Didukung INA, DayOne Kantongi Pendanaan Jumbo untuk Ekspansi Pusat Data Hijau

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — DayOne Data Centers Limited, platform pusat data hyperscale independen yang berkantor pusat di Singapura, memperoleh pendanaan ekuitas Seri C senilai lebih dari 2 miliar dolar AS untuk mempercepat ekspansi infrastruktur digital globalnya.

Pendanaan ini menjadi salah satu penggalangan dana swasta terbesar di sektor pusat data. Putaran Seri C tersebut dipimpin oleh investor lama Coatue, dengan dukungan sejumlah institusi global, termasuk Indonesia Investment Authority (INA), sovereign wealth fund Indonesia.

DayOne menyatakan pendanaan Seri C menarik basis investor global yang luas dari Amerika Serikat, Eropa, dan kawasan Asia-Pasifik, sehingga memperkuat struktur pemegang saham sekaligus mendukung strategi ekspansi internasional perusahaan.

Pendanaan ini dihargai dengan premi 100 persen dibandingkan putaran sebelumnya, melanjutkan penggalangan dana ekuitas Seri A dan B senilai total 1,9 miliar dolar AS pada 2024, serta fasilitas utang mezzanine hingga 1 miliar Euro yang diperoleh pada 2025 dari Brookfield dan satu investor sovereign.

Read also:  Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Dana hasil pendanaan akan digunakan untuk mempercepat fase ekspansi berikutnya di Eropa dan Asia-Pasifik. Di Eropa, dana tersebut akan mendukung pengembangan platform DayOne di Finlandia, termasuk kampus hyperscale utama di Lahti dan Kouvola yang menjadi fondasi strategi DayOne di kawasan tersebut.

Sementara di Asia-Pasifik, modal akan dialokasikan untuk memperluas kehadiran DayOne di kawasan SIJORI (Singapura–Johor–Kepulauan Riau), serta pasar Thailand, Jepang, dan Hong Kong.

DayOne menargetkan penguatan kemampuan penyediaan kapasitas pusat data berdensitas tinggi dan siap kecerdasan buatan (AI-ready), sekaligus mendukung realisasi komitmen pelanggan yang telah diamankan sekitar 1 gigawatt (GW).

Read also:  Malaysia Apresiasi PLN, Proyek Elektrifikasi Kereta Listrik di Kelantan dan Pahang Tuntas Lebih Awal

Perusahaan menyebut pencapaian ini menempatkan DayOne sebagai salah satu platform infrastruktur hyperscale generasi baru dengan pertumbuhan tercepat secara global.

Chief Executive Officer DayOne Jamie Khoo mengatakan investasi tersebut mencerminkan kepercayaan investor terhadap kualitas platform dan prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan di tengah meningkatnya permintaan global terhadap infrastruktur AI dan komputasi awan.

“Modal baru ini memperkuat kemampuan kami untuk memperluas platform di Eropa dan Asia-Pasifik, mengeksekusi pipeline pengembangan yang telah diamankan, serta menghadirkan kapasitas berkinerja tinggi dan siap AI yang dibutuhkan para pemimpin teknologi global,” ujar Khoo dikutip Jumat (9/1/2026).

General Partner dan Head of AI Infrastructure Coatue Robert Yin menyatakan DayOne terus memperluas platform pusat datanya di Asia-Pasifik dan Eropa, seiring tingginya permintaan terhadap infrastruktur hyperscale dan AI.

Read also:  Rekor! PLN EPI Kirim 6.700 Ton Biomassa Sekali Angkut ke PLTU Balikpapan

Sementara itu, CEO Indonesia Investment Authority Ridha Wirakusumah mengatakan investasi Seri C ini memperdalam kemitraan INA dengan DayOne, setelah pembentukan joint venture di Indonesia pada 2023.

“Pendanaan ini mencerminkan kepercayaan terhadap kemampuan eksekusi DayOne dan kapasitasnya dalam mengembangkan infrastruktur hyperscale berkualitas tinggi lintas pasar, sekaligus menegaskan peran INA sebagai investor strategis jangka panjang,” kata Ridha.

DayOne menyebut portofolio pusat datanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi generasi berikutnya melalui desain berdensitas tinggi dengan sistem pendinginan cair, pemanfaatan energi terbarukan dan rendah karbon, serta model pembangunan cepat yang didukung kemitraan dengan utilitas dan pemerintah setempat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Perkuat Integrasi Infrastruktur Gas untuk Perluas Akses Energi Bersih

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas PT Pertamina (Persero), terus memperkuat pengembangan infrastruktur gas bumi nasional guna memperluas akses energi...

Chandra Asri Pasok Aspal Plastik Daur Ulang di Proyek Jalan PLTU Jawa 9 dan 10

Ecobiz.asia — Produsen petrokimia PT Chandra Asri Pacific Tbk memasok material plastik daur ulang untuk campuran aspal plastik yang digunakan pada pembangunan jalan di...

PGE Bidik Rekor Produksi Listrik 5.255 GWh pada 2026, Begini Caranya

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menargetkan produksi listrik mencapai sekitar 5.255 gigawatt hour (GWh) pada 2026 atau tumbuh sekitar 3,14% secara...

PLN Nusantara Power Percepat Pengembangan PLTS Terapung Karangkates 100 MW

Ecobiz.asia -- PT PLN Nusantara Power melalui anak usahanya PLN Nusantara Renewables mempercepat pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung Karangkates yang berlokasi...

Elnusa Realisasikan 95% Capex 2025 untuk Perkuat Teknologi dan Kapasitas Layanan Energi

Ecobiz.asia — PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA) terus memperkuat fondasi pertumbuhan bisnis melalui realisasi belanja modal (capital expenditure/Capex) yang solid sepanjang 2025. Perusahaan jasa...

TOP STORIES

Govt Reviews Scheme as Norway Eyes Carbon Credits from Indonesia Floating Solar Projects

Ecobiz.asia — The government is currently reviewing the scheme in greater detail, including assessing long-term price considerations and mechanisms to ensure that potential funding...

Gold Standard Rilis Metodologi Kredit Karbon untuk Proyek Pensiun Dini PLTU

Ecobiz.asia — Lembaga sertifikasi iklim Gold Standard meluncurkan metodologi baru untuk mendukung percepatan pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batubara sekaligus memastikan transisi...

Pakar IPB: Perdagangan Karbon Sah dalam Perspektif Ekonomi Syariah

Ecobiz.asia — Perdagangan karbon dinilai dapat diterima dalam perspektif ekonomi syariah sepanjang memenuhi prinsip transparansi, verifikasi ilmiah, serta bebas dari unsur spekulasi dan riba. Ketua...

Dua Perusahaan Besi dan Baja Segera Disidangkan Atas Pidana Lingkungan, KLH Tak Toleransi Pencemar

Ecobiz.asia — Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menyerahkan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara dugaan tindak...

Indonesia Removes Sea Sand Export Provision in New Marine Sedimentation Rule

Ecobiz.asia — Indonesia’s Ministry of Marine Affairs and Fisheries has issued a new regulation revising the implementation rules for managing marine sedimentation, including the...