Schneider Electric Hadirkan Altivar HVAC ATH600 untuk Dorong Efisiensi Energi Bangunan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — Kebutuhan meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga keandalan operasional bangunan mendorong Schneider Electric menghadirkan Altivar HVAC ATH600, variable speed drive (VSD) yang dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi pada sistem heating, ventilation, and air conditioning (HVAC).

Schneider Electric menilai sistem HVAC menjadi salah satu komponen penting dalam upaya efisiensi energi bangunan, terutama pada fasilitas komersial dan infrastruktur kritis seperti rumah sakit, hotel, bandara, serta pusat data (data center).

Secara global, sistem berbasis motor listrik menyerap sekitar 53% konsumsi listrik. Sementara di sektor bangunan, sekitar 36% konsumsi listrik digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan, termasuk sistem HVAC seperti pompa, kipas, dan kompresor.

Di tengah meningkatnya kebutuhan efisiensi energi dan tuntutan keberlanjutan, optimalisasi sistem HVAC menjadi semakin strategis. Selain menjaga kenyamanan dan kualitas udara, sistem tersebut juga berperan dalam mempertahankan kestabilan temperatur serta kontinuitas operasional fasilitas.

Melalui Altivar HVAC ATH600, Schneider Electric menawarkan teknologi yang memungkinkan kecepatan motor disesuaikan dengan kebutuhan aktual peralatan HVAC. Pendekatan ini membantu menghindari konsumsi energi yang tidak diperlukan ketika peralatan tidak beroperasi pada kapasitas penuh.

Read also:  IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

“Sejalan dengan semangat Advancing Energy Tech, kami terus menghadirkan teknologi yang membantu pelanggan mengelola energi secara lebih efisien, andal, dan berkelanjutan,” ujar Tonny Hendro Kusumo, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia dalam keterangannya dikutip Jumat (13/8).

Menurutnya, penerapan teknologi yang tepat pada sistem HVAC tidak hanya berkaitan dengan penghematan energi, tetapi juga dengan peningkatan keandalan, keselamatan, dan keamanan operasional bangunan.

“Pendekatan ini membantu pelanggan melindungi aset, mengurangi risiko gangguan, serta mempersiapkan infrastruktur mereka menghadapi tuntutan energi dan keberlanjutan yang terus berkembang,” katanya.

Altivar HVAC ATH600 tersedia dalam rentang daya 0,75 hingga 250 kW dengan desain kompak dan opsi pemasangan yang fleksibel, baik di dalam panel maupun langsung pada dinding.

Read also:  Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

Solusi tersebut dapat digunakan pada berbagai peralatan dan aplikasi HVAC, antara lain chiller, air handling unit (AHU), heat pump, rooftop unit, serta sistem ventilasi dan ekstraksi asap.

Salah satu varian dalam rangkaian tersebut, ATH630, ditujukan untuk kebutuhan motor 11 kW pada aplikasi normal duty. Perangkat ini memiliki tingkat proteksi IP20 untuk pemasangan pada panel kontrol dan dilengkapi sejumlah fungsi yang mendukung keselamatan, keamanan siber, pemantauan daya, serta konektivitas untuk integrasi sistem.

Dari sisi operasional, Altivar HVAC ATH600 dilengkapi fungsi pemantauan dan perlindungan yang membantu tim fasilitas mendeteksi potensi gangguan lebih dini. Konektivitas yang tersedia juga memungkinkan perangkat terintegrasi dengan sistem manajemen gedung, termasuk EcoStruxure Building Operation.

Integrasi dengan Power Monitoring Expert memungkinkan pengguna melakukan pemantauan daya dan energi sekaligus mendukung proses diagnosis serta penanganan gangguan.

Schneider Electric juga membekali Altivar HVAC ATH600 dengan fitur keamanan siber yang telah mendapatkan sertifikasi IEC 62443-4-2 Security Level 1.

Read also:  Bupati Trenggalek Ubah Sampah Jadi Bernilai Lewat Konsep Waste to Coin, Seperti Apa?

Produk tersebut juga mendukung penggunaan refrigeran generasi baru dengan nilai Global Warming Potential (GWP) yang lebih rendah, sejalan dengan kebutuhan industri HVAC untuk mengurangi dampak lingkungan dari penggunaan refrigeran.

Dari sisi material, ATH600 menggunakan kemasan yang lebih berkelanjutan, dengan lebih dari 70% material kardus daur ulang dan tanpa penggunaan plastik sekali pakai.

Schneider Electric mengatakan solusi tersebut menjadi bagian dari ekosistem teknologi HVAC yang ditujukan untuk membantu produsen mesin, integrator sistem, panel builder, dan pengelola fasilitas membangun sistem HVAC yang lebih efisien, terhubung, aman, dan andal.

Dengan semakin besarnya perhatian terhadap konsumsi energi bangunan, teknologi pengendalian motor seperti variable speed drive dinilai memiliki peran penting dalam mengoptimalkan kinerja peralatan HVAC sekaligus membantu pengelola fasilitas mengendalikan biaya energi dan meningkatkan ketahanan operasional.***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Bupati Trenggalek Ubah Sampah Jadi Bernilai Lewat Konsep Waste to Coin, Seperti Apa?

Ecobiz.asia — Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mendorong perubahan cara pandang terhadap sampah dari beban pemerintah menjadi aset ekonomi melalui konsep Waste to Coin....

Menhut Raja Juli Jelaskan Beda BRGM dengan Badan Pengelola Gambut Bentukan Prabowo

Ecobiz.asia — Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Berbeda dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang sebelumnya berada...

Isometric Perluas Pasar ke Kredit Karbon Pencegahan Deforestasi, Siapkan Protokol Baru

Ecobiz.asia – Lembaga sertifikasi kredit karbon Isometric memperluas cakupan ke proyek pencegahan deforestasi dengan menyiapkan protokol baru yang ditujukan untuk memperkuat kredibilitas kredit karbon...

Pemkab Aceh Tamiang, Fairatmos, Manka Jajaki Potensi Blue Carbon di 24.000 Hektare Mangrove

Ecobiz.asia – Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Fairatmos, dan Mandala Katalika (Manka) menandatangani perjanjian kerja sama untuk menjajaki pengembangan proyek blue carbon berbasis ekosistem mangrove...

Perluas Pemanfaatan Gas Bumi, Gagas Perkuat Layanan CNG Point-to-Point untuk Pelanggan Usaha

Ecobiz.asia — PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) memperkuat layanan Compressed Natural Gas (CNG) point-to-point bagi pelanggan usaha di Yogyakarta, seiring bertambahnya pemanfaatan gas bumi...

TOP STORIES

PAG Kembangkan Bisnis Gassing Up-Cooling Down di Terminal LNG Arun

Ecobiz.asia -- PT Perta Arun Gas (PAG) mengembangkan bisnis gassing up and cooling down (GUCD) bagi kapal LNG di Terminal LNG Arun, Lhokseumawe, Aceh,...

PHE Dorong Asri Basin Jadi Hub Penyimpanan Karbon Regional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mendorong pengembangan Asri Basin di lepas pantai Indonesia sebagai hub penyimpanan karbon regional, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur...

Sorot Potensi Energi Terbarukan, Wamen LH Dorong Sungai Ciliwung Dikembangkan untuk PLTMH

Ecobiz.asia — Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Diaz Hendropriyono melihat potensi pengembangan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dari debit...

ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Ecobiz.asia -- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau ANTAM telah menyerap 9 ton emas produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) sepanjang Januari-Agustus 2026. Langkah tersebut...

Indonesia Opens 5.67 Million Hectares of Forest for Food, Energy and Carbon Projects

Ecobiz.asia – Indonesia’s Ministry of Forestry has designated around 5.67 million hectares of forest areas for a broader range of uses, including food production,...