Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri, Menteri Bahli Mau Tutup Ekspor Gas Alam: Negara Lain Mungkin tak Nyaman 

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akan memprioritaskan pasokan gas untuk kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk memenuhi permintaan pembangkit listrik dan industri hilirisasi.  

“Ini juga terkait dengan gas, Bapak Presiden, agar kita tidak menghadapi defisit dalam konsumsi kita. Saya minta izin bahwa dalam perencanaan kami ke depan, seluruh konsesi gas di Indonesia akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk energi dan bahan baku di industri hilirisasi,” kata Bahlil saat Peresmian Proyek Strategis Ketenagalistrikan di Sumedang Jawa Barat, Senin (20/1/2025).  

Read also:  Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Bahlil menegaskan bahwa ekspor gas tidak akan diizinkan jika kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi. 

Baca juga: Pembukaan Hutan untuk Pangan dan Energi, Pakar UGM Sampaikan Rekomendasi

“Saya yakin bahwa negara lain mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman dengan keputusan ini, karena fokus kita saat ini adalah memenuhi kebutuhan dalam negeri,” tambahnya.  

Kebutuhan gas dari tahun 2025 hingga 2030 diproyeksikan mencapai 1.471 BBTUD, dan pada tahun 2034, kebutuhan gas nasional diperkirakan meningkat menjadi 2.659 BBTUD.  

Tangguh LNG yang dioperasikan oleh BP telah menetapkan target produksi sebesar 182 kargo standar gas alam cair (LNG) untuk tahun 2025, sedikit meningkat dari 179 kargo pada tahun 2024. 

Read also:  Prabowo Resmikan Biodiesel B50, Klaim Indonesia Tak Lagi Impor Solar

Sementara itu, PT Badak NGL yang mengoperasikan pabrik LNG di Bontang, Kalimantan Timur, menurunkan proyeksi produksi 2025 menjadi 50,65 kargo standar, turun dari 68 kargo pada 2024 dan 88,62 kargo pada 2023.  

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi yang baru dilantik di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Achmad Muchtasyar, mengakui adanya potensi kebutuhan impor untuk memenuhi permintaan dalam negeri.  

Baca juga: Inovasi NanoTek PHE ONWJ untuk Operasi Migas yang Lebih Selamat, Tekan Potensi Kerugian Miliaran Rupiah

Read also:  Kebakaran TPA Jatiwaringin Mulai Padam, Operasi Pemadaman Darat hingga Water Bombing Digencarkan

Sementara itu, PT PGN Tbk (IDX: PGAS) memperkirakan peningkatan signifikan dalam kebutuhan LNG pada 2025, dengan proyeksi kebutuhan mencapai 20 kargo standar, naik dari hanya 3,4 kargo pada 2024.  

PLN juga melaporkan kekurangan LNG yang cukup besar untuk tahun 2025, dengan proyeksi kebutuhan mencapai 96 kargo. Alokasi saat ini dari SKK Migas meningkat menjadi 76 kargo untuk 2024, naik dari 68 kargo pada 2023, tetapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. ***

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

KLH Rekomendasikan Penataan Ulang Tata Ruang Sumatra, Cegah Bencana Banjir Berulang

Ecobiz.asia – Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menemukan jutaan hektare kawasan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memerlukan penataan ulang tata...

Indonesia Luncurkan Empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Basis Data Pembangunan Berkelanjutan Makin Kuat

Ecobiz.asia – Pemerintah meluncurkan empat Dokumen Status Keanekaragaman Hayati Indonesia untuk wilayah Bali–Nusa Tenggara, Jawa, Maluku, dan Papua sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan dan...

Indonesia Siapkan 93 Proyek Hidrogen Senilai Rp32 Triliun untuk Dekarbonisasi Industri dan Transportasi

Ecobiz.asia – Pemerintah mempercepat pengembangan ekosistem hidrogen nasional melalui 93 proyek dengan nilai investasi sekitar Rp32 triliun untuk mendukung dekarbonisasi sektor industri, transportasi, dan...

Survei Terbaru Kemenhut Ungkap Populasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli, Kondisi Rentan

Ecobiz.asia – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkap hasil survei populasi terbaru yang menunjukkan populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu, sedangkan Orangutan Tapanuli...

Indonesia Undang China Investasi Proyek PLTS 100 GW

Ecobiz.asia – Pemerintah Indonesia mengundang perusahaan-perusahaan asal China untuk berinvestasi dalam pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian...

TOP STORIES

Dairi Prima Mineral Targetkan Konstruksi Tambang Bawah Tanah Dimulai Kuartal I-2027

Ecobiz.asia -- PT Dairi Prima Mineral (DPM) menargetkan memulai konstruksi proyek tambang bawah tanah timah hitam (Pb) dan seng (Zn) di Kabupaten Dairi, Sumatera...

Agincourt Resources Pertahankan Investasi Pendidikan Rp5,29 Miliar di Tengah Pemulihan Operasi

Ecobiz.asia -- PT Agincourt Resources (PTAR) tetap mempertahankan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Martabe Prestasi 2026, meski perusahaan masih berada...

PLN pilots calliandra-sorghum biomass project with ITERA to support hydrogen production

Ecobiz.asia -- State electricity firm PT PLN (Persero) has launched a pilot project to develop an integrated biomass and green hydrogen ecosystem by cultivating...

Gerak Hijau 2026 Dorong Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha dan Masyarakat, ANTAM Pamerkan Capaian Dekarbonisasi

Ecobiz.asia -- Upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa. Pesan tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Gerak Hijau 2026 di kawasan Car Free Day...

Pertamina Perkuat Budaya HSSE untuk Jaga Keandalan Operasi dan Ketahanan Energi

Ecobiz.asia – PT Pertamina (Persero) memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi menjaga keandalan operasional di tengah pertumbuhan bisnis dan meningkatnya...