Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk mengetahui penyebab kematian secara pasti.

Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Kemenhut, Ristianto Pribadi menjelaskan laporan awal kasus kematian dua gajah sumatra diterima Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bengkulu pada 29 April 2026.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera berkoordinasi dengan aparat setempat, termasuk kepolisian sektor Sungai Rumbai, untuk melakukan langkah awal penanganan di lapangan.

Read also:  Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Pada 30 April 2026, tim BKSDA Bengkulu bersama dokter hewan diterjunkan ke lokasi untuk verifikasi dan penanganan awal.

Hasil pengecekan menunjukkan dua ekor gajah ditemukan dalam kondisi mati, terdiri dari satu individu dewasa dan satu anakan yang diduga induk dan anak, dengan posisi berdekatan. Dari pengamatan awal, gading kedua satwa dilaporkan masih utuh.

Read also:  Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

Hingga kini, penyebab kematian belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil nekropsi serta analisis laboratorium.

Pada 1 Mei 2026, tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Bengkulu, Gakkum Kehutanan Wilayah Sumatera, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kepolisian telah berada di lokasi untuk melakukan prosedur nekropsi sesuai standar penanganan satwa liar dilindungi.

Ristianto menyatakan pemerintah menaruh perhatian serius terhadap kasus tersebut.

“Kami menyampaikan keprihatinan mendalam. Tim gabungan sedang memastikan penyebab kematian secara ilmiah melalui nekropsi dan analisis laboratorium. Jika ditemukan indikasi pelanggaran hukum, akan ditindak tegas sesuai ketentuan,” ujarnya.

Read also:  Kemenhut Luncurkan LEVERAGE, Penegakan Hukum Kehutanan Diperkuat dengan Platform Aduan Digital

Dia juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi terkait penyebab kematian dan memberikan ruang bagi proses investigasi berjalan optimal.

Dia menegaskan komitmen Kemenhut untuk mengusut tuntas kasus ini secara transparan dan berbasis ilmiah, sekaligus memperkuat perlindungan satwa liar dilindungi melalui kolaborasi lintas pihak. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

DEN Dorong Indonesian Bioenergy Index untuk Percepat Pengembangan Bioenergi Nasional

Ecobiz.asia – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong pembentukan Indonesian Bioenergy Index (IBI) sebagai acuan harga nasional bioenergi guna mempercepat pengembangan bioenergi dan mendukung target...

Kemenhut Siapkan Aturan Baru Pengenaan Sanksi Administratif, Buka Ruang Masukan Publik

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan tengah menyiapkan regulasi baru untuk memperkuat pengawasan dan penegakan hukum administratif di sektor kehutanan melalui penyusunan Peraturan Menteri Kehutanan tentang...

Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir, Bahlil Singgung Manajemen Logistik Batu bara

Ecobiz.asia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta PT PLN (Persero) segera mengambil langkah mitigasi yang terukur dan komprehensif untuk...

Plastic Smart Cities WWF Dorong Praktik Ekonomi Sirkular, Kurangi Polusi Plastik di Indonesia

Ecobiz.asia – Program Plastic Smart Cities (PSC) yang dijalankan WWF-Indonesia dinilai berhasil memperkuat sistem pengelolaan sampah dan mendorong praktik ekonomi sirkular sebagai upaya mengurangi...

Cegah Karhutla, Pemerintah Percepat Pembangunan Sekat Kanal dan Perkuat Budaya Ekologis Gambut

Ecobiz.asia – Pemerintah memperkuat strategi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mempercepat pembangunan sekat kanal, menjaga tata kelola air gambut, serta membangun budaya...

TOP STORIES

Kemenhut Tegaskan Hanya PBPH yang Berhak Ajukan Perdagangan Karbon di Konsesi Kehutanan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), bukan pengembang proyek (project developer), merupakan pihak yang berhak mengajukan permohonan...

Empat Tantangan Proyek Karbon Kehutanan, Fairatmos Siap Dampingi PBPH

Ecobiz.asia – Pengembangan proyek karbon di sektor kehutanan menghadapi sedikitnya empat tantangan utama, mulai dari persoalan status lahan, keterbatasan data karbon, tingginya biaya pengembangan...

PGN Garap Stranded Gas Lapangan Sengeti, Tambah Pasokan Gas Domestik

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan tambahan pasokan gas bumi dari Lapangan Sengeti sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi...

APHI Fasilitasi Peningkatan Kapasitas Perusahaan Kehutanan Masuk ke Pasar Karbon

Ecobiz.asia – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) menjalankan program peningkatan kapasitas bagi perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) untuk mempercepat pengembangan proyek dan...

Agrotech Bioenergy dan Monsoon Carbon Jajaki Pengembangan Kredit Karbon Biogas di Malaysia dan Indonesia

Ecobiz.asia – Perusahaan energi terbarukan asal Malaysia, Agrotech Bioenergy Sdn Bhd, menggandeng pengembang proyek karbon Monsoon Carbon untuk menjajaki pengembangan proyek kredit karbon berbasis...