Indonesia–Inggris Luncurkan MFP Fase 5, Fokus Penguatan Tata Kelola Hutan dan Kepercayaan Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Inggris meluncurkan Multistakeholder Forestry Programme (MFP) Fase 5 untuk memperkuat tata kelola hutan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar global terhadap produk kehutanan Indonesia.

Program yang didukung Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) Inggris ini merupakan kelanjutan kemitraan strategis kedua negara yang telah berlangsung sejak 2000. Pada MFP5, Pemerintah Inggris menyalurkan hibah sebesar 12 juta poundsterling hingga 2029

MFP Fase 5 diarahkan untuk mendorong pengelolaan hutan yang lebih transparan, inklusif, dan berorientasi hasil, serta mendukung pencapaian target Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Read also:  Indonesia Serukan Penguatan Perdagangan Hasil Hutan Lestari di Forum Kehutanan APEC

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan MFP telah menjadi wadah kolaborasi lintas pemangku kepentingan dalam memperbaiki tata kelola kehutanan nasional.

Sejumlah capaian strategis telah dihasilkan sejak fase awal, termasuk penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) dan posisi Indonesia sebagai negara pertama yang menandatangani perjanjian FLEGT–VPA dengan Uni Eropa.

“Melalui MFP Fase 5, perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan hutan akan terus didorong, mulai dari penguatan legalitas hasil hutan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan,” kata Raja Juli Antoni saat peluncuran, Senin (9/2/2026).

Read also:  Kebijakan Kehutanan Masih Bertumpu pada Interpretasi Tunggal, Sederhanakan Keragaman Sejarah, Sosial, Budaya

Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Menurutnya, tata kelola kehutanan yang lebih baik akan meningkatkan daya dukung dan daya tampung hutan sekaligus menjaga manfaat ekonomi jangka panjang.

MFP Fase 5 berada di bawah arahan Programme Steering Committee (PSC) yang melibatkan perwakilan pemerintah Indonesia dan Inggris serta pemangku kepentingan terkait.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey menegaskan bahwa kerja sama internasional menjadi kunci dalam menghadapi perubahan iklim dan melindungi hutan. Ia menyebut masa depan hutan Indonesia memiliki dampak global dan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan masyarakat.

Read also:  ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

“MFP Fase 5 menunjukkan bahwa kemitraan Indonesia–Inggris dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan iklim dan keanekaragaman hayati, sekaligus membuka peluang ekonomi,” ujar Jermey.

Ia menambahkan program ini berpotensi memperluas peluang usaha, termasuk bagi UMKM dan pelaku industri hasil hutan berkelanjutan di kedua negara. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Investasi Rp3 Triliun Masuk, PSEL Piyungan Ditargetkan Hasilkan Listrik 20 MW

Ecobiz.asia – Investasi sekitar Rp3 triliun akan digelontorkan untuk membangun fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Piyungan, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)....

Rancang Peta Arahan, Kemenhut Siapkan 5,67 Juta Hektare Kawasan Hutan untuk Perizinan Berusaha

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan alokasi sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan dalam Peta Arahan Pemanfaatan Hutan (PAPH) Tahun 2026 sebagai acuan penerbitan...

ClientEarth-CPI Indonesia Teken MoU, Percepat Transisi Energi Berkeadilan

Ecobiz.asia – ClientEarth dan Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mempercepat implementasi energi terbarukan dan transisi energi berkeadilan di Indonesia. Kerja...

Menteri Jumhur Ajak Akademisi Wujudkan Kedaulatan Ekologis Jelang 81 Tahun Indonesia Merdeka

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengajak kalangan akademisi menjadikan kedaulatan ekologis sebagai fondasi baru pembangunan Indonesia...

Kemenhut Perkuat Diplomasi Publik, Siapkan SDM Hadapi Negosiasi Kehutanan Global

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang diplomasi publik dan negosiasi internasional guna mendukung kepemimpinan Indonesia dalam tata kelola...

TOP STORIES

Elnusa Perkuat Kapabilitas Geoscience untuk Dukung Eksplorasi Energi

Ecobiz.asia -- PT Elnusa Tbk (Elnusa), perusahaan jasa energi terintegrasi yang merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina, memperkuat kapabilitas Geoscience & Reservoir Services (GRS)...

ADUPI, IDCTA dan ESGIN Bangun Infrastruktur Digital untuk Perkuat Industri Daur Ulang

Ecobiz.asia -- Transformasi industri daur ulang Indonesia memasuki tahap baru dengan semakin pentingnya infrastruktur data, ketertelusuran material dan verifikasi dampak lingkungan. Untuk mendukung agenda...

Penyempurnaan PGN Mobile, Catat Meter Mandiri Kini Lebih Akurat

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, terus memperkuat transformasi digital untuk meningkatkan kualitas layanan dan kenyamanan pelanggan GasKita melalui...

VCarboN Eyes Compliance Carbon Markets, Seeks to Expand Indonesian Projects into South Korea

Ecobiz.asia – Indonesian carbon project developer VCarboN is looking beyond the voluntary carbon market (VCM) to tap compliance carbon markets, seeking to expand international...

Indonesia Expands GCF Results-Based Carbon Finance to 34 Provinces

Ecobiz.asia - Indonesia has expanded its Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) program to 34 provinces after adding 10 new provincial governments,...