Lantik Pejabat Eselon II KLH, Menteri Hanif Tekankan Soalnya Agenda Transformasi Sosial, Ekonomi, dan Tata Kelola

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, di Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/1/2025).

Dalam arahannya kepada para pejabat yang dilantik, Menteri Hanif menekankan tentang agenda transformasi untuk menjawab isu-isu strategis lingkungan hidup.

“Lingkungan yang Lestari dan berkelanjutan sangat penting dan harus menjadi dasar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, rencana kita menekankan kepada tiga transformasi utama yaitu sosial, ekonomi dan tata kelola,” kata Menteri Hanif.

Read also:  Satgas PKH Kuasai Kembali 6,21 Juta Hektare Kawasan Hutan Jadi Sawit, 14.633,79 Hektare Jadi Tambang

Baca juga: Lantik Pejabat Tinggi Madya, Menteri Hanif Soroti Kualitas Air Sungai di Belakang Kantor KLH

Dia menjelaskan ketiga pilar ini harus berjalan beriringan untuk mencapai hasil yang optimal. 

Transformasi sosial menitik beratkan kepada pemberdayaan masyarakat dan pembentukan generasi yang sadar lingkungan. “Kita harus memastikan bahwa masyarakat terlibat aktif dalam setiap program yang kita jalankan,” katanya.

Menurut hanif, partisipasi aktif masyarakat sebagai modal sosial sangatlah penting. Oleh karena itu KLH harus mampu membangun kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui pendidikan yang efektif. 

Read also:  Negosiasi INC on Plastic Pollution Alot, Indonesia Tak Tinggal Diam Tangani Sampah Plastik

Pelibatan masyarakat tidak hanya menciptakan rasa rasa memiliki terhadap lingkungan tetapi juga meningkatkan efektivitas program-program KLH dan bahkan mampu berkontribusi dalam membangun budaya bangsa.

Transformasi kedua adalah transformasi ekonomi.  “Kita mendorong penerapan ekonomi hijau berbasis sirkuler dan rendah karbon,” katanya. 

Hanif menyoroti soal masih minimnya eksplorasi terhadap implementasi Peraturan Pemerintahan Nomor 46 tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup. 

Baca juga: Menhut Raja Juli Lantik Pejabat Eselon I Kementerian Kehutanan, Ini Daftarnya

“Penyelenggaraan ekonomi ini penting untuk kita tekankan bukan hanya tentang penurunan emisi tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang kita miliki,” katanya. 

Read also:  PSEL Palembang Hasilkan Listrik 21,55 MW, Siap Beroperasi Penuh Mulai Desember

Transformasi yang ketiga adalah tentang Tata Lingkungan dengan tujuan untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang bersih transparan dan berbasis teknologi. Hanif mengatakan tentang perlunya memperkuat sistem pengawasan dan penegakan hukum.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Hanif melantik 43 Pejabat Tinggi Pratama KLH yang terdiri dari lima kepala biro, dua inspektur, 25 direktur, dan 11 kepala pusat. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...

Kemenhut Tanggapi Kritik Greenpeace Soal Karhutla, Beberkan Operasi Pemadaman hingga Sanksi ke Perusahaan

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menanggapi kritik Greenpeace Indonesia dengan menegaskan bahwa anggapan pemerintah tidak bertindak dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak...

Pusat Data Butuh Tambahan 20 GW, Bahlil Siapkan Energi Bersih untuk Batam–Karimun–Bintan

Ecobiz.asia — Indonesia membutuhkan tambahan pasokan listrik sekitar 20 gigawatt (GW) untuk memenuhi kebutuhan pengembangan pusat data. Pemerintah menyiapkan Batam, Karimun, dan Bintan sebagai...

Transmisi Jadi Tantangan, PLN Sebut Butuh Investasi Rp3.400 Triliun Untuk Transisi Energi

Ecobiz.asia — Pembangunan jaringan transmisi menjadi salah satu tantangan utama transisi energi Indonesia karena sumber energi dan pusat permintaan listrik tersebar di wilayah berbeda....

TOP STORIES

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Tak Tebang Pilih, Menhut Bekukan Izin Enam Perusahaan di Kalteng terkait Karhutla

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membekukan izin enam perusahaan yang terkait dengan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Dengan penambahan tersebut,...