Dari Mana Sumber Radiasi pada Kasus Cengkih Terpapar Cesium-137? KLH Beberkan Faktanya

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah menelusuri sumber paparan radioaktif Cesium-137 (Cs-137) yang ditemukan di area pemakaman umum di Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, setelah kasus cengkih Indonesia dikembalikan oleh otoritas Amerika Serikat akibat terdeteksi zat radioaktif tersebut.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Rasio Ridho Sani mengatakan tim gabungan KLH, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Bareskrim Polri masih mendalami dua dugaan sumber Cs-137, yakni dari bahan baku yang terkontaminasi atau limbah industri logam.

“Cs-137 ini bukan bahan alamiah, melainkan produk buatan hasil reaksi nuklir. Kemungkinan berasal dari bahan baku yang terkontaminasi atau kebocoran limbah radioisotop,” kata Rasio dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/11/2025).

Read also:  Bauran EBT di Sektor Listrik Capai 16,3 Persen, Lampaui Target RUKN

Ia menjelaskan, langkah utama yang kini dilakukan pemerintah adalah memastikan area paparan aman bagi masyarakat. “Kami segera melakukan pengamanan lokasi dengan penyemenan karena area tersebut sering dikunjungi warga. Ini langkah cepat dan tepat untuk menurunkan paparan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pengukuran Bapeten, tingkat paparan Cs-137 di area pemakaman sebelumnya mencapai 1,05–1,30 mikrosievert per jam, melebihi batas aman nasional 0,5 mikrosievert per jam. Setelah dilakukan penyemenan setebal 13 sentimeter, tingkat paparan menurun menjadi 0,11–0,18 mikrosievert per jam.

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLH Brigjen Pol Frans Tjahyono menegaskan bahwa penyidikan dilakukan oleh Satgas Gabungan yang dipimpin KLH dengan Bareskrim Polri sebagai koordinator utama. “Proses ini berbasis ilmiah (scientific-based investigation) karena dampaknya tidak kecil. Saat ini sudah dilakukan pemeriksaan terhadap sekitar 40 saksi dan sejumlah ahli dari berbagai bidang,” katanya.

Read also:  Bakal Rugikan Petani, POPSI Tolak Wacana Kenaikan Pungutan Ekspor Sawit untuk Program B50

Selain penegakan hukum pidana, KLH juga menyiapkan langkah hukum keperdataan untuk menghitung potensi pencemaran dan kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. “Perhitungan dilakukan oleh para ahli dari Direktorat PSLH agar seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum,” tambahnya.

“Semua langkah dilakukan secara transparan, berbasis sains, dan dengan koordinasi lintas lembaga. Ini penting untuk memastikan keselamatan masyarakat dan menjaga citra Indonesia sebagai negara eksportir rempah yang aman,” tegas Rasio.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala BPLH Diaz Hendropriyono sebelumnya menyampaikan bahwa sebanyak 13,6 ton cengkih milik PT Nature Java Spice (NJS) yang terkontaminasi Cs-137 akan dimusnahkan. Proses pemusnahan akan dilakukan oleh KLH bersama BRIN dan Bapeten setelah mendapatkan persetujuan resmi.

Read also:  BPDLH Selesaikan Tiga Proyek Pembiayaan Lingkungan untuk Dukung Ekonomi Sirkular dan Ketahanan Iklim

Paparan Cs-137 pertama kali terdeteksi setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengembalikan pengiriman cengkih Indonesia pada 28 September 2025 karena kandungan Cs-137 sebesar 732,43 becquerel per kilogram (Bq/kg). Meski masih di bawah batas intervensi FDA (1.200 Bq/kg), pemerintah menindaklanjuti kasus itu demi menjamin keamanan publik dan menjaga reputasi ekspor rempah Indonesia.

“Pemerintah sangat berhati-hati agar kasus ini tidak berdampak pada kepercayaan pasar internasional terhadap produk rempah Indonesia,” kata Frans.

Diaz menambahkan, setelah penyelidikan di Surabaya, Pati, dan Lampung, seluruh perkebunan cengkih dinyatakan bersih dan aman. Paparan hanya ditemukan di area pemakaman umum yang telah diamankan. *** (Putra Rama Febrian)

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Gakkum Kehutanan–Satgas PKH Tertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kawasan Hutan Solok Selatan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Satgas Halilintar Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menggelar operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)...

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...

KLH Turunkan Tim Ahli Kaji Penyebab Longsor di Cisarua, Evaluasi Tata Ruang

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengatakan longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua,...

TOP STORIES

Gakkum Kehutanan–Satgas PKH Tertibkan Pertambangan Emas Tanpa Izin di Kawasan Hutan Solok Selatan

Ecobiz.asia — Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera bersama Satgas Halilintar Penertiban Kawasan Hutan (PKH) menggelar operasi penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)...

Sriwijaya Capital Invests Up to US$20 Mil. in SESNA to Expand Solar Power Projects

Ecobiz.asia — Southeast Asia–focused private equity firm Sriwijaya Capital has invested up to US$ 20 million in PT Sumber Energi Surya Nusantara (SESNA), marking...

PDC Perkuat Budaya HSSE, Tekankan Akuntabilitas Pimpinan dan Kepatuhan Pekerja

Ecobiz.asia - PT Patra Drilling Contractor (PDC) memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan menempatkan akuntabilitas pimpinan dan kepatuhan pekerja sebagai pilar utama penerapan...

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...