Cegah Banjir, Kemenhut Dorong Rehabilitasi Lahan Kritis dengan Skema Pasar Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi lahan kritis menjadi salah satu langkah utama mencegah banjir di berbagai daerah, termasuk dengan memanfaatkan pendanaan dari pasar karbon sukarela.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/) mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pekan ini tak lepas dari kondisi lahan kritis di enam daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, lima DAS di Sumatera Utara, dan enam DAS di Sumatera Barat.

“Karena itu rehabilitasi harus dilakukan secara massif dengan dukungan berbagai skema pendanaan, termasuk voluntary carbon market,” ujarnya.

Dyah menjelaskan pemerintah telah menetapkan target pemulihan lahan kritis seluas 12,3 juta hektare sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Data lahan kritis tersebut menjadi dasar penyusunan Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RURHL) dan rencana tahunan rehabilitasi.

Read also:  KKP dan Fairatmos Kaji Potensi Proyek Percontohan Karbon Biru di Jawa Tengah

Kemenhut, kata dia, telah mengarahkan seluruh unit teknis untuk memprioritaskan rehabilitasi di DAS-DAS rawan banjir. Rehabilitasi dilakukan baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan melalui skema berbasis masyarakat, pemerintah daerah, dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH).

“Untuk hutan produksi, kami akan memonitor realisasi rehabilitasi oleh pemegang PBPH. Di kawasan konservasi kami berkoordinasi dengan Ditjen KSDAE, sementara perhutanan sosial juga diarahkan ke lokasi-lokasi kritis,” katanya.

Dyah menekankan bahwa pembiayaan rehabilitasi tidak mungkin bertumpu pada APBN saja. Karena itu, pemerintah mengembangkan berbagai skema termasuk APBD, kerja sama luar negeri, CSR perusahaan, kewajiban PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan), hingga pemanfaatan pasar karbon sukarela.

Read also:  Fairatmos Soroti Tantangan Proyek Karbon Biru, Kembangkan Solusi Digital

“Melalui skema voluntary carbon market, PBPH dapat melakukan rehabilitasi di lahan-lahan yang ditetapkan pemerintah dan menghasilkan nilai ekonomi karbon. Ini potensi besar untuk mempercepat pemulihan lahan kritis,” ujarnya.

Selain rehabilitasi vegetatif, Kemenhut juga memperkuat pembangunan bangunan sipil teknis seperti dam pengendali, dam penahan, sumur resapan, dan biopori di lereng-lereng curam dan kawasan rawan erosi.

Kemenhut saat ini mengoperasikan enam persemaian besar dan 54 persemaian berkapasitas satu juta bibit di seluruh provinsi, yang dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi di APL. Selain itu, Kebun Bibit Rakyat (KBR) terus didorong agar kelompok tani hutan dapat memproduksi bibit sendiri.

Untuk hulu DAS yang berada di APL, Dyah mengatakan pendekatan kepada pemilik lahan sangat penting agar rehabilitasi dapat berjalan efektif.

Read also:  RI Undang Jepang Investasi Karbon Kehutanan, Skema JCM dan VCM

“Kita dorong penanaman tanaman keras dan MPTS agar masyarakat juga mendapat manfaat ekonomi. Upaya ini harus dilakukan bersama-sama dengan pemda dan masyarakat,” katanya.

Kemenhut mencatat banjir pekan ini melanda enam DAS di Aceh (Krueng Geukuh, Krueng Pasee, Krueng Keureto), lima DAS di Sumatera Utara (Kolang, Sibuluan, Aek Pandan, Badiri, Garoga), serta enam DAS di Sumatera Barat (Anai, Antokan, Banda Gadang, Masang Kanan, Masang Kiri, Ulakan Tapis).

Dyah memastikan Kemenhut terus memperkuat pengelolaan DAS secara menyeluruh untuk menekan risiko banjir dan longsor.

“Kami bekerja agar rehabilitasi di hulu berjalan cepat dan tepat sasaran. Upaya ini kunci mengurangi risiko bencana dan memulihkan fungsi ekologis kawasan,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

RI Undang Jepang Investasi Karbon Kehutanan, Skema JCM dan VCM

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia mengundang Jepang untuk berinvestasi dalam ekonomi karbon sektor kehutanan sebagai bagian dari penguatan solusi berbasis alam (nature-based solutions) dalam menghadapi...

Fairatmos Soroti Tantangan Proyek Karbon Biru, Kembangkan Solusi Digital

Ecobiz.asia – Pengembang proyek dan pemilik aset di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dalam pengembangan proyek karbon biru, terutama pada tahap awal penilaian dan...

Pengembangan SRUK Capai 90%, Registri Karbon Bakal Terintegrasi dengan Pasar Global

Ecobiz.asia – Pengembangan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) telah mencapai sekitar 90% dan akan segera memasuki tahap uji coba. Pemerintah menekankan bahwa sistem ini...

KKP dan Fairatmos Kaji Potensi Proyek Percontohan Karbon Biru di Jawa Tengah

Ecobiz.asia – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerja sama dengan Fairatmos tengah mengkaji potensi pengembangan proyek percontohan karbon biru di Jawa Tengah, sebagai bagian...

Indonesia Uji Coba Model Data Karbon G20, Perkuat Transparansi Pasar

Ecobiz.asia — Pemerintah Indonesia akan menguji coba model data karbon yang didukung G20 guna memperkuat transparansi dan standardisasi pasar karbon nasional, sekaligus menjadi negara...

TOP STORIES

Satgas PKH Serahkan Rp11,42 Triliun dan Penguasaan Kembali Kawasan Hutan ke Negara

Ecobiz.asia — Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyerahkan dana Rp11,42 triliun ke kas negara serta melaporkan penguasaan kembali ratusan ribu hektare kawasan...

Percepat PSEL, Menteri LH Ingatkan Pemda Tetap Wajib Kelola Sampah

Ecobiz.asia — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan pemerintah daerah memiliki kewajiban menjalankan pengelolaan sampah selama masa transisi...

PLN Nusantara Power, VOGO-ARSTROMA Explore Membrane-Based CCUS Development

Ecobiz.asia — PT PLN Nusantara Power has signed a memorandum of understanding (MoU) with VOGO-ARSTROMA to explore the development of carbon capture technology as...

BPDLH Gandeng Perusahaan Global, Perkuat Pembiayaan Petani Agroforestri

Ecobiz.asia – Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) menggandeng perusahaan pemasok global dan offtaker untuk memperkuat pembiayaan sektor kehutanan berbasis agroforestri. Kolaborasi dilakukan dengan...

Situasi Global Bergejolak, Pemerintah Perlu Hitungan Presisi Jaga Ketahanan BBM

Ecobiz.asia -- Pemerintah perlu mengedepankan kehati-hatian dan perhitungan yang presisi dalam menetapkan kebijakan harga bahan bakar minyak (BBM), baik subsidi maupun nonsubsidi, di tengah...