lantik Sejumlah Pejabat Eselon II Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan strategi utama saat ini adalah membatasi penyebaran api dan memadamkan titik utama kebakaran.

“Strategi awal adalah penyekatan agar api tidak meluas, kemudian mematikan sumber asap utama,” ujarnya.

Operasi ini juga didukung satu unit helikopter Bell 412 Kemenhut serta dua helikopter BNPB untuk patroli udara, water bombing, dan evakuasi, dengan total waktu terbang lebih dari 20 jam.

Selain itu, pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bekerja sama dengan BNPB dan BMKG untuk mempercepat penanganan melalui hujan buatan.

Read also:  Danantara dan 13 Pemda Teken MoU Percepatan Proyek PSEL di Enam Wilayah

Di lapangan, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber air akibat turunnya curah hujan, khususnya di wilayah gambut. Untuk mengatasi hal ini, tim dibantu masyarakat dan pemerintah daerah membangun embung, membersihkan kanal, dan memperkuat sekat kanal.

Dwi menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan laju karhutla yang cenderung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci utama dalam penanggulangan karhutla,” tegasnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Amerika Serikat masih menjadi pasar strategis bagi produk kehutanan Indonesia. Nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Negeri Paman Sam pada 2025...

Penuhi Kebutuhan Pasar, Menhut Jamin Produk Kayu Indonesia ke AS Legal dan Bersertifikat

Ecobiz.asia – Di tengah tuntutan global akan produk kayu berkelanjutan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjamin produk kayu Indonesia yang masuk ke pasar Amerika...

BRIN-Rosatom Rusia Bahas Pengembangan Eneri Nuklir Berskala Besar

Ecobiz.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan perusahaan energi nuklir Rusia Rosatom menggelar pertemuan untuk membahas pengembangan energi nuklir berskala besar di...

Wamen ESDM Soroti Kerja Sama Energi Bersih RI-Rusia di Forum SKB ke-14

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia memperkuat kerja sama strategis di sektor energi dan sumber daya mineral dalam rangkaian Sidang Komisi Bersama (SKB)...

Satgas PKH Serahkan Total 5,8 Juta Ha Hutan ke Negara, 4,1 Juta Ha Dikelola Agrinas

Ecobiz.asia – Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyetor Rp10,27 triliun ke kas negara dan menyerahkan kembali 5,88 juta hektare kawasan hutan hasil...

TOP STORIES

Indonesia Bets on Certified Sustainable Timber to Expand U.S. Market Access

Ecobiz.asia — United States remains a strategic export market for Indonesia’s forestry products, with exports of Indonesian processed wood products to the U.S. reaching...

Pangkas Emisi Karbon, PLN Gandeng MRT Jakarta dan Transjakarta Kampanyekan Transportasi Publik Listrik

Ecobiz.asia – PT PLN (Persero) bersama PT MRT Jakarta dan PT Transportasi Jakarta meluncurkan kampanye “Green Future Powered Today” untuk mendorong penggunaan transportasi publik...

Ekspor Produk Kayu ke AS Tembus US$1,94 Miliar, RI Andalkan Sertifikasi dan Produk Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Amerika Serikat masih menjadi pasar strategis bagi produk kehutanan Indonesia. Nilai ekspor produk kayu olahan Indonesia ke Negeri Paman Sam pada 2025...

Penuhi Kebutuhan Pasar, Menhut Jamin Produk Kayu Indonesia ke AS Legal dan Bersertifikat

Ecobiz.asia – Di tengah tuntutan global akan produk kayu berkelanjutan, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjamin produk kayu Indonesia yang masuk ke pasar Amerika...

ASEAN Must Not Become Global Waste Dumping Ground, Circular Economy Must Advance

Ecobiz.asia — Indonesia has called for stronger regional cooperation in ASEAN to address increasingly complex challenges in chemical and waste management, including the growing...