Bank Dunia: Nilai Ekonomi Karbon Cakup Hampir Sepertiga Emisi Global, Negara Berkembang Agresif

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Mekanisme Nilai Ekonomi Karbon yang diterapkan secara langsung (direct carbon pricing) kini mencakup hampir sepertiga emisi gas rumah kaca global, sementara pendapatan dari kebijakan nilai ekonomi karbon telah melampaui US$107 miliar secara global.

Temuan tersebut tercantum dalam laporan State and Trends of Carbon Pricing 2026 yang dirilis World Bank Group di Washington DC pada 19 Mei 2026.

Laporan itu menunjukkan pendapatan dari kebijakan nilai ekonomi karbon meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir, dari di bawah US$30 miliar pada 2016 menjadi lebih dari US$107 miliar pada 2025.

Read also:  Kemenhut Luncurkan Film Dokumenter “Merawat Esok”, Rekam Aksi Pengurangan Emisi Karbon Kehutanan

Secara global, saat ini terdapat 87 kebijakan nilai ekonomi karbon yang telah beroperasi, bertambah tujuh kebijakan dibandingkan tahun lalu.

Menurut laporan tersebut, seluruh negara berpendapatan menengah utama kini telah menerapkan atau sedang menyiapkan instrumen nilai ekonomi karbon. Perkembangan signifikan tercatat di India dan Vietnam sepanjang tahun terakhir.

Laporan itu juga mencatat nilai ekonomi karbon meningkat 7% dibandingkan tahun lalu dan telah naik dua kali lipat dalam satu dekade terakhir. Rata-rata harga karbon global kini mencapai hampir US$21 per ton setara CO2.

Saat ini, lebih dari 29% emisi gas rumah kaca dunia telah tercakup dalam mekanisme nilai ekonomi karbon. Angka tersebut diperkirakan dapat meningkat menjadi sekitar sepertiga emisi global apabila sejumlah negara berkembang melanjutkan implementasi instrumen nilai ekonomi karbon yang tengah disiapkan.

Read also:  KLH Rancang Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Siapkan Peta Jalan

Managing Director dan Chief Knowledge Officer World Bank Group, Paschal Donohoe, mengatakan kebijakan nilai ekonomi karbon dan pasar karbon dapat membantu negara menentukan jalur transisi energinya masing-masing.

“Nilai ekonomi karbon dan pasar karbon dapat memainkan peran penting dalam memungkinkan negara menentukan bauran energi mereka sendiri,” ujar Donohoe.

Ia menambahkan, jika dirancang dengan baik, kebijakan tersebut dapat mendorong efisiensi dan inovasi sekaligus memobilisasi sumber daya untuk prioritas pembangunan.

Read also:  Peluncuran Buku Jeffrey Mulyono Soroti Pentingnya Pemberdayaan Masyarakat Sekitar Tambang

Laporan itu juga menyoroti perkembangan pasar kredit karbon global. Penerbitan kredit karbon meningkat 8% pada periode 2024–2025.

Meski harga kredit karbon sedikit melemah sepanjang 2025, sejumlah kategori proyek tetap mencatat harga premium, terutama proyek yang memenuhi syarat untuk digunakan maskapai penerbangan internasional serta proyek konservasi dan restorasi hutan dengan peringkat integritas tinggi. ***

Laporan Tren Nilai Ekonomi Karbon Bank Dunia:

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Rancang Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Siapkan Peta Jalan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah menyiapkan regulasi dan peta jalan perdagangan karbon sektor limbah sebagai bagian dari penguatan implementasi...

Indonesia Siap Jual 30 Juta Ton Kredit Karbon FOLU ke Pasar Global Awal Juli 2026

Ecobiz.asia – Indonesia siap melakukan penjualan perdana kredit karbon sektor forest and other land use (FOLU) ke pasar global pada awal Juli 2026 dengan...

Cara Petani Manfaatkan Peluang Ekonomi melalui Perdagangan Karbon, Wamen LH: Jadi Tambahan Penghasilan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong petani memanfaatkan peluang ekonomi dari perdagangan karbon melalui pembentukan...

ESDM Catat 120 Proyek Karbon Masuk Pipeline, Nilainya Capai Rp1,7 Triliun

Ecobiz.asia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat terdapat sekitar 120 proyek karbon sektor energi yang berada di pipeline perdagangan karbon nasional...

KLH Hidupkan Kembali Rumah Kolaborasi Iklim dan Karbon, Perkuat Sinergi Aksi Iklim Nasional

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menghidupkan kembali Rumah Kolaborasi dan Konsultasi Iklim dan Karbon (RKKIK) sebagai pusat sinergi multipihak untuk...

TOP STORIES

Indonesia Drafts Waste Sector Carbon Trading Rules, Prepares National Roadmap

Ecobiz.asia – Indonesia’s Ministry of Environment/Environmental Control Agency (KLH/BPLH) is preparing regulations and a roadmap for carbon trading in the waste sector as part...

Indonesia to Launch First International FOLU Carbon Credit Sale in July 2026, Targeting Over 30 Million Tons

Ecobiz.asia — Indonesia is preparing to launch its first international sale of forest and other land use (FOLU) carbon credits in early July 2026,...

KLH Rancang Regulasi Perdagangan Karbon Sektor Limbah, Siapkan Peta Jalan

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah menyiapkan regulasi dan peta jalan perdagangan karbon sektor limbah sebagai bagian dari penguatan implementasi...

Perluas Pemanfaatan Energi Bersih, Pertamina Pasang PLTS di Kapal Oil Barge

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) mulai memperluas pemanfaatan energi bersih ke sektor maritim melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kapal Oil Barge...

Indonesia Susun Instrumen Biodiversity Credit Sesuai Karakteristik Keanekaragaman Hayati Nasional

Ecobiz.asia - Pemerintah mulai menyusun instrumen biodiversity credit yang disesuaikan dengan karakteristik keanekaragaman hayati Indonesia sebagai negara megabiodiversitas, guna memperkuat perlindungan dan pemanfaatan sumber...