KLH Dalami Penyebab Karhutla, Menteri Jumhur Ungkap Dugaan Sabotase Citra Pemerintah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tengah menyelidiki penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area konsesi 335 perusahaan. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat mengungkapkan adanya informasi intelijen mengenai dugaan pembakaran yang disengaja untuk merusak citra pemerintah.

Jumhur mengatakan informasi tersebut masih dalam proses pendalaman dan belum dapat dipastikan kebenarannya. KLH/BPLH juga menyelidiki kemungkinan kebakaran akibat aktivitas masyarakat, termasuk pembakaran di lahan terbuka yang apinya merambat ke wilayah lain.

“Ada informasi intelijen yang sedang kami dalami, yaitu dugaan bahwa terdapat pihak-pihak yang sengaja melakukan pembakaran untuk merusak citra pemerintah. Jika hal tersebut benar terjadi, tentu merupakan tindakan yang sangat serius. Namun, informasi ini tetap harus kami verifikasi lebih lanjut,” kata Jumhur dalam International Conference on Peatland Research and Innovation di Pekanbaru, Riau, Sabtu (31/10/2026).

Read also:  Indonesia Sukses Swasembada Beras, Hashim Sebut Perluasan Sawah di Kawasan Hutan tak Lagi Diperlukan

Menurut Jumhur, tim KLH/BPLH sedang memverifikasi lokasi kebakaran di area konsesi 335 perusahaan untuk memastikan penyebab dan pihak yang bertanggung jawab. Luas lahan terbakar bervariasi, mulai dari beberapa hektare hingga ratusan hektare.

“Seluruh area yang terbakar harus kami verifikasi satu per satu. Ada yang terbakar dua hektare, lima hektare, bahkan ada beberapa yang mencapai ratusan hektare. Karena itu, kami perlu memastikan kondisi dan penyebab kebakaran di masing-masing lokasi,” ujarnya.

Berdasarkan pemantauan lapangan, kebakaran terjadi dengan pola yang beragam, baik di lahan yang belum tergarap maupun di area perkebunan kelapa sawit.

Read also:  Tujuh Aspek Pelaksanaan Proyek PLTS 100 GW Perlu Pembenahan, Regulasi dan Pendanaan Paling Menantang

Jumhur mengatakan terdapat indikasi kebakaran akibat aktivitas manusia, terutama praktik pembakaran oleh masyarakat di lahan dengan akses terbuka (open access).

“Indikasi kebakaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia memang sudah terlihat, terutama yang dilakukan masyarakat. Ada praktik pembakaran di lahan yang bersifat terbuka (open access), dengan pemahaman bahwa pembakaran diperbolehkan hingga dua hektare. Namun, persoalannya, api bisa menyebar ke area lain dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas,” jelasnya.

Selain menelusuri penyebab kebakaran, KLH/BPLH akan memeriksa kemungkinan kelalaian maupun unsur kesengajaan. Penegakan hukum dapat menyasar pemegang konsesi ataupun pihak di luar perusahaan apabila ditemukan bukti pelanggaran.

Read also:  Ambisi 100 GWp Terancam Jadi Narasi Panggung, COP31 Momentum Pembuktian Prabowo

Jumhur menegaskan pemerintah tidak akan langsung menetapkan pihak yang bersalah sebelum proses verifikasi selesai.

“Intinya, kami tidak bisa memastikan siapa yang bersalah sebelum verifikasi dilakukan. Ini merupakan persoalan hukum. Akan menjadi masalah apabila kita langsung menjatuhkan hukuman tanpa terlebih dahulu memastikan fakta dan bukti di lapangan,” tegasnya.

Terkait penegakan hukum lingkungan lintas negara, Jumhur juga mengungkapkan telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu. Menurut dia, Singapura sedang menyusun peraturan lingkungan hidup untuk memperkuat penegakan hukum di negaranya.

“Ibu Grace Fu menyampaikan bahwa Singapura sedang menyusun peraturan lingkungan hidup dalam upaya penegakan hukum di negaranya. Kami menghargai kedaulatan masing-masing negara,” kata Jumhur. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

RSPO Bantah Perkebunan Sawit Jadi Pemicu Utama Karhutla, Sebut Ada Dugaan Sabotase

Ecobiz.asia – Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) membantah perkebunan kelapa sawit menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Organisasi sertifikasi...

Tugas BPGMN Disorot, Pemulihan Gambut Disertai Evaluasi Izin dan Penegakan Hukum

Ecobiz.asia – Pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) perlu diikuti penyelesaian konflik lahan, evaluasi perizinan, dan penegakan hukum untuk mengatasi penyebab kebakaran...

Tak Pandang Bulu, Kemenhut Tetapkan Perusahaan Singapura sebagai Tersangka Kebakaran Hutan

Ecobiz.asia — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan dua perusahaan, termasuk perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal Singapura, sebagai tersangka korporasi dalam perkara dugaan tindak pidana...

Organisasi Lingkungan Desak Transparansi soal Karhutla Sawit, RSPO Sebut Sanksi Anggota Tunggu Pembuktian

Ecobiz.asia – Sejumlah organisasi lingkungan mendesak Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) membuka data kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah anggotanya serta mengumumkan...

Tujuh Aspek Pelaksanaan Proyek PLTS 100 GW Perlu Pembenahan, Regulasi dan Pendanaan Paling Menantang

Ecobiz.asia – Implementasi program pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 100 gigawatt (GW) masih menghadapi kendala pada tujuh aspek, terutama regulasi, perencanaan sistem kelistrikan, dan...

TOP STORIES

Indonesia, Singapore Discuss Forest Fires as Jakarta Stresses Respect for National Sovereignty

Ecobiz.asia – Indonesia’s Environment Minister Moh Jumhur Hidayat has discussed forest and land fires with his Singaporean counterpart Grace Fu, stressing that both countries...

RSPO Rejects Claims Palm Oil Plantations Are Main Driver of Fires, Raises Sabotage Allegations

Ecobiz.asia – The Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) has rejected claims that oil palm plantations are the main source of forest and land...

Mengenal Lebih Jauh Lahan Gambut

Oleh: Pramono Dwi Susetyo (Penulis buku Memahami Masalah Kehutanan dan Lingkungan dengan Berbagai Aspeknya, Pensiunan KLHK) Ecobiz.asia - Lahan gambut kembali menjadi perhatian seiring terjadinya...

RSPO Bantah Perkebunan Sawit Jadi Pemicu Utama Karhutla, Sebut Ada Dugaan Sabotase

Ecobiz.asia – Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) membantah perkebunan kelapa sawit menjadi pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Organisasi sertifikasi...

Delegasi RI Imbangi Jejak Karbon Perjalanan Menuju COP31 Turkiye Lewat Aksi Tanam Mangrove

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak delegasi Indonesia yang akan menghadiri Konferensi Iklim PBB atau COP31 di Antalya, Turki, untuk menghitung dan mengimbangi...