Ecobiz.asia — PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menjalin kerja sama strategis dengan Basel Agency for Sustainable Energy (BASE) untuk memperluas pembiayaan proyek efisiensi energi di Indonesia.
Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan proyek-proyek hemat energi melalui skema pembiayaan yang lebih terukur dan berisiko rendah.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang mengadopsi model de-risking pembiayaan efisiensi energi. Skema ini mengombinasikan penggunaan kontrak standar, validasi teknis independen, serta asuransi kinerja (surety bond) melalui mekanisme Energy Savings Insurance (ESI).
MoU tersebut ditandatangani oleh SVP of ESG BSI Rima Dwi Permatasari dan Sustainable Finance Senior BASE Pablo Osés Bermejo. Penandatanganan disaksikan oleh Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta serta perwakilan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kerja sama ini menjadi bagian dari program UK PACT (UK Partnering for Accelerated Climate Transitions), yakni skema pendanaan kerja sama internasional antara Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia yang bertujuan mendukung percepatan transisi Indonesia menuju ekonomi rendah karbon.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan, inisiatif ESI diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan produk pembiayaan hijau, sekaligus mendukung agenda transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.
“Melalui inisiasi Energy Savings Insurance ini, kami berharap dapat mendukung Indonesia dalam mengimplementasikan transisi ekonomi rendah karbon serta berkontribusi pada pencapaian target Net Zero Emission 2060,” ujar Bob, dalam keterangannya Rabu (7/1/2026).
Menurut Bob, kerja sama dengan BASE juga mencerminkan konsistensi BSI dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasional bisnis, khususnya pada pembiayaan berkelanjutan.
Hingga September 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan BSI tercatat mencapai 24,60 persen dari total pembiayaan atau senilai Rp73,16 triliun.
Selain itu, BSI telah menerbitkan Sukuk Sustainability dalam dua tahap, masing-masing sebesar Rp3 triliun pada 2024 dan Rp5 triliun pada 2025 ***




