Inovasi NanoTek PHE ONWJ untuk Operasi Migas yang Lebih Selamat, Tekan Potensi Kerugian Miliaran Rupiah

MORE ARTICLES

Ecobiz.asia – Satu lagi inovasi yang berhasil diciptakan dari lapangan lepas pantai PHE ONWJ untuk memastikan operasi hulu migas yang andal dan selamat. 

Kali ini, inovasi lahir dari upaya tim untuk mengatasi tantangan tingginya tingkat risiko pada pekerjaan penggantian aktuator shut down valve (SDV) di Central Plant Flow Station (CP F/S), stasiun pengumpul dan pengolahan akhir operasi PHE ONWJ, yang berlokasi sekitar 36 kilometer dari pesisir pantai Laut Jawa.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Abdurrachman Jalaluddin, Nano Supriyatno dan Priyo Jatmiko dari fungsi Production and Project PHE ONWJ menggodok matang metode baru penggantian aktuator SDV dengan menggunakan alat bantu NanoTek.

Baca juga: EVE Ejector, Inovasi PHE ONWJ Berhasil Kurangi Emisi Karbon dan Pacu Produksi

 SDV merupakan alat seperti kerangan yang berfungsi mengamankan pipa produksi saat terjadi kondisi anomali seperti tekanan yang di luar batas operasi. Sebelumnya, sesuai prosedur Perusahaan, metode penggantian aktuator dengan cara memasang jalur tambahan untuk suplai SDV, guna mempertahankan posisi SDV agar tetap terbuka. 

Read also:  Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Lemah Lindungi Kesehatan, Polusi Udara Disorot

Namun, metode ini masih memiliki kekurangan yakni risiko kebocoran pada jalur tambahan tersebut. 

“Kalau risiko tersebut terjadi, proyeksi kerugian bisa mencapai Rp1,4 miliar. Nilai ini timbul dari tertundanya aliran hidrokarbon karena SDV tertutup. Selain itu, udara bertekanan tinggi pada mekanisme SDV menjadi ancaman serius bagi pekerja yang beraktivitas di dekat area SDV, dan bagi eksekutor yang melakukan pekerjaan penggantian aktuator SDV,” terang Abe, sapaan Abdurrachman dikutip Jumat (17/1/2025).

Untuk mengatasi potensi masalah ini, solusi alternatif pengantian aktuator diperlukan. “Di Pertamina, kami selalu diajarkan untuk memprediksi kondisi terburuk dan membuat mitigasinya. Sehingga kondisi itu tidak sampai terjadi,” imbuhnya.

Inovasi NanoTek menjadi metoda alternatif penggantian aktuator dengan aman dan tanpa menyebabkan kehilangan produksi migas. Abe dan tim memastikan bahwa NanoTek mampu mempertahankan posisi SDV tetap terbuka meskipun suplai udara bertekanan dihilangkan. 

Read also:  PHR Zona 4 Catat Hasil Positif Uji Inovasi Teknik Batch Drilling dan Dual Completion di Prabumulih Field

Dengan adanya NanoTek, risiko kebocoran dan kecelakaan kerja akibat tekanan udara tinggi dapat diminimalisir secara signifikan. 

Baca juga: PHE ONWJ Inisiasi 49 Program CSR Sepanjang 2024, Dari Pemanfaatan Limbah Rajungan Hingga Aksi Iklim

Selain itu, NanoTek juga dirancang untuk mudah dipasang dan kompatibel dengan berbagai jenis aktuator SDV yang digunakan oleh operator industri hulu migas lain.

Pengembangan NanoTek dilakukan melalui berbagai tahap uji coba yang ketat. Proses inovasi dimulai dengan pengajuan desain, dan simulasi mekanisme alat bekerja kepada tim manajemen PHE ONWJ. Setelah disetujui oleh pimpinan, proses dilanjutkan dengan pembuatan alat selama delapan minggu, uji lab ke Laboratorium Center Material Processing and Failure Analysis Universitas Indonesia, hingga pengujian alat yang disaksikan oleh tim manajemen PHE ONWJ.

Implementasi NanoTek pertama kali diimplementasikan pada 13 Desember 2023. Inovasi ini juga sudah dipresentasikan ke operator hulu migas lain, seperti Saka Energi, Harbour Energy dan Perusahaan Gas Negara (PGN). 

Read also:  Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

“Harapan kami inovasi ini dapat diterapkan untuk membantu menurunkan risiko pekerjaan serupa di operator hulu migas lain,” ungkap Abe.

Ketiga Perwira Pertamina itu berhasil mendobrak metode konvensional dalam penggantian aktuator yang sudah puluhan tahun dijalankan, yang mengacu prosedur migas, menjadi lebih andal. 

Baca juga: PHE Temukan Sumber Daya Gas Bumi 1,8 TCF di Sulawesi Tengah, Setara 320 Juta Barel Minyak 

Hal ini, sejalan dengan komitmen Pertamina dalam memprioritaskan keselamatan operasi dan pekerja dalam aktivitas keseharian operasi hulu migas.

PHE ONWJ merupakan salah satu tulang punggung produksi migas domestik. Menjadi salah satu kontributor minyak mentah terbesar nasional, dari lapangan-lapangan lepas pantai PHE ONWJ menghasilkan 25.269 BOPD (barel minyak per hari) dan 70,67 MMSCFD (juta standar kaki kubik gas bumi), sepanjang 2024. ****

LATEST STORIES

MORE ARTICLES

Komitmen Iklim Indonesia Dinilai Lemah Lindungi Kesehatan, Polusi Udara Disorot

Ecobiz.asia – Komitmen iklim Indonesia dinilai belum memadai dalam melindungi kesehatan masyarakat, terutama karena lemahnya pendanaan, pemantauan, dan pengendalian polusi udara. Dalam Healthy NDC...

Pertamina Uji Teknologi PertaPURE, Bidik Pemanfaatan Kembali Air Terproduksi pada Operasi Migas

Ecobiz.asia — PT Pertamina (Persero) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menguji teknologi PertaPURE untuk mengolah air terproduksi (produced water) dari kegiatan produksi...

PHR Zona 4 Catat Hasil Positif Uji Inovasi Teknik Batch Drilling dan Dual Completion di Prabumulih Field

Ecobiz.asia — Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4 menguji kombinasi batch drilling dan dual completion dalam pengembangan Sumur GNK-114 di Gunung Kemala, Prabumulih....

Rampungkan Proyek Strategis SNB AOI 1-3-5, Pertamina Hulu Mahakam Perkuat Pasokan Gas untuk Ketahanan Energi Nasional

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), berhasil merampungkan Proyek Pengembangan Sisi Nubi Area of...

PHR Resmikan EPF Libo GS untuk Perkuat Produksi dan Keandalan Operasi Migas

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona Rokan mengoperasikan Early Production Facility (EPF) baru di Libo Gathering Station (GS), Kabupaten Siak, Riau, untuk...

TOP STORIES

PHE Andalkan Teknologi Geosains untuk Optimalkan Potensi Migas Nasional

Ecobiz.asia — PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, mendorong pemanfaatan teknologi geosains untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi dan mengoptimalkan produksi lapangan minyak dan...

Pertagas Kerahkan Tim Tanggap Darurat untuk Bantu Penanganan Karhutla di Sumsel

Ecobiz.asia -- PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, mengerahkan tim tanggap darurat dan mobil pemadam kebakaran untuk membantu penanganan kebakaran hutan...

Uni Eropa Sepakati Kenaikan Ambang Penghapusan Kuota Karbon, Jaga Stabilitas Pasar

Ecobiz.asia – Dewan Uni Eropa dan Parlemen Eropa mencapai kesepakatan sementara untuk menaikkan ambang penghapusan kuota emisi dalam Market Stability Reserve (MSR) dari 400...

IWC-11 Dorong Pembiayaan Inovatif untuk Perluas Solusi Pengelolaan Perairan Berkelanjutan

Ecobiz.asia – Pembiayaan inovatif dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk memperluas penerapan solusi pengelolaan perairan, mulai dari konservasi pesisir hingga penanganan sampah plastik. Isu...

PEP Tanjung Salurkan 1,16 Juta Liter Air Bersih untuk Atasi Kekeringan dan Karhutla di Tabalong

Ecobiz.asia – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menyalurkan 1,156 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat menghadapi kekeringan sekaligus mendukung penanganan kebakaran hutan...