Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mengajak delegasi Indonesia yang akan menghadiri Konferensi Iklim PBB atau COP31 di Antalya, Turki, untuk menghitung dan mengimbangi emisi karbon dari perjalanan udara melalui penanaman pohon dan pembelian unit karbon.
Aksi tersebut dilakukan di Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta, sebagai bagian dari upaya mengurangi jejak karbon perjalanan delegasi menuju COP31 yang berlangsung pada 9–20 November 2026.
Staf Ahli Menteri Bidang Sumber Daya Pangan, Sumber Daya Alam, Energi dan Mutu Lingkungan KLH/BPLH sekaligus Penanggung Jawab Paviliun Indonesia COP31, Laksmi Widyajayanti, mengatakan perjalanan menuju forum iklim internasional juga menghasilkan emisi yang perlu dipertanggungjawabkan.
“Perjalanan kita menuju COP31 di Antalya juga menghasilkan jejak karbon yang perlu kita pertanggungjawabkan. Karena itu, penanaman pohon ini bukan hanya bagian dari upaya mengimbangi emisi perjalanan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa aksi iklim harus terus dilakukan dan dilanjutkan,” ujar Laksmi, JUmat (30/10/2026).
Berdasarkan estimasi KLH/BPLH untuk rute Jakarta–Istanbul–Antalya pulang-pergi, penerbangan kelas ekonomi menghasilkan emisi sekitar 1.010 kilogram CO₂ per penumpang. Sementara itu, emisi penerbangan kelas bisnis diperkirakan mencapai 3.098 kilogram CO₂ per penumpang.
KLH/BPLH menggunakan asumsi satu pohon menyerap sekitar 25 kilogram CO₂ per tahun selama 10 tahun atau total 250 kilogram CO₂. Dengan perhitungan tersebut, setiap delegasi kelas ekonomi perlu menanam lima pohon, sedangkan penumpang kelas bisnis membutuhkan 12–13 pohon untuk mengimbangi emisi penerbangannya.
Laksmi menjelaskan penanaman pohon membutuhkan pemeliharaan jangka panjang dan penyulaman agar potensi penyerapan karbon dapat tercapai. Bagi delegasi yang tidak dapat mengikuti penanaman secara langsung, tersedia pilihan kontribusi melalui pembelian dan retirement unit karbon di Bursa Karbon Indonesia atau kanal resmi yang terhubung dengan sistem perdagangan karbon nasional.
Selain aksi penanaman untuk delegasi, panitia juga merencanakan penanaman satu pohon bagi setiap peserta sesi diskusi Paviliun Indonesia di COP31. Penanaman akan dilakukan di sejumlah lokasi pemulihan ekosistem, antara lain Pantai Indah Kapuk, Masigit Kareumbi, Semarang Mangrove Center, serta kawasan konservasi mangrove di Kendal dan Demak.
Pada COP31, Paviliun Indonesia mengusung tema Indonesia as the House of Climate Solutions: Strengthening Climate Resilience through Collaborative Action and a Strategic Net Zero Pathway. Tema tersebut menempatkan kolaborasi dan penguatan ketahanan iklim sebagai bagian dari agenda Indonesia dalam forum tersebut. ***




