Kemenhut dan YKAN Teken MoU Perkuat Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat transformasi pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis sains dan kolaborasi multipihak guna mendukung target FOLU Net Sink 2030.

Penandatanganan kerja sama dilakukan di Jakarta, Senin (8/6/2026), sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola kehutanan sekaligus mendukung pencapaian target iklim nasional.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz mengatakan sektor kehutanan saat ini menghadapi tantangan besar untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan ekologi dan pembangunan ekonomi berbasis sumber daya hutan.

“Kompleksitas isu kehutanan saat ini membutuhkan dukungan berbagai pihak, baik pemerintah, dunia usaha, akademisi, maupun organisasi masyarakat sipil,” ujar Mahfudz.

Read also:  Satgas PKH Serahkan Total 5,8 Juta Ha Hutan ke Negara, 4,1 Juta Ha Dikelola Agrinas

Menurut dia, keterlibatan YKAN diharapkan memperkuat agenda pembangunan kehutanan melalui pengalaman, jejaring, dan praktik terbaik yang dimiliki organisasi tersebut di berbagai wilayah dan komunitas.

Kerja sama ini merupakan kelanjutan kolaborasi sebelumnya antara Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan YKAN pada periode 2021-2026 yang berfokus pada penguatan kawasan konservasi dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Dalam kerja sama terbaru ini, kedua pihak akan memperkuat kebijakan perlindungan sistem penyangga kehidupan dan areal preservasi melalui penyediaan data, informasi, serta kajian ilmiah sebagai dasar pengambilan keputusan.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan konservasi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi maupun hutan produksi, terutama di wilayah prioritas.

Read also:  Indonesia-Jepang Perkuat Diplomasi Lingkungan Hadapi Krisis Global, Dari Sampah hingga Iklim

Kementerian Kehutanan dan YKAN juga akan menerapkan pendekatan spasial Development by Design untuk mendukung perencanaan kawasan hutan produksi dan evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sehingga kawasan hutan sensitif dapat memperoleh prioritas perlindungan.

Kerja sama tersebut turut mencakup pengembangan skema Multi-Usaha Kehutanan berbasis lanskap di hutan produksi, khususnya di Kalimantan Timur melalui inisiatif Bentala Kalimantan.

Inisiatif itu diarahkan untuk memperkuat tata kelola hutan produksi rendah emisi sekaligus mengembangkan skema insentif jasa lingkungan yang kompetitif.

Selain itu, kedua pihak juga akan memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan melalui pendekatan berbasis risiko, termasuk pemetaan kawasan rawan dan peningkatan kapasitas masyarakat di tingkat tapak.

Read also:  Danantara dan 13 Pemda Teken MoU Percepatan Proyek PSEL di Enam Wilayah

Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto mengatakan tantangan pengelolaan hutan yang semakin kompleks hanya dapat diatasi melalui kolaborasi multipihak berbasis sains dan data.

“Kolaborasi multipihak menjadi kunci untuk memastikan hutan tetap lestari, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan adat, serta mendukung pencapaian target iklim Indonesia,” ujar Herlina.

YKAN merupakan organisasi nirlaba berbasis ilmiah yang telah beroperasi di Indonesia sejak 2014 dan aktif mendukung pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...

Kemenhut Tetapkan 10 Hutan Adat dan Luncurkan Roadmap Percepatan Hutan Adat

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan meluncurkan Peta Jalan (Roadmap) Percepatan Penanganan dan Penetapan Status Hutan Adat 2025-2029 sekaligus menyerahkan 10 Surat Keputusan (SK) penetapan Hutan...

Hari Lingkungan Hidup 2026, KLH Dorong Aksi Iklim Lewat Pemilahan Sampah

Ecobiz.asia - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menegaskan pentingnya aksi nyata pengendalian perubahan iklim dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, termasuk...

Gakkum ESDM Bongkar Dugaan Tambang Ilegal di Gunung Botak, Tenaga Kerja Asing Terlibat

Ecobiz.asia – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM (Ditjen Gakkum ESDM) membongkar dugaan praktik pertambangan emas ilegal...

Program Perhutanan Sosial Kini Kejar Kualitas Pengeloloaan, Wamenhut: Harus Naik Kelas

Ecobiz.asia – Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan tantangan utama program perhutanan sosial saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses kelola kawasan hutan, tetapi...

TOP STORIES

West Java, Sumitomo-Hitachi Zosen Consortium Advance Legok Nangka Waste-to-Energy Project

Ecobiz.asia — The West Java provincial government and a consortium led by Japan’s Sumitomo Corporation and Hitachi Zosen Corporation have reached a renewed agreement...

Indonesia Assures Global Investors New Conservation Financing Will Prioritize Ecology

Ecobiz.asia — Indonesia has assured international donors and investors that its new innovative financing scheme for national parks and iconic species conservation will prioritize...

Ceria Corp Perkuat Komitmen ESG Lewat Program Green Legacy

Ecobiz.asia -- Ceria Corp mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan dengan menggelar program penanaman pohon Green Legacy di area revegetasi Emerald Puncak, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka,...

PGN dan Pertagas Perkuat Ketahanan Energi Nasional Melalui Operasional Penuh CISEM II

Ecobiz.asia -- PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina menggandeng anak perusahaan, PT Pertamina Gas (Pertagas), dalam memperkuat fondasi bisnis...

Menteri Jumhur Targetkan Persoalan Sampah Beres 2028, Waste To energy Berkontribusi 12%

Ecobiz.asia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menargetkan persoalan sampah nasional dapat diselesaikan pada tahun 2028 dengan dukungan...