Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Bidik Produksi 1 Juta KL

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia — PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) meluncurkan Bioethanol Development Center di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, sebagai fasilitas percontohan untuk mengembangkan teknologi dan bahan baku bioetanol generasi pertama (1G) dan generasi kedua (2G).

Fasilitas yang diluncurkan pada Senin (14/9/2026) tersebut dikembangkan dengan pendekatan multi-feedstock dan multi-generation technology, sehingga dapat menguji pemanfaatan beragam bahan baku sekaligus teknologi produksi bioetanol.

Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan pusat pengembangan tersebut akan menjadi fasilitas pilot untuk menguji kombinasi bahan baku dan teknologi sebelum pengembangan ke skala yang lebih besar.

“Bioethanol Development Center di Lampung dikembangkan sebagai fasilitas pilot dengan kapasitas produksi bioetanol hingga 60 kiloliter per tahun,” ujar John dalam peluncuran fasilitas tersebut, Senin (14/9/2026).

Read also:  MedcoEnergi Catat Kinerja Produksi 1H26 Naik 19%, Pertahankan Panduan 2026

Fasilitas tersebut akan digunakan untuk menguji rangkaian proses produksi, mulai dari pre-treatment, hidrolisis, fermentasi, distilasi hingga dehidrasi. Pengujian juga mencakup pre-treatment bahan baku untuk produksi bioetanol generasi kedua.

Salah satu bahan baku yang dikembangkan adalah sorgum. Pertamina NRE menilai komoditas tersebut menarik karena memiliki produktivitas dan siklus panen yang kompetitif.

“Yang menarik dari sorgum ini, selain produktivitasnya, siklusnya juga bisa tiga kali panen dalam setahun,” kata John.

Pengembangan sorgum di Lampung menggunakan konsep multi-generation. Nira dimanfaatkan sebagai bahan baku bioetanol 1G, sedangkan batang dan biomassa yang tersisa setelah pengambilan nira diarahkan untuk pengembangan bioetanol 2G.

Read also:  Lewat MALIKA 2.0, PDC Ubah Limbah Jelantah Jadi Peluang Ekonomi Masyarakat

Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu mengatakan pengembangan bioetanol di Lampung dapat menghubungkan sektor pertanian, industri, teknologi, investasi, dan masyarakat dalam satu rantai ekonomi berbasis energi terbarukan.

Menurut Todotua, strategi pengembangan di Lampung mencakup reaktivasi, sinergi dengan PTPN, pengembangan sorgum terintegrasi 1G dan 2G, hilirisasi singkong dan jagung, serta konversi pabrik.

Peluncuran pusat pengembangan tersebut juga ditandai dengan dua nota kesepahaman. Pertama, kesepakatan antara Pertamina NRE dan Pemerintah Provinsi Lampung mengenai pengembangan agribisnis, ketahanan energi, dan pangan.

Kedua, MoU antara Pertamina NRE, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Toyota Tsusho Indonesia (TTI), dan Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels (raBit) untuk menjajaki aspek teknis dan komersial produksi serta pemanfaatan bioetanol berkelanjutan di Indonesia.

Read also:  Jaga Ekosistem Bahari, Pertamina Trans Kontinental Tanam 512 Fragmen Terumbu Karang di Sulut

Kerja sama tersebut mencakup kajian kelayakan, pengembangan dan pemanfaatan teknologi, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

John mengatakan hasil pengujian pada skala pilot akan menjadi dasar untuk melakukan technical, economic, and commercial assessment sebelum pengembangan menuju skala demonstrasi dan komersial.

“Pertamina NRE sangat berkomitmen dalam mendukung program Presiden dan cita-cita besar untuk mencapai produksi 1 juta kiloliter bioetanol per tahun dengan sistem multi-generation,” ujarnya.

Pengembangan Bioethanol Development Center sekaligus menempatkan Lampung sebagai salah satu lokasi pengembangan bioetanol secara end-to-end, mulai dari pengembangan bahan baku dan budidaya hingga pengolahan serta validasi teknologi. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

Ecobiz.asia – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) bersama peserta Women On The Move 2026 melakukan aksi konservasi laut di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan...

PGN Perluas Pasar Gas Bumi, Andalkan CNG hingga Pasokan Baru

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas pasar gas bumi dengan mengandalkan pengembangan infrastruktur, konektivitas pasokan, serta skema beyond pipeline seperti...

Magnifina Bawa PHR Berjaya di ENSIA 2026, Pemberdayaan Pembudidaya Ikan Hasilkan Dampak Ekonomi dan Lingkungan

Ecobiz.asia – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) meraih penghargaan Platinum pada ajang Environment and Social Innovation Award (ENSIA) 2026 kategori Inovasi Sosial melalui program...

PTK Masuk Era Baru, Perkuat Green Vessel dan Terapkan AI

Ecobiz.asia — PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiapkan modernisasi armada, digitalisasi hingga penggunaan teknologi rendah emisi untuk meningkatkan kinerja operasional perusahaan. Langkah tersebut mencakup...

PGE Borong 13 Penghargaan ENSIA 2026, Inovasi Panas Bumi Menyebar di 5 Wilayah

Ecobiz.asia — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memborong 13 penghargaan dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2026 yang digelar PT Sucofindo (Persero)...

TOP STORIES

Indonesia Starts New Climate Transparency Reports, Updates Emissions Data

Ecobiz.asia – Indonesia has begun preparing its second and third Biennial Transparency Reports (BTR2 and BTR3) to report progress on climate action, including greenhouse...

ANTAM Lepas 50 Tukik dan Restorasi 55 Terumbu Karang di Lombok, Perkuat Aksi Konservasi Laut

Ecobiz.asia – PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) bersama peserta Women On The Move 2026 melakukan aksi konservasi laut di Medana Bay, Lombok, dengan melepasliarkan...

PGN Perluas Pasar Gas Bumi, Andalkan CNG hingga Pasokan Baru

Ecobiz.asia — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperluas pasar gas bumi dengan mengandalkan pengembangan infrastruktur, konektivitas pasokan, serta skema beyond pipeline seperti...

Kemenhut Sanksi Tiga Perusahaan PBPH Akibat Karhutla di Kaltim

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menjatuhkan sanksi terhadap tiga perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang arealnya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla)...

Susun Biennial Transparency Report, Indonesia Laporkan Capaian Pengurangan Emisi

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mulai menyusun Biennial Transparency Report (BTR) Kedua dan Ketiga untuk melaporkan perkembangan aksi iklim, termasuk...