Tak Kunjung Dibayar, Eks Pekerja Newcrest Mining Siap Eskalasi Sengketa ke Level Global

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Sengketa ketenagakerjaan di sektor tambang kembali menemukan babak baru. Kali ini, ratusan pekerja memilih membawa persoalan mereka melampaui batas nasional. Sebanyak 735 eks karyawan Newcrest Mining Limited bersiap melayangkan surat ke Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO), sebagai respons atas belum dipenuhinya hak-hak pekerja oleh Newcrest Mining Limited.

Langkah ini menjadi eskalasi dari perselisihan hubungan industrial (PHI) yang telah berlangsung sejak 2020, bertepatan dengan akuisisi PT Nusa Halmahera Mineral (PT NHM) oleh Indotan Group dari Newcrest—perusahaan tambang emas dan tembaga asal Australia yang kini berada di bawah Newmont Corporation.

“Kami menggugat Newcrest Mining Ltd karena hak pesangon kami tidak dipenuhi pascaakuisisi. Ini telah diatur dalam Pasal 67 Perjanjian Kerja Bersama (PKB) PT NHM Tahun 2018–2020,” ujar Kuasa Hukum Pekerja, Iksan Maujud di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Read also:  Carbon Digital Conference 2026 returns as Indonesia's carbon market gains momentum under new forestry regulation

Menurut Iksan, tuntutan para pekerja bukan tanpa dasar. Putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Ternate pada Maret 2024 telah mengabulkan gugatan tersebut, yang kemudian diperkuat oleh putusan kasasi Mahkamah Agung pada Juli 2024—menjadikannya berkekuatan hukum tetap.

Namun, hingga kini, para pekerja menilai putusan tersebut belum dijalankan. “Tuntutan kami tetap pada koridor hukum, yakni putusan yang telah inkrah, yaitu pemenuhan hak-hak pekerja,” tegasnya.

Didampingi para pimpinan serikat pekerja, yakni Rusli Abdullah Gailea (PUK SPKEP SPSI), Rudi Pareta (F-GSBM), dan Andi Mochtar (PK FPE KSBSI), Iksan menyebut total nilai tuntutan mencapai sekitar Rp600 miliar. Angka ini merefleksikan masa kerja para pekerja yang berkisar antara 18 hingga 20 tahun.

Read also:  PHI Perkuat Konservasi Terumbu Karang dan Ekosistem Laut di Kalimantan Timur

Hak yang dituntut mencakup pesangon, uang penghargaan masa kerja, hak cuti yang belum dibayarkan, serta hak normatif lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan ketenagakerjaan.

Di tengah sengketa ini, sebagian besar pekerja diketahui masih bekerja di lingkungan Indotan Group. Namun, masa kerja mereka dihitung kembali dari nol—sebuah kondisi yang memicu keberatan karena dianggap menghapus akumulasi pengabdian sebelumnya.

Iksan berharap Newmont Corporation sebagai entitas induk dapat mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan tersebut. “Ini harapan kami. Bahwa setelah akuisisi, ada kesadaran untuk menyelesaikan kewajiban yang masih tertinggal kepada pekerja,” ujarnya.

Perselisihan ini sebelumnya telah melalui berbagai tahapan, mulai dari mediasi oleh serikat pekerja hingga fasilitasi Dinas Tenaga Kerja. Namun, upaya tersebut tidak menghasilkan kesepakatan.

Read also:  Agrinas Palma dan Konsorsium Korea Jajaki Pemanfaatan Limbah Sawit, dari Energi hingga Biochar

Para pekerja kemudian menempuh jalur hukum melalui PHI di Pengadilan Negeri Ternate hingga tingkat kasasi di Mahkamah Agung. Meski putusan telah inkrah, Newcrest sebagai pemilik lama dinilai belum menunjukkan itikad untuk menjalankannya.

Bahkan, menurut pekerja, perwakilan Newcrest yang sempat berkunjung ke Indotan Group disebut belum mengetahui status hukum putusan kasasi tersebut. “Kami melihat tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan hak-hak pekerja. Karena itu, kami akan menempuh langkah lain, termasuk bersurat ke ILO dan Kedutaan Australia, serta membawa isu ini dalam momentum Hari Buruh,” tutup Iksan.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PGN Garap Stranded Gas Lapangan Sengeti, Tambah Pasokan Gas Domestik

Ecobiz.asia – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyiapkan tambahan pasokan gas bumi dari Lapangan Sengeti sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi...

Pertagas Borong 5 Penghargaan pada Indonesia Sustainability Award 2026

Ecobiz.asia – PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, memborong lima penghargaan sekaligus meraih predikat Best of The Best ESG Leadership of...

ANTAM Kembali Masuk Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Ecobiz.asia – PT ANTAM Tbk kembali terpilih sebagai konstituen tiga indeks Environmental, Social, and Governance (ESG) KEHATI untuk periode Juni–November 2026, yakni Indeks SRI-KEHATI,...

PHM Dorong Konservasi Pesisir dan Dekarbonisasi Lewat Penanaman Mangrove di Lamaru

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menanam 500 bibit pohon mangrove di Pantai Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 13 Juni 2026 sebagai puncak...

PHE-Bareskrim Polri Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Operasi Hulu Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina memperpanjang kerja sama strategis dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal...

TOP STORIES

Kolaborasi Jadi Kunci Perkuat Ketahanan Iklim di Indonesia

Ecobiz.asia – Ketahanan iklim di Indonesia tidak dapat dibangun hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, komunitas lokal, sektor swasta,...

Indonesia Dorong Pasar Karbon Berintegritas, Perkuat Kerja Sama Gambut dan Mangrove di Forum London

Ecobiz.asia – Indonesia membawa tiga agenda utama dalam forum Forest and Climate Leaders' Partnership (FCLP) di London, yakni mendorong pengembangan pasar karbon berintegritas tinggi,...

Indonesia Tegaskan Komitmen Kawal Transisi Energi Sejalan dengan Perlindungan Lingkungan

Ecobiz.asia – Indonesia menegaskan komitmen dalam transisi energi global menuju ekonomi rendah karbon berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan hidup serta pelestarian ekosistem. Pemerintah memastikan pengembangan...

Indonesia Pushes Fair Biodiversity Credit Market Centered on Indigenous and Local Communities

Ecobiz.asia — Indonesia has reaffirmed its commitment to developing a high-integrity and inclusive biodiversity credit market that ensures Indigenous Peoples and local communities are...

Indonesia Promotes Innovative Conservation Finance at London Climate Action Week 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is accelerating the development of innovative financing mechanisms to bridge the country's conservation funding gap, positioning nature protection as a long-term...