BSI Gandeng BASE Perluas Pembiayaan Proyek Efisiensi Energi Menuju NZE 2060

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek hemat energi melalui skema pembiayaan yang lebih terukur dan berisiko rendah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mengadopsi model de-risking pembiayaan efisiensi energi. Skema ini mengombinasikan penggunaan kontrak standar, validasi teknis independen, serta asuransi kinerja (surety bond) melalui mekanisme Energy Savings Insurance (ESI).

Read also:  Perkuat Fondasi Hijau, Pertamina Terapkan Standar Keberlanjutan Global untuk Amankan Bisnis Jangka Panjang

MoU tersebut ditandatangani oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari dan Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo. Penandatanganan disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kerja sama ini menjadi bagian dari program UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), yakni skema pendanaan kerja sama internasional antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia yang bertujuan mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.

Read also:  Konsumsi Melonjak 479 Persen Selama Nataru, PLN: Ekosistem Mobil Listrik Terus Tumbuh

Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, inisiatif ESI diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan produk pembiayaan hijau, sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.

“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance ini, kami berharap dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon serta berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Bob, dalam keterangannya Rabu (7/1/2026).

Read also:  Kemenhut-Yayasan Pertamina Jalin Kolaborasi Optimalkan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK)

Menurut Bob, kerja sama dengan BASE juga mencerminkan konsistensi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis, khususnya pada pembiayaan berkelanjutan.

Hingga September 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI tercatat mencapai 24,60 persen dari total pembiayaan atau senilai Rp73,16 triliun.

Selain itu, BSI telah menerbitkan Sukuk Sustainability dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp3 triliun pada 2024 dan Rp5 triliun pada 2025 ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina NRE Tuntaskan Akuisisi 20 Persen Saham Perusahaan EBT Unggulan Filipina

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menuntaskan akuisisi 20 persen saham perusahaan energi baru dan terbarukan (EBT) terkemuka di Filipina,...

Penjualan Listrik Hijau PLN Meroket 19,65 Persen, Capai 6,43 TWh pada 2025

Ecobiz.asia — Minat sektor industri dan bisnis terhadap energi bersih terus meningkat. Sepanjang 2025, PT PLN (Persero) mencatat penjualan Renewable Energy Certificate (REC) mencapai...

Pasok Energi Bersih ke Sektor Kesehatan, PGN Optimalkan Penyaluran Gas Bumi ke RSUP Dr. Sardjito

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, mengoptimalkan penyaluran gas bumi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta,...

PLN Siapkan Nuklir, CCS, hingga Hidrogen untuk Percepat Transisi Energi

Ecobiz.asia - PT PLN (Persero) menyiapkan beragam strategi dan teknologi untuk mengakselerasi pengembangan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT), termasuk pembangkit listrik tenaga...

ESG Rating 2025, Kilang Pertamina Internasional Raih Predikat Best in Class

Ecobiz.asia — PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) meraih predikat Best in Class dalam penilaian ESG Rating 2025 yang dilakukan lembaga pemeringkat global MSCI, seiring...

TOP STORIES

ASEAN Smart Energy & Energy Storage Expo 2026

Ecobiz.asia - Supported by the Ministry of Energy of Thailand, the Electricity Generating Authority of Thailand (EGAT), and the Thailand Convention and Exhibition Bureau...

Indonesia to Unveil Transport Decarbonisation Roadmap by May 2026

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing a national roadmap to decarbonise its transport sector as part of efforts to cut carbon emissions and meet its...

PLTU Captive Melonjak ke 19,3 GW, CREA: Risiko Emisi dan Beban Ekonomi Kian Membesar

Ecobiz.asia — Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) captive di Indonesia terus melesat dan mencapai kapasitas 19,3 gigawatt (GW) pada 2025, memicu kekhawatiran meningkatnya...

Pemerintah Susun Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi, Target Terbit Mei 2026

Ecobiz.asia — Pemerintah mulai menyusun peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon nasional dan memenuhi target net zero emission...

Sumatra Mulai Memanas, Kemenhut Kerahkan Manggala Agni Padamkan Karhutla

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menurunkan pasukan Manggala Agni untuk melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra seiring meningkatnya titik...