Rehabilitasi Monyet Yaki di Sulawesi Utara, Pertamina Geothermal Energy Perkuat Kolaborasi 

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lahendong berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Tomohon, Balai KSDA Sulawesi Utara, dan Yayasan Masarang melalui Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Tasikoki menambah fasilitas dan wadah edukasi di Pusat Rehabilitasi Monyet Yaki (PRMY) Gunung Masarang.

Langkah tersebut mendukung proses rehabilitasi dan keberlanjutan hidup monyet Yaki di habitat aslinya.

General Manager PGE Area Lahendong, Albertus Novi Purwono menjelaskan bahwa kolaborasi ini melanjutkan upaya konservasi monyet Yaki yang telah dilakukan Perusahaan sejak tahun 2020. 

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Baca juga: Indonesia Power Bangun Fasilitas Produksi Biomassa, Manfaatkan Sampah Jadi Energi Listrik

“Melindungi spesies monyet Yaki, sebagai bagian penting dari kekayaan alam di Indonesia, merupakan insiatif kami dalam menjaga kelestarian alam dan ekosistem di dalamnya,” kata Albertus Novi Purwono dikutip, Selasa 30 Juli 2024.

Kolaborasi tersebut sebelumnya berhasil menyediakan upaya konservasi terhadap 18 ekor monyet Yaki, dimana delapan ekor telah dilepas liarkan ke kawasan konservasi Taman Wisata Alam Gunung Ambang pada tahun 2023.

Monyet Yaki  (Macaca nigra) merupakan salah satu satwa endemik Sulawesi Utara yang mengalami eksploitasi berlebih oleh manusia dalam bentuk perdagangan, perburuan, dan dikonsumsi. 

Read also:  Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas hingga 2028

Menurut klasifikasi International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), monyet Yaki termasuk sebagai satwa dengan status “critically endangered (terancam secara kritis).”

Corporate Secretary PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Kitty Andhora, menegaskan bahwa Perusahaan akan terus berkomitmen dalam melestarikan lingkungan, terutama dalam menjalankan prinsip Environment dalam Environment, Social, and Governance (ESG).

Baca juga: KLHK Tegaskan Nilai Ekonomi Karbon Bukan Semata Ekonomi, Sebut Soal Nilai Tambah

Read also:  Trans Mall Group Resmikan PLTS Atap Terluas di Indonesia, Kolaborasi dengan Xurya

Menurut Kitty, PGE terus-menerus memberikan perhatian terhadap perlindungan dan keberlanjutan lingkungan di setiap lini bisnis dan operasionalnya, serta berupaya untuk mempertahankan kelimpahan kekayaan flora dan fauna di Indonesia. 

“Kami meyakini bahwa pendayagunaan geotermal sebagai energi hijau dengan potensi melimpah di Indonesia akan berkontribusi dalam mengurangi degradasi alam dan gangguan pada ekosistem yang hidup di dalamnya. Kami optimistis PGE akan memiliki peran signifikan dalam pembangunan Indonesia yang berkelanjutan,” pungkas Kitty Andhora. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...

MedcoEnergi Catat Kinerja Solid pada Semester I 2026

Ecobiz.asia -- PT Medco Energi Internasional Tbk (”MedcoEnergi” atau ”Perseroan”) mengumumkan laporan keuangan untuk semester pertama tahun 2026 yang telah diaudit pada hari ini....

Pemerintah Bangun 119.379 Sambungan Jargas, Gresik-Sidoarjo Dapat 14.000

Ecobiz.asia — Pemerintah tengah membangun sekitar 119.379 sambungan rumah (SR) jaringan gas bumi (jargas) yang tersebar di 15 kabupaten/kota pada 2025–2026. Dari jumlah tersebut,...

PHR Perkuat Mutu dan Akses Pasar UMKM, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) mendorong peningkatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Dumai, Riau, melalui penguatan mutu produk,...

Pemerintah Targetkan 1 Juta Sambungan Jargas hingga 2028

Ecobiz.asia -- Pemerintah terus memperluas pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga melalui pembangunan jaringan gas bumi rumah tangga (jargas), dengan target mencapai 1...

TOP STORIES

Dekarbonisasi Jadi Tuntutan Industri Tambang, Wamen LH Minta Emisi Dilaporkan ke SIGN-SMART

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono mendorong industri pertambangan mempercepat dekarbonisasi dengan menghitung dan melaporkan emisi...

Wamen LH: Profit Besar Tambang Harus Diikuti Tanggung Jawab Lingkungan

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono meminta industri pertambangan memperkuat dekarbonisasi seiring besarnya keuntungan yang diperoleh...

AFD-Backed Roadmap Seeks to Unlock Investment in Indonesia’s Blue Carbon Ecosystems

Ecobiz.asia – Indonesia has launched a 2026–2045 roadmap for protecting and managing its blue carbon ecosystems, with French development agency Agence Française de Développement...

PHI Raih Tujuh Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam ajang International Association of Business Communicators (IABC) Indonesia Awards 2026, sebagai bentuk apresiasi...

Pertamina Drilling Kelola 58 Rig, Bidik National Champion Well Construction

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) tak ingin hanya dikenal sebagai perusahaan yang mengelola armada pengeboran besar. Dengan 58 rig yang...