PDC Buka Dapur Rig ke Media, Kualitas dan Keamanan Pangan Jadi Pendukung Operasi Pengeboran

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – PT Patra Drilling Contractor (PDC) mengajak 16 awak media nasional melihat langsung kegiatan pemberdayaan masyarakat dan operasional layanan Food & Lodging Services (FLS) yang mendukung aktivitas pengeboran migas di Indramayu, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam Media Gathering 2026 pada 24–25 September 2026. Para peserta yang terdiri atas pemimpin redaksi, editor, dan reporter mengunjungi program pemberdayaan Tempesantren di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal serta salah satu dapur FLS yang melayani kebutuhan operasional Rig PDSI #15.3/N110-M.

Direktur Utama PDC Hery Lesmana mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dengan media mengenai bisnis dan kontribusi perusahaan dalam industri hulu migas.

Read also:  Pertagas Catat Kepuasan Pelanggan 4,46, Naik 2,53% pada 2026

“Melalui forum ini, kami ingin mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dengan rekan-rekan media dalam membangun pemahaman publik terhadap industri hulu migas nasional, khususnya bisnis dan kontribusi PDC,” ujar Hery.

Dalam kunjungan hari pertama, awak media melihat program Tempesantren yang dikembangkan PDC sejak Juli 2025 di Pondok Pesantren Tarbiyatul Ath’fal, Desa Temiyangsari, Kecamatan Kroya. Program tersebut mengembangkan usaha produksi tempe sebagai salah satu sumber pendapatan pesantren.

PDC memberikan dukungan berupa pembangunan rumah produksi, peralatan pengolahan, serta pelatihan produksi, pemasaran, dan pengelolaan usaha.

Kapasitas produksi Tempesantren kini telah meningkat dari maksimal sekitar 40 kilogram menjadi lebih dari 100 kilogram per hari. Produk tersebut juga telah dipasok ke tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah sekitar untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Read also:  IIF Kantongi Akreditasi GCF, Buka Akses Pendanaan Iklim Global untuk Infrastruktur Berkelanjutan

Dapur FLS Layani 180 Pekerja

Pada hari kedua, peserta mengunjungi dapur FLS PDC yang melayani kebutuhan konsumsi pekerja di Rig PDSI #15.3/N110-M.
Area Coordinator FLS Jawa PDC Dhandy Yaneldo mengatakan layanan tersebut mencakup penyediaan makanan dan minuman serta kebersihan porta camp.

“Layanan PDC di Rig PDSI #15.3/N110-M mencakup penyediaan makanan dan minuman serta layanan kebersihan porta camp,” kata Dhandy.

Dapur tersebut dioperasikan lima personel yang terdiri atas cook, baker, dan tenaga pendukung. Setiap hari, mereka menyiapkan kebutuhan konsumsi sekitar 180 person on board (POB) dalam empat waktu penyajian, yakni sarapan, makan siang, camilan sore, dan makan malam.

Read also:  Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Dhandy mengatakan pengelolaan makanan dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan hingga penyajian. Setiap tahapan menjalani pemeriksaan mutu untuk menjaga kebersihan, keamanan pangan, dan konsistensi layanan.

“Kelancaran operasi rig turut didukung oleh kualitas makanan dan minuman yang dikonsumsi para pekerja. Karena itu, kami harus memastikan seluruh proses pengolahan dan penyajian dijalankan sesuai standar keamanan pangan dan kebutuhan operasional hulu migas,” ujarnya. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

Ecobiz.asia – Usaha tempe yang dikelola Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini mampu memproduksi sekitar 3 ton tempe...

Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

Ecobiz.asia — Adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (PV) di sektor industri Indonesia diperkirakan terus tumbuh dalam tiga hingga lima tahun...

PHKT Kenalkan Praktik Keselamatan Hulu Migas kepada Mahasiswa ITK, Bahas Pengendalian Bahaya hingga Kesiapan Operasi

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) memperkuat pengenalan praktik keselamatan industri hulu migas kepada mahasiswa melalui kunjungan industri mahasiswa Program Studi Rekayasa...

Sampah Mulai Dibidik Jadi Sumber Energi dan Bahan Baku Industri

Ecobiz.asia — Pengelolaan sampah mulai bergeser dari sekadar persoalan lingkungan menjadi bagian dari peluang transisi energi dan pengembangan sumber daya baru. Pertamina New &...

Potensi Bioenergi 80 Juta Ton, Baru 20 Juta Ton Dimanfaatkan

Ecobiz.asia — Indonesia baru memanfaatkan sekitar 20 juta ton dari lebih dari 80 juta ton potensi biomassa per tahun, sehingga masih terdapat sekitar 60...

TOP STORIES

PDC Perkuat Usaha Tempe Santri di Indramayu, Produksi Tembus 3 Ton per Bulan dan Pasok MBG

Ecobiz.asia – Usaha tempe yang dikelola Pondok Pesantren Tarbiyatul Athfal, Temiyangsari, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kini mampu memproduksi sekitar 3 ton tempe...

Tak Lagi Fokus Kayu, Kemenhut Buka 5,67 Juta Hektare Hutan untuk Pangan, Energi dan Karbon

Ecobiz.asia - Kementerian Kehutanan mengarahkan sekitar 5,67 juta hektare kawasan hutan untuk pemanfaatan yang lebih beragam, mulai dari pangan dan energi hingga hasil hutan...

KLH Siapkan Standar Pengelolaan E-Waste, Sektor Informal Jadi Tantangan

Ecobiz.asia — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyiapkan standar baku pengelolaan limbah elektronik (e-waste) dari hulu hingga hilir, menyusul meningkatnya penggunaan perangkat...

Industri Mulai Lirik PLTS, Biaya dan dan Regulasi Jadi Batu Sandungan

Ecobiz.asia — Adopsi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atau solar photovoltaic (PV) di sektor industri Indonesia diperkirakan terus tumbuh dalam tiga hingga lima tahun...

Pemetaan Digital Ungkap Potensi Karbon Lamun Indonesia, Nilainya Sangat Besar

Ecobiz.asia – Pemodelan berbasis remote sensing mulai memberikan gambaran baru mengenai cadangan karbon ekosistem lamun Indonesia. Peneliti University of Queensland Muhammad Hafizt memperkirakan above-ground...