Waste to Energy, Indocement Siap Serap 800 Ton RDF per Hari dari TPA Nambo

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk menyatakan kesiapannya untuk menyerap hingga 800 ton Refuse Derived Fuel (RDF) per hari dari Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah Regional (TPPASR) Lulut Nambo sebagai bagian dari komitmen mendukung pengurangan emisi dan pengelolaan limbah nasional.

Total kebutuhan Indocement mencapai  2.500 ton RDF per hari.

Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, ke Kompleks Pabrik Citeureup dan TPPASR Lulut Nambo, Kabupaten Bogor, Selasa (23/4/2025).

Read also:  PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Baca juga: Pertamina-Hyundai Motor Group Bangun Proyek Waste to Hydrogen, Manfaatkan Biometana dari TPA Sarimukti Bandung

“Jika Nambo mampu menyuplai 800 ton per hari, kami siap menerima. Ini sejalan dengan komitmen kami dalam mendukung pengurangan emisi dan pengelolaan limbah,” kata Direktur Utama Indocement, Christian Kartawijaya.

Dalam kunjungannya, Wamen Diaz meninjau langsung fasilitas pemanfaatan bahan bakar alternatif di Plant 11 dan 14 milik Indocement, yang telah memanfaatkan RDF hingga 42 persen dalam proses produksinya. 

Read also:  Bali World of Care Dorong Mangrove Jadi Aset Blue Carbon Bernilai Ekonomi

Teknologi hotdisc dan vecoplant diterapkan untuk mengolah limbah padat menjadi energi alternatif.

Baca juga: Hentikan Open Dumping di 343 TPA, Pemerintah Dorong Pengelolaan Sampah dengan Teknologi Modern

Namun demikian, Wamen Diaz menyoroti rendahnya kapasitas pengolahan RDF di TPPASR Lulut Nambo yang saat ini hanya mampu memproduksi 15 ton RDF dari 50 ton sampah per hari. 

Padahal, kapasitas penyerapan Indocement mencapai 2.500 ton RDF per hari. Untuk menutup kekurangan pasokan, saat ini perusahaan mengambil 600 ton RDF per hari dari TPA Bantar Gebang.

Read also:  Pertamina Dorong B50 untuk Kurangi Impor Solar dan Perkuat Ketahanan Energi

“Kita harus segera maksimalkan potensi TPPASR Lulut Nambo ini. Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pengampu proyek harus segera menyelesaikan beauty contest untuk mencari mitra baru,” tegas Diaz. 

Ia menargetkan kapasitas pengolahan bisa meningkat menjadi 2.400 ton sampah per hari dengan output RDF sebesar 800 ton.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya KLHK/BPLH untuk mempercepat pencapaian target pengelolaan sampah nasional sebesar 100 persen pada tahun 2029, sebagaimana tertuang dalam RPJMN dan arahan Presiden Prabowo Subianto. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...

Retrofit Mitsubishi Power Tambah Kapasitas PLTP Darajat Unit 3 Menjadi 129 MW

Ecobiz.asia -- Mitsubishi Power, penyedia solusi pembangkit listrik dari Mitsubishi Heavy Industries Ltd. (MHI), telah menyelesaikan proyek retrofit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)...

Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga September 2026

Ecobiz.asia -- PT Nusantara Regas (NR), afiliasi Pertamina yang bergerak di bidang penerimaan dan regasifikasi gas alam cair (LNG), mencatatkan penerimaan 33 kargo LNG...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...