Cegah Banjir, Kemenhut Dorong Rehabilitasi Lahan Kritis dengan Skema Pasar Karbon

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi lahan kritis menjadi salah satu langkah utama mencegah banjir di berbagai daerah, termasuk dengan memanfaatkan pendanaan dari pasar karbon sukarela.

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Dyah Murtiningsih dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/11/) mengatakan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pekan ini tak lepas dari kondisi lahan kritis di enam daerah aliran sungai (DAS) di Aceh, lima DAS di Sumatera Utara, dan enam DAS di Sumatera Barat.

“Karena itu rehabilitasi harus dilakukan secara massif dengan dukungan berbagai skema pendanaan, termasuk voluntary carbon market,” ujarnya.

Dyah menjelaskan pemerintah telah menetapkan target pemulihan lahan kritis seluas 12,3 juta hektare sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto. Data lahan kritis tersebut menjadi dasar penyusunan Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RURHL) dan rencana tahunan rehabilitasi.

Read also:  Menhut Terbitkan Permenhut No 6 Tahun 2026, Atur Tata Cara Perdagangan Karbon Kehutanan

Kemenhut, kata dia, telah mengarahkan seluruh unit teknis untuk memprioritaskan rehabilitasi di DAS-DAS rawan banjir. Rehabilitasi dilakukan baik di dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan melalui skema berbasis masyarakat, pemerintah daerah, dan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH).

“Untuk hutan produksi, kami akan memonitor realisasi rehabilitasi oleh pemegang PBPH. Di kawasan konservasi kami berkoordinasi dengan Ditjen KSDAE, sementara perhutanan sosial juga diarahkan ke lokasi-lokasi kritis,” katanya.

Dyah menekankan bahwa pembiayaan rehabilitasi tidak mungkin bertumpu pada APBN saja. Karena itu, pemerintah mengembangkan berbagai skema termasuk APBD, kerja sama luar negeri, CSR perusahaan, kewajiban PPKH (Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan), hingga pemanfaatan pasar karbon sukarela.

Read also:  Kemenhut Sosialisasikan Permenhut 6/2026, Aturan Perdagangan Karbon Libatkan Masyarakat Secara Langsung

“Melalui skema voluntary carbon market, PBPH dapat melakukan rehabilitasi di lahan-lahan yang ditetapkan pemerintah dan menghasilkan nilai ekonomi karbon. Ini potensi besar untuk mempercepat pemulihan lahan kritis,” ujarnya.

Selain rehabilitasi vegetatif, Kemenhut juga memperkuat pembangunan bangunan sipil teknis seperti dam pengendali, dam penahan, sumur resapan, dan biopori di lereng-lereng curam dan kawasan rawan erosi.

Kemenhut saat ini mengoperasikan enam persemaian besar dan 54 persemaian berkapasitas satu juta bibit di seluruh provinsi, yang dapat dimanfaatkan untuk rehabilitasi di APL. Selain itu, Kebun Bibit Rakyat (KBR) terus didorong agar kelompok tani hutan dapat memproduksi bibit sendiri.

Untuk hulu DAS yang berada di APL, Dyah mengatakan pendekatan kepada pemilik lahan sangat penting agar rehabilitasi dapat berjalan efektif.

Read also:  Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) Segera Diluncurkan, KLH Ajak Pengembang Proyek Ikut Uji Coba

“Kita dorong penanaman tanaman keras dan MPTS agar masyarakat juga mendapat manfaat ekonomi. Upaya ini harus dilakukan bersama-sama dengan pemda dan masyarakat,” katanya.

Kemenhut mencatat banjir pekan ini melanda enam DAS di Aceh (Krueng Geukuh, Krueng Pasee, Krueng Keureto), lima DAS di Sumatera Utara (Kolang, Sibuluan, Aek Pandan, Badiri, Garoga), serta enam DAS di Sumatera Barat (Anai, Antokan, Banda Gadang, Masang Kanan, Masang Kiri, Ulakan Tapis).

Dyah memastikan Kemenhut terus memperkuat pengelolaan DAS secara menyeluruh untuk menekan risiko banjir dan longsor.

“Kami bekerja agar rehabilitasi di hulu berjalan cepat dan tepat sasaran. Upaya ini kunci mengurangi risiko bencana dan memulihkan fungsi ekologis kawasan,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pasca Permenhut 6/2026, Kemenhut Bidik Penjualan Karbon Stok Kaltim dan Pipeline Proyek

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membidik penjualan kredit karbon dari stok penurunan emisi di Kalimantan Timur serta sejumlah pipeline project kehutanan, menyusul terbitnya Permenhut...

Kemenhut Sosialisasikan Permenhut 6/2026, Aturan Perdagangan Karbon Libatkan Masyarakat Secara Langsung

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mensosialisasikan Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Tata Cara Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan di Gedung Manggala...

OJK Revisi Aturan Perdagangan Karbon, Target Rampung Juni 2026

Ecobiz.asia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan revisi regulasi perdagangan karbon sekaligus mengembangkan sistem registri pendukung guna memperkuat kerangka pasar karbon nasional. Ketua Dewan...

Indonesia Siapkan Implementasi Nesting Karbon Kehutanan, Riau Jadi Percontohan

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia menyiapkan operasionalisasi kerangka kerja nesting karbon kehutanan guna mendorong transaksi berintegritas tinggi dan menarik investasi global. Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari...

Pertamina NRE Sediakan Kredit Karbon, Dukung Kampanye IDXCarbon “Aku Net-Zero Hero”

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menyediakan kredit karbon untuk mendukung kampanye “Aku Net-Zero Hero” yang diluncurkan bersama IDXCarbon, PT...

TOP STORIES

Asia Pacific Ports Advance Cross-Sector Hydrogen and E-Fuel Development

Ecobiz.asia — Ports across the Asia Pacific are accelerating efforts to develop hydrogen and e-fuel ecosystems through cross-sector collaboration, positioning the region as a...

Two Sumatran Elephants Found Dead in Bengkulu, Investigation Underway

Ecobiz.asia — Two Sumatran elephants have been found dead in Mukomuko Regency, Bengkulu Province, prompting an investigation by Indonesia’s Ministry of Forestry to determine...

Induk dan Anak Gajah Sumatra Ditemukan Mati di Bengkulu, Kemenhut Lakukan Investigasi

Ecobiz.asia — Dua individu Gajah Sumatra ditemukan mati di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memastikan kasus tersebut tengah dalam proses investigasi untuk...

Vale Perkuat Kinerja ESG 2025, Investasi Lingkungan Naik 54,3%

Ecobiz.asia — PT Vale Indonesia Tbk memperkuat kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) sepanjang 2025 dengan peningkatan signifikan investasi lingkungan...

PT Muliaglass dan PT Muliakeramik Indahraya Gandeng Xurya Resmikan PLTS Atap Terbesar di Indonesia Berkapasitas 22,5 MW

Ecobiz.asia -- Kebutuhan energi yang besar dan berkelanjutan di sektor industri mendorong semakin banyak pelaku manufaktur mengintegrasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam...